Selama Pandemi Covid-19, Kartu Prakerja Bersifat Bansos
Jum'at, 10 Juli 2020 - 12:39 WIB
loading...
A
A
A
"Kenapa kartu prakerja ini dikonversi menjadi jaring pengaman sosial? Karena program yang sebetulnya untuk reskilling dan upskilling. Ini karena situasi perekonomian semuanya serba mengalami shock, demand shock, supply shock, dan production shock, maka tentu kita memberikan kepada mereka yang dirumahkan, karena untuk melakukan PHK itu memakan waktu, tidak immediate," katanya.
Dia mengatakan sebelum dikonversi, alokasi anggaran kartu prakerja hanya Rp10 triliun. Setelah ada corona, maka ada tambahan Rp10 triliun untuk kartu prakerja. “Ini jadi jaring pengaman sosial yang sifatnya temporary. Dan ketika situasi normal, akan kembali ke desain awal untuk rescaling dan upsacling,” ungkapnya.
Terkait dengan desakan beberapa kalangan untuk mengubah kartu prakerja lebih sebagai bantuan langsung tunai (BLT), dia pun menolaknya. Dia mengatakan bahwa saat ini sudah banyak BLT . “Nah untuk BLT kan sudah banyak, PKH yang 20 juta, BPNT yang ditambahkan menjadi 200.000, dan juga ada padat karya baik di Kementerian Pertanian, Kelautan, PUPR. Sehingga ini menjadi salah satu dari pada jaring pengaman sosial, bukan satu-satunya,” paparnya.
Dia mengatakan sebelum dikonversi, alokasi anggaran kartu prakerja hanya Rp10 triliun. Setelah ada corona, maka ada tambahan Rp10 triliun untuk kartu prakerja. “Ini jadi jaring pengaman sosial yang sifatnya temporary. Dan ketika situasi normal, akan kembali ke desain awal untuk rescaling dan upsacling,” ungkapnya.
Terkait dengan desakan beberapa kalangan untuk mengubah kartu prakerja lebih sebagai bantuan langsung tunai (BLT), dia pun menolaknya. Dia mengatakan bahwa saat ini sudah banyak BLT . “Nah untuk BLT kan sudah banyak, PKH yang 20 juta, BPNT yang ditambahkan menjadi 200.000, dan juga ada padat karya baik di Kementerian Pertanian, Kelautan, PUPR. Sehingga ini menjadi salah satu dari pada jaring pengaman sosial, bukan satu-satunya,” paparnya.
(nbs)
Lihat Juga :