Shaka Foundation dan TRE Indonesia Kirim Tim Healing Bantu Korban Gempa Cianjur
Kamis, 08 Desember 2022 - 19:37 WIB
loading...
A
A
A
”TRE adalah sebuah teknik yang menggunakan kecerdasan tubuh dengan membiarkan tubuh bergetar. Getaran ini adalah cara tubuh untuk melepaskan stres, tekanan, ketegangan dan emosi yang terakumulasi berkepanjangan dalam tubuh manusia. Aman untuk dilakukan oleh anak kecil dan orang dewasa, metode self healing ini dapat dipraktikkan sendiri seumur hidup setelah mendapatkan satu kali pelatihan dan pendampingan dari Tim TRE Indonesia,” katanya.
Hindra menilai para korban terlihat sangat guyub dan saling peduli satu sama lain. ”Mereka welcome sekali, sangat mudah diajak kerja sama dan bahkan kepala desa sendiri ikut turun membantu kami berinteraksi dengan para korban. Beberapa Relawan dan Ibu-Ibu di sini juga menemani kami dari pagi sampai sore untuk pindah dari satu tenda ke tenda lain dan memberikan pelatihan,” katanya.
Hindra menyebut, setidaknya 310 orang termasuk anak-anak mengikuti pelatihan TRE ini. Dampaknya pun bisa dirasakan langsung oleh para peserta. Setelah menjalani pelatihan, mereka terlihat lebih tenang dan bahagia, setelah sebelumnya merasa was-was akan ada gempa susulan.
“Banyak korban yang susah tidur karena merasakan hatinya tidak tenang. Hebatnya TRE, kita tidak perlu menceritakan masalah yang sedang kita alami atau tahu apa sumber masalah yang bisa membuat kita stres. Tidak perlu nasehat juga. Hanya perlu dipicu dengan beberapa gerakan sederhana seperti senam, maka tubuh kita sendiri yang akan secara otomatis melakukan gerakan yang diperlukan untuk melepaskan trauma itu,” ucapnya.
Hindra menyebut, anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka terlihat bergembira dan banyak tertawa pada saat dan sesudah mengikuti pelatihan TRE. Hal itu terjadi karena pelepasan trauma sudah terjadi pada saat tubuh mereka bergetar.
”Bahkan ketika kami kembali lagi ke tenda yang sama untuk membagikan TRE kepada yang belum sempat ikut sebelumnya, karena banyak korban juga yang sudah bekerja di sawah saat kedatangan kami tadi. Nah, anak-anak yang sudah ikut tadi mau ikut lagi untuk kedua kalinya, dan waktu kami tanya, kenapa mau ikut lagi, mereka bilang habis ikutan tadi rasanya enak, jadi mau ikut terus,” ujarnya.
Hindra menilai para korban terlihat sangat guyub dan saling peduli satu sama lain. ”Mereka welcome sekali, sangat mudah diajak kerja sama dan bahkan kepala desa sendiri ikut turun membantu kami berinteraksi dengan para korban. Beberapa Relawan dan Ibu-Ibu di sini juga menemani kami dari pagi sampai sore untuk pindah dari satu tenda ke tenda lain dan memberikan pelatihan,” katanya.
Hindra menyebut, setidaknya 310 orang termasuk anak-anak mengikuti pelatihan TRE ini. Dampaknya pun bisa dirasakan langsung oleh para peserta. Setelah menjalani pelatihan, mereka terlihat lebih tenang dan bahagia, setelah sebelumnya merasa was-was akan ada gempa susulan.
“Banyak korban yang susah tidur karena merasakan hatinya tidak tenang. Hebatnya TRE, kita tidak perlu menceritakan masalah yang sedang kita alami atau tahu apa sumber masalah yang bisa membuat kita stres. Tidak perlu nasehat juga. Hanya perlu dipicu dengan beberapa gerakan sederhana seperti senam, maka tubuh kita sendiri yang akan secara otomatis melakukan gerakan yang diperlukan untuk melepaskan trauma itu,” ucapnya.
Hindra menyebut, anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka terlihat bergembira dan banyak tertawa pada saat dan sesudah mengikuti pelatihan TRE. Hal itu terjadi karena pelepasan trauma sudah terjadi pada saat tubuh mereka bergetar.
”Bahkan ketika kami kembali lagi ke tenda yang sama untuk membagikan TRE kepada yang belum sempat ikut sebelumnya, karena banyak korban juga yang sudah bekerja di sawah saat kedatangan kami tadi. Nah, anak-anak yang sudah ikut tadi mau ikut lagi untuk kedua kalinya, dan waktu kami tanya, kenapa mau ikut lagi, mereka bilang habis ikutan tadi rasanya enak, jadi mau ikut terus,” ujarnya.
Lihat Juga :