Di Forum Internasional ILO, KSPSI Tekankan Pentingnya Wujudkan Keadilan Sosial
Kamis, 08 Desember 2022 - 20:07 WIB
loading...
A
A
A
Terkait kepentingan buruh, kata dia, beberapa hal menjadi sorotan yaitu pentingnya dialog sosial di berbagai tingkatan, antisipasi proses transisi digital yang menyebabkan pemutusan hubungan kerja, pentingnya penguatan sosial keamanan, dorongan kebijakan pemulihan ekonomi yang perlu diselaraskan dengan kebijakan lain sehingga dapat melindungi semua termasuk buruh sehingga tidak juga membebani dunia bisnis, tetapi memberikan nilai tambah bagi pekerja.
“Isu penting lainnya adalah penciptaan lapangan kerja yang diharapkan dapat mengatasi masalah pekerja muda, mengingat beberapa negara termasuk Indonesia memiliki postur kelebihan jumlah pekerja muda dan akan mencapainya puncaknya dalam beberapa tahun mendatang,” paparnya.
Untuk itu, membuka akses pekerja muda akan menciptakan nilai positif bahkan berpotensi meningkatkan PDB suatu negara. Bibit berharap melalui pertemuan APRM kali ini akan banyak terobosan yang bisa dilakukan oleh pemerintah, pengusaha dan pekerja.
"Kami tegaskan juga pentingnya produktivitas dan upah serta perlunya pemahaman bahwa karakteristik pasar memiliki dimensi yang tidak tentu sejalan dengan kebijakan yang berkaitan dengan produktivitas dan upah, terutama upah minimum. Ini jadi perhatian juga dalam forum ini agar cita-cita keadilan sosial yang berpusat pada manusia itu betul-betul bisa diwujudkan," kata Bibit.
“Isu penting lainnya adalah penciptaan lapangan kerja yang diharapkan dapat mengatasi masalah pekerja muda, mengingat beberapa negara termasuk Indonesia memiliki postur kelebihan jumlah pekerja muda dan akan mencapainya puncaknya dalam beberapa tahun mendatang,” paparnya.
Untuk itu, membuka akses pekerja muda akan menciptakan nilai positif bahkan berpotensi meningkatkan PDB suatu negara. Bibit berharap melalui pertemuan APRM kali ini akan banyak terobosan yang bisa dilakukan oleh pemerintah, pengusaha dan pekerja.
"Kami tegaskan juga pentingnya produktivitas dan upah serta perlunya pemahaman bahwa karakteristik pasar memiliki dimensi yang tidak tentu sejalan dengan kebijakan yang berkaitan dengan produktivitas dan upah, terutama upah minimum. Ini jadi perhatian juga dalam forum ini agar cita-cita keadilan sosial yang berpusat pada manusia itu betul-betul bisa diwujudkan," kata Bibit.
(cip)
Lihat Juga :