Benny Moerdani, Sosok Jenderal Dicap Anti Islam yang Pernah Pasok Senjata untuk Mujahidin Taliban

Kamis, 08 Desember 2022 - 19:57 WIB
loading...
Benny Moerdani, Sosok...
Benny Moerdani merupakan mantan Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia. Foto DOK ist
A A A
JAKARTA - Benny Moerdani merupakan mantan Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia. Dalam sejarahnya, Benny rupanya sempat memasok senjata untuk Mujahidin Taliban Afghanistan .

Kisah pengiriman senjata ini bermula ketika pasukan milik Mayor Luhut Binsar Pandjaitan, yang dipimpin oleh Prabowo Subianto hendak menangkap Letnan Jenderal Benny Moerdani, pada Maret 1983.

Baca juga : LB Moerdani, Jenderal Kesayangan yang Berani Mengusik Kekuasaan Soeharto

Hal tersebut lantas membuat Mayor Luhut yang kala itu menjabat sebagai Komandan Den 81/Antiteror terkejut.

Berdasar penuturan Prabowo, Benny Moerdani hendak melakukan kudeta karena telah memasukkan beberapa senjata.

Namun hal itu rupanya hanya kekhawatiran berlebihan dari Prabowo. Karena senjata-senjata tersebut bukanlah untuk kudeta melainkan untuk dikirim ke Pakistan dan kemudian dimasukkan ke Afganistan.

Senjata bermodel laras panjang AK-47 merupakan bantuan untuk para Mujahidin Afghanistan yang tengah melawan invasi Uni Soviet. Bagi Mujahidin senjata itu dikenal praktis dan andal.

Bantuan ini merupakan bagian dari operasi intelijen Benny Moerdani yang dikenal sebagai perwira TNI yang banyak berkecimpung di dunia intelijen, sehingga sosoknya ini dianggap misterius.

Pengiriman ini bukanlah pertama kalinya dilakukan. Sebelumnya pada 18 Februari 1981, Benny sendirilah yang berangkat ke Pakistan untuk bertemu kepala intelijen demi membahas permintaan pejuang Afghanistan.

Senjata tersebut dikirimkan dari Bandara Halim Perdanakusuma, yang kemudian mendarat dan diterima Pakistan. Peti peti senjata itu lalu dikirim melalui perjalanan darat menuju Afghanistan.

Meskipun Indonesia menjadi negara non-block, namun operasi intelijen tersebut menjadi pertanda bahwa Tanah Air secara tidak langsung mendukung Amerika Serikat dalam melawan Uni Soviet.

Mengetahui hal ini, Soeharto langsung mengangkat Benny untuk menjadi Panglima Angkatan Bersenjata Indonesia.

Baca juga : Kisah LB Moerdani yang Menolak Diambil Menantu Bung Karno

Meskipun terkenal akan perannya di balik layar, namun karier Benny Moerdani tidaklah selancar yang dipikirkan. Dirinya sempat dicap anti Islam oleh beberapa kalangan.

Pelabelan ini disebabkan pecahnya Tragedi Tanjung Priok tahun 1984. Banyak orang yang menuding bahwa Benny yang tengah menjabat sebagai Panglima ABRI sebagai dalang peristiwa yang menyebabkan banyaknya korban dari umat Islam.

Tudingan ini diperkuat dengan beberapa kebijakan Benny di internal ABRI yang membuat perwira berlatar belakang santri sulit mendapat jabatan pada masa dia memimpin.

Namun itu hanyalah tudingan semata, meskipun memeluk Agama Katolik pria bernama lengkap Leonardus Benyamin Moerdani ini masih memiliki saudara tiri dan beberapa keluarga yang memeluk Agama Islam.

Anggapan Benny anti Islam sedikit memudar karena kedekatannya dengan sejumlah pemimpin pondok pesantren. Salah satunya dengan Kiai Asyaad.

Pada sebuah kesempatan, Widodo AS pernah menuturkan bahwa Benny Moerdani memang benar tertarik memeluk agama Islam. Akan tetapi, Benny sama sekali tidak mau keislamannya karena menginginkan sebuah jabatan.

Bahkan ketika Benny meninggal pada 29 Agustus 2004, prosesi pemakamannya sempat diiringi oleh kalimat syahadat serta dikafani.

Namun pada akhirnya kain kafan yang membungkus tubuh Benny dilepas dan diganti dengan pakaian dinas militer. Jenazahnya dimakamkan di TMP Kalibata secara Katolik.
(bim)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kelakar Prabowo soal...
Kelakar Prabowo soal Nama Panglima TNI dan Kapolri: Susah Diganti
5 Jenderal dengan Karier...
5 Jenderal dengan Karier Paling Moncer hingga Menjadi Panglima TNI
Ryamizard Ryacudu di...
Ryamizard Ryacudu di Mata Gatot Nurmantyo dan Hadi Tjahjanto
Profil Brigjen Muhammad...
Profil Brigjen Muhammad Nas, Ahli Intelijen yang Diangkat Jadi Kapuspen TNI
Panglima TNI Berangkatkan...
Panglima TNI Berangkatkan Satgas TNI Konga UNIFIL TA 2026 ke Lebanon Selatan
Jenderal Agus Subiyanto...
Jenderal Agus Subiyanto Pimpin Sertijab 4 Perwira Tinggi, Kapusdalops hingga Kapuspen TNI
Mengapa Proyek Tank...
Mengapa Proyek Tank MGCS Eropa Berisiko Gagal?
Senapan Pasukan Khusus...
Senapan Pasukan Khusus AS Bukan Hanya Sekadar Senjata, Ini 3 Keunggulannya
7 Senjata yang Mengubah...
7 Senjata yang Mengubah Dunia pada Perang Dunia II, dari Supersonik hingga Bom Nuklir
Rekomendasi
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
Pecahkan Rekor, Ratusan...
Pecahkan Rekor, Ratusan Affiliator Lakukan Siaran Langsung Penjualan Bersama di Satu Lokasi
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Berita Terkini
Dokter Tifa Mulai Disidang...
Dokter Tifa Mulai Disidang 2 Juli: Insya Allah Kami Siap
Gus Yaqut Sakit, KPK...
Gus Yaqut Sakit, KPK Bantarkan Penahanannya ke RS Polri Kramatjati
1 Lagi Calon Manajer...
1 Lagi Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal Dunia saat Latsarmil, Total 3 Orang
ASPEK Indonesia Dorong...
ASPEK Indonesia Dorong Reformasi Jaminan Sosial Jilid II
Program MBG Harus Dilanjutkan,...
Program MBG Harus Dilanjutkan, Pengamat: Prabowo Ingin Wujudkan Indonesia Emas 2045
Bareskrim Limpahkan...
Bareskrim Limpahkan Laporan Terhadap Grace Natalie, Ade Armando dan Abu Janda ke Polda Metro Jaya
Infografis
Eropa Ternyata Pasok...
Eropa Ternyata Pasok Senjata ke Israel untuk Digunakan di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved