BP2MI: 5,3 Juta Pekerja Migran Ilegal Tak Masuk Perlindungan Negara

Kamis, 09 Juli 2020 - 23:38 WIB
loading...
BP2MI: 5,3 Juta Pekerja...
Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengatakan, data PMI yang ada di BP2MI sebanyak 3,7 juta sementara data World Bank ada 9 juta PMI di luar negeri. FOTO/SINDOnews/ABDUL ROCHIM
A A A
JAKARTA - Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) menjadi persoalan serius. Akibat dari praktik pengiriman PMI secara ilegal oleh komplotan mafia, disinyalir ada 5,3 juta PMI di luar negeri yang tidak terdeteksi oleh sistem negara. Akibatnya, negara tidak bisa memberikan perlindungan kepada mereka karena data mereka tidak ada dalam data Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) .

Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengatakan, data PMI yang ada di BP2MI sebanyak 3,7 juta sementara data World Bank ada 9 juta PMI di luar negeri. "Konsekuensi dari pengiriman PMI oleh mafia yang berkomplot, 5,3 juta PMI kita tidak bisa mendapatkan perlindungan negara. Kedua, devisa negara yang seharusnya masuk dalam bentuk remiten itu hilang," kata Benny dalam Bincang Seru Live IG SINDOnews bertajuk "Berantas Mafia Percaloan Pekerja Migran", Rabu (8/7/2020).

Dikatakan Benny, dari 3,7 juta PMI resmi, mereka bisa menyumbang devisa negara dalam bentuk remiten mencapai Rp196,5 triliun. "Ini sumbangan hanya beda koma dengan sektor migas sebesar Rp196,7 triliun. Maka apapun yang dihasilkan oleh mereka yang kita anggap PMI undocumented korban sindikasi itu tidak masuk dalam sumbangan negara. Kalau mafia sindikasi ini kita perangi secara bersama-sama, berapa remiten yang akan masuk dalam bentuk sumbangan kepada negara sebagai devisa negara dari 5,3 juta PMI undocumented ini," katanya.(Baca juga: Ironis, Data Pekerja Migran di BP2MI, Kemlu, dan Kemenaker Berbeda )

Benny mengaku sudah mendapatkan perintah dari Presiden Joko Widodo untuk membentuk Satgas Pemberantasan Mafia Pengiriman PMI Ilegal. "Pak Presiden setuju, silakan lanjutkan, sikat, dan harus tuntas. Jawaban dari Presiden, yang membanggakan, yang tentu ini menjadi ukuran kepeloporan politik, yang menjadi sikap tegas dan tidak kompromi terhadap praktik-praktik para aktor mafia pengiriman PMI ilegal ini," ujarnya.

Menurutnya, saat ini BP2MI sedang aktif roadshow ke berbagai lembaga mulai Menteri Luar Negeri (Melu), Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Panglima TNI, Dirjen Imigrasi, ormas-ormas untuk bersama-sama memerangi praktik pengiriman PMI ilegal ini. "Negara tidak boleh kalah. Negara jangan jadi alas kaki atau keset dari para pemilik modal tadi. Kita ingin mengembalikan posisi negara, dan hukum harus bekerja," katanya.

Benny sudah mendeteksi aktor-aktor yang terlibat dalam mafia komplotan pengiriman PMI ilegal ini. Termasuk modus operandi yang dilakukan oleh mereka. "Kita juga sudah paham siapa berperan sebagai apa? Sejak awal PMI direkrut sampai pengiriman ke negara tujuan," katanya.(Baca juga: Kemenaker Siap Buka Pengiriman PMI ke Hong Kong-Taiwan )
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ratifikasi Konvensi...
Ratifikasi Konvensi ILO 188, Perlindungan Pekerja Laut Perlu Diperkuat
Prihatin Kapal TKI Ilegal...
Prihatin Kapal TKI Ilegal Tenggelam di Malaysia, DPR: Ada Indikasi Kuat Pelanggaran HAM
KBRI Kuala Lumpur Pulangkan...
KBRI Kuala Lumpur Pulangkan 3.570 WNI dari Malaysia
Kolaborasi UICI-KP2MI...
Kolaborasi UICI-KP2MI Tingkatkan Kualitas SDM Pekerja Migran
Prabowo Puji Aksi Heroik...
Prabowo Puji Aksi Heroik Sugianto Selamatkan Lansia dari Kebakaran di Korsel
Kementerian P2MI Dukung...
Kementerian P2MI Dukung Kementrans Kirim Masyarakat Transmigrasi Bekerja ke Jepang
Kisah Deni Maulana,...
Kisah Deni Maulana, Anak PMI Yordania yang Sukses Jadi Mahasiswa Berprestasi UGM
KBRI Kuala Lumpur Pulangkan...
KBRI Kuala Lumpur Pulangkan 217 PMI dari Depot Imigrasi ke Tanah Air
Lindungi Hak PMI, May...
Lindungi Hak PMI, May God-Taiwan Teken MoU dengan Anak Usaha BPJS Ketenagakerjaan
Rekomendasi
10 Negara dengan Rudal...
10 Negara dengan Rudal Balistik Terkuat di Dunia, Juaranya Bukan AS
Cerita Davi, Mahasiswa...
Cerita Davi, Mahasiswa Kedokteran Unair yang Raih Medali Emas ONMIPA-PT 2026 Bidang Biologi
Lagi-lagi Akio Toyoda...
Lagi-lagi Akio Toyoda Serang Mobil Listrik, Kali Ini Berikut Penyebabnya
Berita Terkini
Prabowo Bakal Hadiri...
Prabowo Bakal Hadiri KTT ASEAN-Rusia di Kazan 17 Juni, Ini Kata Wamenlu
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
Diseminasi Eksaminasi...
Diseminasi Eksaminasi Ungkap Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum dalam Kasus Eks Dirut Indofarma
Mahasiswa Soroti Pemborosan...
Mahasiswa Soroti Pemborosan APBN, Qodari: Prabowo Berhasil Hemat Rp300 Triliun
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved