Berpeluang Kuat Jadi KSAL, Berikut 9 Tanda Jasa Muhammad Ali

Senin, 05 Desember 2022 - 15:19 WIB
loading...
Berpeluang Kuat Jadi...
Laksamana Madya Muhammad Ali. Foto DOK ist
A A A
JAKARTA - Laksamana Madya Muhammad Ali digadang-gadang sebagai salah satu kandidat kuat untuk mengisi posisi sebagai Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) yang akan ditinggalkan Laksamana TNI Yudo Margono. Sejumlah tanda jasa bergengsi telah dikantonginya selama berkarier di militer.

Muhammad Ali merupakan pria kelahiran 9 April 1967 yang saat ini tengah menjabat sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I.

Lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke-35 tahun 1989 ini juga memiliki beberapa tanda jasa bergengsi, mulai dari bintang hingga satyalancana.

Baca juga : Laksamana TNI Yudo Margono Sebut Ada 5 Kandidat Calon KSAL

Berikut sembilan tanda jasa yang dimiliki oleh Laksamana Madya Muhammad Ali :

1. Bintang Yudha Dharma Nararya

Dikutip dari setneg.go.id, Tanda jasa ini merupakan salah satu kelas dalam jajaran tanda jasa Bintang Yudha Dharma.

Penghargaan ini diberikan pada mereka yang telah mendarmabaktikan diri melebihi dan melampaui panggilan kewajiban dalam pelaksanaan tugas pembinaan dan pengembangan serta menghasilkan karya yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh pemerintah dan NKRI.

2. Bintang Jalasena Nararya

Tanda jasa ini merupakan salah satu dari tiga kelas dari tanda kehormatan Bintang Jalasena, yang diberikan pada mereka yang telah menunjukkan kemampuan, kebijaksanaan, dan jasa luar biasa melebihi panggilan kewajiban untuk kemajuan dan pembangunan TNI Angkatan Laut.

3. Satyalancana Kesetiaan 8 Tahun

Laksamana Madya Muhammad Ali mendapatkan tanda jasa ini karena telah melakukan tugas dinas militer selama 8 tahun.

4. Satyalancana Kesetiaan 16 Tahun

Penghargaan ini diberikan bagi para prajurit yang telah menjalankan tugas dinas selama 16 tahun lamanya dengan sungguh sungguh tanpa cacat.

Baca juga : Laksamana TNI Yudo Margono Pimpin Sertijab 5 Jabatan Strategis di TNI AL

5. Satyalancana Kesetiaan 24 Tahun

Pengertiannya hampir sama dengan dua tanda kehormatan sebelumnya, yakni telah menjalankan tugas dinas selama 24 tahun.

Penghargaan ini diberikan kepada prajurit TNI yang berjasa luar biasa menunjukkan kesetiaannya kepada TNI, bangsa dan negara.

6. Satyalancana Dwidya Sistha

Tujuan diberikannya penghargaan ini adalah untuk memberikan penghargaan kepada Prajurit TNI dan WNI bukan prajurit TNI berjasa di dalam kemajuan dan pertumbuhan TNI yang karena jabatannya selaku guru/instruktur pada lembaga pendidikan TNI telah menunjukkan kesetiaannya, prestasi kerja, serta berkelakuan baik selama 2 sampai 3 tahun.

7. Satyalancana Dharma Nusa

Tanda jasa ini diberikan pada Prajurit TNI yang berjasa di dalam melaksanakan tugas operasi pemulihan keamanan, atau yang telah berjasa dalam membantu operasi pemulihan keamanan di daerah bergejolak.

8. Satyalancana Wira Dharma

Penghargaan diberikan kepada prajurit TNI yang telah bertugas dan mendarmabaktikan diri untuk pengamanan perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia paling singkat 90 hari secara terus-menerus atau 120 hari secara tidak terus menerus dalam 1 kali penugasan.

9. Satyalancana Kebaktian Sosial

Tanda Kehormatan ini diberikan pada seseorang yang telah berjasa besar dalam bidang perikemanusiaan dan bidang kesejahteraan sosial.
(bim)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
750 Yonif Teritorial...
750 Yonif Teritorial Pembangunan, Strategi TNI Menghadapi Ancaman Baru
Jepang Tawarkan Kapal...
Jepang Tawarkan Kapal Selam dan Kapal Perang Fregat Mogami ke Indonesia
President Club Bersama...
President Club Bersama PSAPI dan Yayasan Pustaka Obor Indonesia Gelar Peluncuran Buku Karya Chappy Hakim
Mahfud MD Sebut Militeristik...
Mahfud MD Sebut Militeristik Tak Cocok di Polri, Pakar: Perlu untuk Lindungi Rakyat
Menlu Sugiono Sebut...
Menlu Sugiono Sebut Pembahasan Overflight Access AS Masih Panjang
Selamat Ginting: Kalau...
Selamat Ginting: Kalau Situasinya Mengharuskan, Komcad Jadi Wajib Militer Saja
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh di Pangkalan California, 8 Orang Tewas
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Rekomendasi
Toni, Badri, dan Saiful...
Toni, Badri, dan Saiful Hakim Dilaporkan Kader PPP ke Polda Metro atas Dugaan Pemalsuan Dokumen Muktamar
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Berita Terkini
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Aliansi BEM Bersatu...
Aliansi BEM Bersatu Endus Dugaan Keterlibatan Politikus PDIP dalam Aksi Tolak MBG
Budiman Sesalkan Pembubaran...
Budiman Sesalkan Pembubaran Diskusi di UGM: Seharusnya Kita Bisa Berdialog dengan Sehat
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Bonatua Silalahi Ungkap...
Bonatua Silalahi Ungkap Kejanggalan di Fotokopi Ijazah Jokowi: Tak Ada Tanggal Legalisir, Melanggar Peraturan
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Infografis
Pasifik Jadi Medan Adu...
Pasifik Jadi Medan Adu Kuat Kapal Induk AS dan China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved