Menciptakan Generasi Tangguh di Tengah Tantangan Zaman

Senin, 05 Desember 2022 - 05:39 WIB
loading...
Menciptakan Generasi...
Kepala Sekolah SDS IT Nahwa Nur, Laila Nuri saat memberi sambutan di acara Seminar Parenting bertajuk Mendidik Anak Tangguh di Zaman Now, Sabtu 3 Desember 2022. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Zaman yang terus berganti menakdirkan perubahan menjadi sebuah keniscayaan. Adanya teknologi, terkhusus handphone (HP), menjadi satu hal yang tak bisa terlepaskan dari genggaman setiap orang.

Kini anak-anak di masa sekarang, menjadi generasi yang biasa disebut dengan I-Generation atau generasi Z. Generasi yang akrab dengan teknologi. Proses tumbuh kembang anak pun tidak lepas dari gadget (handphone) karena gadget ini dijadikan 'asisten pendidik' oleh orang tua.

Pandangan tersebut terungkap dalam Seminar Parenting bertajuk Mendidik Anak Tangguh di Zaman Now, diselenggarakan oleh SDS IT Nahwa Nur, Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Sabtu 3 Desember 2022.

"Generasi Z juga memiliki karakter mudah dipengaruhi, kecanduan teknologi serta konsumtif. Menjadikan anak tangguh merupakan tanggung jawab orang tua," kata Kepala Sekolah SDS IT Nahwa Nur, Laila Nuri dalam keterangannya, Minggu (5/12/2022).
Menciptakan Generasi Tangguh di Tengah Tantangan Zaman

Orang tua menurut Laila, dituntut berpikir kreatif juga cerdas dalam menghadapi dan mengimbangi anak. Generasi Z cenderung memiliki jaringan di sosial media dan multitasking. Namun memiliki kecenderungan negatif seperti perilaku asosial, terburu-buru dan tidak teliti, tidak tangguh dalam proses.

"Jika kita tidak paham ilmunya, bagaimana kita bisa mengimplementasikannya dalam rumah tangga," ujarnya.

Baca juga: Growth Mindset Bakal Lahirkan Generasi Muda yang Tangguh

Pemateri dalam seminar parenting, Ustaz Bendri Jaisyurrahman mengungkapkan, di saat ucapan orang tua terkadang tidak lebih menyenangkan dari pada bermain gadget, anak sulit dinasihati dan tidak terketuk hatinya untuk mendengarkan arahan orang tua apalagi menghormatinya.

"Maksudnya, beri mereka rasa nyaman dan senang terlebih dahulu akan sesuatu yang ingin kita ajarkan, baru memberikan anak pesan," tuturnya.

Menurut Ustaz Bendri, kesan yang baik akan membuat anak merasa butuh atau ketagihan akan sesuatu. Dulu kata dia, orang tua memiliki kecenderungan bersikap tegas, disipilin, kasar, tapi dampaknya anak menjadi tangguh.

"Kita tidak bisa mengulang pola didik anak di masa lalu karena berbeda tantangan, zaman sudah berubah," ujar Ustad yang biasa Ajo Bendri.

Dahulu, anak ketika dimarahi orang tua mau keluar rumah saja merasa takut, anak yang meminta maaf karena membuat orangtua marah. Sekarang anak dimarahi orang tua langsung frustasi bahkan memilih pelarian bermacam-macam, orang tuanya yang harus meminta maaf.

"Belajar dari Nabi Yusuf, anak tangguh zaman now harus mampu melewati ujian kesulitan, ujian syahwat dan ujian marah. Semuanya bermula dari iman. Jundub bin Junadah ra. berkata, 'Kami telah bersama Nabi saw. ketika kami masih sangat muda. Kami mempelajari iman sebelum belajar Al-Qur'an, kemudian kami mempelajari Al-Qur’an hingga bertambahlah keimanan kami karenanya," ungkap Ajo Bendri seraya menuturkan hadis Riwayat Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Albani.

Selain itu kata dia, orang tua perlu menguatkan ikatan hati agar anak tangguh. Menurutnya, hati yang terikat mampu membuat akal anak untuk tunduk kepada orang tuanya. Dampak ikatan hati di antaranya, orang tua menjadi rujukan nilai, seperti sosok ayah di mata anak sebagai penyelamat dan tidak menyimpan rahasia kepada orang tua.

"Atur pemakaian gadget pada anak juga penting, dilihat dari waktu, durasi, isi, lokasi, dan situasi. Hal tersebut penting agar gadget tidak menggantikan posisi pengasuhan orang tua. Taklukan rasa bosan pada anak bukan dengan memberi gadget, tapi ganti dengan bermain, bercerita, dan melatih anak memiliki daily rundown atau jadwal harian yang sudah terprogram baik," tutupnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkomdigi Meutya Hafid:...
Menkomdigi Meutya Hafid: 4,7 Juta Akun Anak di TikTok dan YouTube Dinonaktifkan
BKKBN Tekankan Peran...
BKKBN Tekankan Peran Ayah Kunci Pembentukan Karakter Anak
Kekerasan Fisik dan...
Kekerasan Fisik dan Seksual Masih Ada, Menag: Pesantren Harus Jadi Ruang Paling Aman bagi Anak
Menteri Arifah: PP Tunas...
Menteri Arifah: PP Tunas Lindungi Anak dari Ancaman Ruang Digital
KLB Campak Meningkat,...
KLB Campak Meningkat, Vita DPR: Negara Tak Boleh Abai Lindungi Anak
Pemerintah Batasi TikTok...
Pemerintah Batasi TikTok hingga Roblox untuk Anak-anak, Orang Tua: Kita Dukung!
Pertama Kali, Dokter...
Pertama Kali, Dokter Belanda Suntik Mati Seorang Anak di Bawah Usia 12 Tahun
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Ruben Onsu Tak Lagi...
Ruben Onsu Tak Lagi Harapkan Permintaan Maaf Sarwendah, Hanya Ingin Bertemu Anak
Rekomendasi
5 Fakta Menarik Jerman...
5 Fakta Menarik Jerman Tersingkir dari Piala Dunia 2026: Pecah Rekor Adu Penalti
87 Warga Aceh Tamiang...
87 Warga Aceh Tamiang Dapat Layanan Dokter Spesialis Gratis dalam Milad ke-24 BSMI
Pendapatan Melonjak...
Pendapatan Melonjak 47,7%, KPIG Raih Laba Bersih Rp724,2 Miliar di 2025
Berita Terkini
Nadiem Makarim Menangis...
Nadiem Makarim Menangis hingga Beri Tanda Tangan ke Mitra Go Jek saat Tiba di PN Tipikor
Sampaikan Amanah Prabowo,...
Sampaikan Amanah Prabowo, Wamenhaj Salurkan Bantuan untuk Jemaah Haji asal Aceh yang Terlilit Utang
PKS Targetkan 2 Kali...
PKS Targetkan 2 Kali Lipat Legislator Muda di Senayan pada 2029
Histeria Ojol dan Kerentanan...
Histeria Ojol dan Kerentanan Ekstrem Pekerja 'Gig Economy'
Nadiem Makarim Hadapi...
Nadiem Makarim Hadapi Sidang Putusan Kasus Chromebook Hari Ini
MK Putuskan Pembayaran...
MK Putuskan Pembayaran Dana Pensiun Sukarela Bisa Dilakukan Sekaligus atau Berkala
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved