Moderasi Beragama di Salatiga, Nonmuslim Rutin Bantu Kelancaran Salat Id di Alun-Alun Pancasila
Rabu, 30 November 2022 - 10:45 WIB
loading...
A
A
A
Bahkan mereka bisa saling bahu membahu di saat mengalami kekurangan maupun musibah. Seperti pada saat pandemi Covid-19 lalu. Dalam situasi sulit bisa saling membantu untuk bertahan hidup. Mereka tidak canggung untuk memberikan bantuan kepada sesama meski bukan berasal dari satu daerah.
Tak hanya itu, kepedulian warga Kampung Kemiri terhadap pendatang yang indekos juga tinggi. Bahkan, ada warga yang rela merawat mahasiswi yang terpapar Covid-19 tanpa rasa takut tertular.
Warga yang merawat mahasiswi bernama Evelyn Febrian, asal Tangerang tersebut, yakni Yosefa Maria Kasmi. Pemilik indekos tempat Evelyn tinggal itu mengatakan, apa yang dilakukannya tersebut semata-mata atas dasar rasa kemanusiaan dan toleransi. Maria, sapaan akrab ibu tiga anak ini sudah menganggap mahasiswa yang tinggal di rumah kosnya seperti anak sendiri.
"Ketika sakit pun saya rawat mereka seperti merawat anak sendiri, bergantian dengan mahasiswa lainnya kami menyiapkan makanan untuk Evelyn dan tiga anak kost yang terpapar Covid-19. Kalau memang tidak sempat memasak karena saya sendiri juga masih bekerja saya belikan di sekitar rumah," tuturnya.
Ini menunjukkan toleransi yang dimiliki masyarakat Kota Salatiga tinggi. Begitu pula dengan kerukunan antar umat beragama. Masyarakat yang majemuk bisa berkumpul rukun, hidup damai, nyaman dan tenteram. Bahkan ada beberapa masjid dan gereja yang berdiri megah berhadapan.
Tempat ibadah tersebut antara lain Masjid Pandawa dan GKI Salatiga yang berada di Jalan Jenderal Sudirman, Masjid Darul Amal satu kawasan dengan Gereja Kristen Jawa Salatiga Utara dan HKBP. Demikian juga Masjid Kauman di Jalan KH Wahid Hasyim juga berdekatan dengan Gereja Kristen Jawa. Saling meminjam lahar parkir saat ibadah pun menjadi hal biasa.
Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Salatiga Noor Rofiq mengatakan, kehidupan beragama di Salatiga sangat harmonis. "Tokoh agama rutin melakukan pertemuan, sehingga terjalin silaturahmi dan komunikasi yang baik," ujarnya.
Di sisi lain, Pemkot Salatiga juga terus melakukan sosialisasi kerukunan umat beragama dan mempererat tali silaturahmi dengan tokoh agama. Dalam upaya menjaga kerukunan dan toleransi, Pemkot Salatiga telah membentuk kampung wawasan kebangsaan dan membuat agenda rutin kemah kebangsaan lintas agama serta menggencarkan sosialisasi kerukunan umat beragama.
Tak hanya itu, kepedulian warga Kampung Kemiri terhadap pendatang yang indekos juga tinggi. Bahkan, ada warga yang rela merawat mahasiswi yang terpapar Covid-19 tanpa rasa takut tertular.
Warga yang merawat mahasiswi bernama Evelyn Febrian, asal Tangerang tersebut, yakni Yosefa Maria Kasmi. Pemilik indekos tempat Evelyn tinggal itu mengatakan, apa yang dilakukannya tersebut semata-mata atas dasar rasa kemanusiaan dan toleransi. Maria, sapaan akrab ibu tiga anak ini sudah menganggap mahasiswa yang tinggal di rumah kosnya seperti anak sendiri.
"Ketika sakit pun saya rawat mereka seperti merawat anak sendiri, bergantian dengan mahasiswa lainnya kami menyiapkan makanan untuk Evelyn dan tiga anak kost yang terpapar Covid-19. Kalau memang tidak sempat memasak karena saya sendiri juga masih bekerja saya belikan di sekitar rumah," tuturnya.
Ini menunjukkan toleransi yang dimiliki masyarakat Kota Salatiga tinggi. Begitu pula dengan kerukunan antar umat beragama. Masyarakat yang majemuk bisa berkumpul rukun, hidup damai, nyaman dan tenteram. Bahkan ada beberapa masjid dan gereja yang berdiri megah berhadapan.
Tempat ibadah tersebut antara lain Masjid Pandawa dan GKI Salatiga yang berada di Jalan Jenderal Sudirman, Masjid Darul Amal satu kawasan dengan Gereja Kristen Jawa Salatiga Utara dan HKBP. Demikian juga Masjid Kauman di Jalan KH Wahid Hasyim juga berdekatan dengan Gereja Kristen Jawa. Saling meminjam lahar parkir saat ibadah pun menjadi hal biasa.
Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Salatiga Noor Rofiq mengatakan, kehidupan beragama di Salatiga sangat harmonis. "Tokoh agama rutin melakukan pertemuan, sehingga terjalin silaturahmi dan komunikasi yang baik," ujarnya.
Di sisi lain, Pemkot Salatiga juga terus melakukan sosialisasi kerukunan umat beragama dan mempererat tali silaturahmi dengan tokoh agama. Dalam upaya menjaga kerukunan dan toleransi, Pemkot Salatiga telah membentuk kampung wawasan kebangsaan dan membuat agenda rutin kemah kebangsaan lintas agama serta menggencarkan sosialisasi kerukunan umat beragama.
(ars)
Lihat Juga :