Endorse Capres 2024, Demokrat Bandingkan Jokowi dengan SBY
Senin, 28 November 2022 - 06:41 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Legislator asal Kalimantan Timur ini, sebaiknya Jokowi membebaskan masyarakat untuk memilih pemimpin yang paling mereka yakini bisa mewakilinya, tanpa perlu dipengaruhi oleh segelintir kepentingan elite.
"Membebaskan masyarakat menentukan pilihan politiknya adalah esensi dari demokrasi yang sehat dan substansial," tegas Irwan Fecho.
Irwan menambahkan seharusnya sekelas Presiden dapat menjaga bagaimana demokrasi berjalan secara sehat, bukan sekadar prosedural tetapi juga substansial. Menyampaikan isyarat-isyarat dukungan pada kandidat capres itu bukan hal yang semestinya dilakukan oleh pemimpin sekelas Presiden karena dapat menurunkan wibawanya sebagai Kepala Negara. Baca juga: Relawan Jokowi Gelar Nusantara Bersatu, PDIP Minta Lingkaran Presiden Tak ABS
"Melakukan kode-kode semacam endorse yang dilakukan oleh selevel Presiden RI kepada kandidat bakal Capres 2024 bukanlah cerminan dari demokrasi yang sehat. Ibarat pribahasa, “menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri”. Tingkah Presiden Jokowi menjatuhkan wibawa dan martabat seorang Kepala Negara," tandas Doktor Ilmu Kehutanan Universitas Mulawarman ini.
"Membebaskan masyarakat menentukan pilihan politiknya adalah esensi dari demokrasi yang sehat dan substansial," tegas Irwan Fecho.
Irwan menambahkan seharusnya sekelas Presiden dapat menjaga bagaimana demokrasi berjalan secara sehat, bukan sekadar prosedural tetapi juga substansial. Menyampaikan isyarat-isyarat dukungan pada kandidat capres itu bukan hal yang semestinya dilakukan oleh pemimpin sekelas Presiden karena dapat menurunkan wibawanya sebagai Kepala Negara. Baca juga: Relawan Jokowi Gelar Nusantara Bersatu, PDIP Minta Lingkaran Presiden Tak ABS
"Melakukan kode-kode semacam endorse yang dilakukan oleh selevel Presiden RI kepada kandidat bakal Capres 2024 bukanlah cerminan dari demokrasi yang sehat. Ibarat pribahasa, “menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri”. Tingkah Presiden Jokowi menjatuhkan wibawa dan martabat seorang Kepala Negara," tandas Doktor Ilmu Kehutanan Universitas Mulawarman ini.
(kri)
Lihat Juga :