Prabowo Bersyukur Bergabung dengan Pemerintah Mampu Satukan Indonesia
Minggu, 27 November 2022 - 14:15 WIB
loading...
Menhan Prabowo Subianto hadir dan menyampaikan pidato dalam Munas XI KAHMI di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (26/11/2022). Prabowo mengaku senang bergabungnya Gerindra dengan pemerintahan membuat Indonesia damai dan bersatu. Foto/ist
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mengaku bersyukur memutuskan bergabung dengan pemerintahan Presiden Jokowi seusai Pilpres 2019. Menurut dia, bergabungnya Gerindra ke dalam koalisi pemerintahan menularkan nilai positif. Indonesia kini lebih kondusif karena masyarakat damai dan bersatu.
Baginya, ketegangan dan semangat rivalitas yang terjadi lazim terjadi seperti dalam pertandingan sepak bola antarkampung. Hal tersebut disampaikannya dalam Musyawarah Nasional (Munas) XI Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Sabtu (26/11/2022).
"Sekarang jadi contoh, kita bisa damai, kita bersatu. Ada ketegangan, semangat rivalitas, itu biasa. Sepak bola saja suka berkelahi di kecamatan, yang dikejar pun wasitnya," katanya.
Baca juga: Hadiri Munas KAHMI, Prabowo Subianto: Gila! Di Gerindra 40 Persen HMI
Padahal, ungkap Prabowo, ketegangan horizontal sempat membuncah pada Pilpres 2019 bahkan memicu tragedi 22 Mei. Kala itu, massa pendukungnya mengadakan aksi di depan Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang akan menggelar rapat dugaan pelanggaran pemilihan umum (pemilu).
Hal tersebut sempat membuatnya gusar. Prabowo lantas memilih mendatangi para pemilihnya pada 22 Mei dini hari.
Baginya, ketegangan dan semangat rivalitas yang terjadi lazim terjadi seperti dalam pertandingan sepak bola antarkampung. Hal tersebut disampaikannya dalam Musyawarah Nasional (Munas) XI Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Sabtu (26/11/2022).
"Sekarang jadi contoh, kita bisa damai, kita bersatu. Ada ketegangan, semangat rivalitas, itu biasa. Sepak bola saja suka berkelahi di kecamatan, yang dikejar pun wasitnya," katanya.
Baca juga: Hadiri Munas KAHMI, Prabowo Subianto: Gila! Di Gerindra 40 Persen HMI
Padahal, ungkap Prabowo, ketegangan horizontal sempat membuncah pada Pilpres 2019 bahkan memicu tragedi 22 Mei. Kala itu, massa pendukungnya mengadakan aksi di depan Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang akan menggelar rapat dugaan pelanggaran pemilihan umum (pemilu).
Hal tersebut sempat membuatnya gusar. Prabowo lantas memilih mendatangi para pemilihnya pada 22 Mei dini hari.
Lihat Juga :