Profil Marsekal Fadjar Prasetyo, Penerbang Pesawat Tempur yang Jadi Calon Panglima TNI

Sabtu, 26 November 2022 - 00:40 WIB
loading...
Profil Marsekal Fadjar Prasetyo, Penerbang Pesawat Tempur yang Jadi Calon Panglima TNI
Ada sejumlah nama yang dijagokan menggantikan posisi Jenderal Andika sebagai Panglima TNI. Di antaranya adalah, KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Kurang dari sebulan, tepatnya 21 Desember 2022, masa jabatan Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa akan berakhir. Jenderal Andika pun kemudian memasuki masa pensiun.

Atas kondisi ini, ada sejumlah nama yang dijagokan menggantikan posisi Jenderal Andika. Di antaranya Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo .

Penerbang pesawat tempur A-4 Skyhawk dengan callsign 'Bobcat' ini menjabat sebagai KSAU sejak tanggal 20 Mei 2020.

Baca juga: Profil Laksamana Yudo Margono, Anak Petani yang Jadi Calon Panglima TNI

Dikutip dari laman tni-au.mil.id, sosok kelahiran Jakarta, 9 April 1966 ini merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 1988. Setelah lulus, pria asal Jakarta ini bertugas menjadi penerbang tempur pesawat A-4 Skyhawk di Skuadron 11 Landasan Udara Sultan Hasanuddin, Makassar sejak 1990-1995.

Sempat dua kali bertugas di Skuadron Udara 17 Landasan Udara Halim Perdanakusuma, hingga akhirnya dia dipromosikan sebagai Komandan di Skuadron Udara 17.

Kemudian, ketika Fadjar Prasetyo berpangkat kolonel pada 2013 lalu, dia kembali diangkat Komandan Wing 1 Lanud Halim Perdanakusuma. Hingga pada akhirnya dia musti bergeser posisi pada 2016 untuk menjadi Direktur Pendidikan dan Latihan di Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan Angkatan Udara.

Baca juga: Profil Jenderal Dudung, Calon Panglima TNI yang Pernah Jadi Loper Koran

Pangkat Jenderal Bintang Satu atau Marsekal Muda TNI mulai tersemat di pundak Fadjar pada Oktober 2016. Dia pun kembali bertugas di Halim sebagai Komandan Landasan Udara Halim Perdanakusuma menggantikan Marsma TNI Sri Mulyo Handoko.

Kariernya mulai gemilang setelah dipindah tugaskan untuk menjaga wilayah udara Indonesia bagian barat, meliputi seluruh Sumatra, Kalimantan Barat, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Yogyakarta, pada tahun 2019.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3312 seconds (10.177#12.26)