Bertemu Hon Richard Marles, Prabowo Berharap Lebih Banyak Taruna RI Belajar di ADFA dan Duntroon

Kamis, 24 November 2022 - 09:48 WIB
loading...
Bertemu Hon Richard Marles, Prabowo Berharap Lebih Banyak Taruna RI Belajar di ADFA dan Duntroon
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto berkesempatan melakukan pertemuan dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Australia The Hon Richard Marles MP di Siem Reap, Kamboja, Selasa (22/11/2022). Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto berkesempatan melakukan pertemuan dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Australia The Hon Richard Marles MP di Siem Reap, Kamboja, Selasa (22/11/2022). Pertemuan mereka berlangsung di sela-sela pelaksanaan forum menteri pertahanan (Menhan) se-ASEAN atau Defence Ministers’ Meeting (ADMM) Plus 2022.

Dalam pertemuan itu, Prabowo menyampaikan harapan kedua negara dapat terus berbagi dan menerapkan prinsip-prinsip demokrasi yang membawa hubungan kedua negara menjadi lebih kuat dan kokoh di tahun-tahun mendatang. Prabowo menuturkan bahwa Indonesia selalu memandang Australia sebagai teman dekat dan negara mitra utama di kawasan, khususnya di bidang pertahanan.

“Persahabatan dan kemitraan yang erat tersebut terjadi bukan hanya karena kedekatan geografis, tetapi juga karena kepentingan bersama yang dimiliki kedua negara,” ujar Prabowo.

Baca juga: Indonesia Tuan Rumah Forum Menhan se-ASEAN pada 2023, Prabowo: Marilah Kita Makmur Bersama



Prabowo juga berterima kasih atas persetujuan Menhan Australia yang memberikan kesempatan bagi Taruna TNI belajar di ADFA dan Duntroon. Saat ini, ada dua taruna AKMIL yang sedang menjalani pendidikan dan pelatihan di RMC-Duntroon selama 18 bulan, dan memulai studinya pada 2 Februari 2022.

“Saya berharap ke depannya lebih banyak taruna dari TNI AD, AL, dan AU yang bisa bergabung dengan rekan-rekannya di ADFA. Ini dapat menciptakan hubungan yang jauh lebih baik antara pemimpin TNI dan ADF di masa depan,” ujarnya.

Kedua negara saat ini sedang menyiapkan dokumen kerja sama dan statement of intent yang akan memberikan kerangka hukum dan administrasi yang komprehensif untuk kemitraan pertahanan bilateral, memperkuat dan menyederhanakan kerja sama pertahanan bilateral serta menjadi sinyal penting bagi kawasan tentang komitmen kemitraan pertahanan kedua negara terhadap keamanan maupun stabilitas kawasan.
(rca)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2401 seconds (11.97#12.26)