Menakar Siapa Panglima TNI Selanjutnya, AD Lagi atau Giliran AL?
Rabu, 23 November 2022 - 07:46 WIB
loading...
A
A
A
Karena itu, kata dia, Komisi I DPR menyerahkan sepenuhnya kewenangan memilih calon Panglima TNI itu kepada Presiden Jokowi. Sebab, sebagai kepala negara, Jokowi lah yang lebih mengetahui kebutuhan bagi institusi TNI tersebut. “Ya sudahlah, harus diserahkan benar-benar murni kepada Presiden Jokowi yang memutuskan,” ujarnya.
KSAL Laksamana TNI Yudo Margono enggan menanggapi kabar dirinya menemui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno di Gedung Utama Setneg, Jakarta, pada Senin (21/11/2022). Yudo merupakan salah satu calon potensial menjadi Panglima TNI menggantikan Jenderal Andika.
Saat ditemui di Markas Besar TNI AL di Cilangkap, Jakarta Timur, Yudo irit bicara soal pertemuannya dengan Pratikno. Ia hanya tertawa sambil menebak bahwa awak media akan mengarah ke pertanyaan mengenai pertemuannya dengan Sekretaris Negara tersebut. “Pasti akan mengarah ke sana toh (pertanyaannya)?” kata Yudo.
Presiden Jokowi pada awal bulan ini menyebut sudah mengantongi sosok Panglima TNI pengganti Jenderal Andika. “Sudah semua di kantong. Kan memang harus dari kepala staf, nanti segera dipilih,” kata Jokowi.
Selain Laksamana Yudo, Jenderal Dudung juga dinilai punya peluang kuat menggantikan Jenderal Andika. Analis komunikasi politik dan militer dari Universitas Nasional (Unas), Selamat Ginting mengatakan, dinamika menjelang Pemilu 2024 berpotensi memunculkan instabilitas politik dalam negeri Indonesia.
Karena itu, menurutnya, presiden membutuhkan sosok yang mampu menangani persoalan instabilitas politik yang mungkin terjadi. “Tapi ini kembali lagi bagaimana presiden melihat perspektifnya dari sisi mana,” kata Ginting.
Ginting mencontohkan kiprah Dudung menyelesaikan persoalan gangguan atau ancaman yang berpotensi membuat gaduh situasi nasional, seperti menurunkan baliho Habib Rizieq Shihab. Kendati mendapatkan perlawanan dari pengikut Rizieq Shihab, Dudung tetap berhasil membuat situasi politik nasional kondusif.
“Dalam beberapa kasus presiden memberikan kepercayaan yang begitu besar kepada Jenderal Dudung karena termasuk orang yang paling berani mengambil risiko, keputusan, peran dan tanggung jawab,” pungkasnya.
KSAL Laksamana TNI Yudo Margono enggan menanggapi kabar dirinya menemui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno di Gedung Utama Setneg, Jakarta, pada Senin (21/11/2022). Yudo merupakan salah satu calon potensial menjadi Panglima TNI menggantikan Jenderal Andika.
Saat ditemui di Markas Besar TNI AL di Cilangkap, Jakarta Timur, Yudo irit bicara soal pertemuannya dengan Pratikno. Ia hanya tertawa sambil menebak bahwa awak media akan mengarah ke pertanyaan mengenai pertemuannya dengan Sekretaris Negara tersebut. “Pasti akan mengarah ke sana toh (pertanyaannya)?” kata Yudo.
Presiden Jokowi pada awal bulan ini menyebut sudah mengantongi sosok Panglima TNI pengganti Jenderal Andika. “Sudah semua di kantong. Kan memang harus dari kepala staf, nanti segera dipilih,” kata Jokowi.
Selain Laksamana Yudo, Jenderal Dudung juga dinilai punya peluang kuat menggantikan Jenderal Andika. Analis komunikasi politik dan militer dari Universitas Nasional (Unas), Selamat Ginting mengatakan, dinamika menjelang Pemilu 2024 berpotensi memunculkan instabilitas politik dalam negeri Indonesia.
Karena itu, menurutnya, presiden membutuhkan sosok yang mampu menangani persoalan instabilitas politik yang mungkin terjadi. “Tapi ini kembali lagi bagaimana presiden melihat perspektifnya dari sisi mana,” kata Ginting.
Ginting mencontohkan kiprah Dudung menyelesaikan persoalan gangguan atau ancaman yang berpotensi membuat gaduh situasi nasional, seperti menurunkan baliho Habib Rizieq Shihab. Kendati mendapatkan perlawanan dari pengikut Rizieq Shihab, Dudung tetap berhasil membuat situasi politik nasional kondusif.
“Dalam beberapa kasus presiden memberikan kepercayaan yang begitu besar kepada Jenderal Dudung karena termasuk orang yang paling berani mengambil risiko, keputusan, peran dan tanggung jawab,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :