Serukan Pengakuan Sistem Sertifikasi, Indonesia dan Negara Produsen Kayu Tropis Bentuk Koalisi

Kamis, 17 November 2022 - 17:41 WIB
loading...
Serukan Pengakuan Sistem...
Pengumuman koalisi negara-negara produsen kayu tropis di Paviliun Indonesia pada Konferensi Perubahan Iklim COP27 UNFCCC di Sharm El Sheikh, Mesir, Rabu, 16 November 2022. Foto/IST
A A A
JAKARTA - Negara-negara produsen kayu tropis membentuk koalisi untuk mendesak pengakuan sistem sertifikasi yang dikembangkan oleh masing-masing negara. Pengakuan dari negara konsumen terhadap sistem sertifikasi nasional diharapkan dapat membuka pasar lebih luas sebagai insentif dalam pengelolaan hutan lestari.

Koalisi terdiri dari Indonesia, Guyana, Liberia, Ghana, Republik Kongo, Kamerun, dan yang baru bergabung, Gabon. Koalisi diumumkan di Paviliun Indonesia pada Konferensi Perubahan Iklim COP27 UNFCCC di Sharm El Sheikh, Mesir, Rabu (16/11/2022).

Hadir pada pengumuman koalisi tersebut Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Alue Dohong, Chair of The Forestry Development Authority Liberia Harrison Karnwea, Director of Ghana Forestry Comission Chris Beeko, Minister of Forest Economy Republik Kongo Rosalie Motondo, dan pejabat senior dari negara-negara koalisi secara faktual maupun virtual.

Koalisi berisi negara yang umumnya menjalin perjanjian kemitraan sukarela untuk penegakan hukum, perbaikan tata kelola, dan perdagangan kayu (FLEGT-VPA) dengan Uni Eropa. Setiap negara telah berhasil memperbaiki tata kelola kayu dan membangun sistem sertifikasi kayu secara nasional, namun merasakan minimnya insentif pasar terhadap apa yang sudah dicapai.

"Menghargai tata kelola hutan yang baik dengan insentif pasar bisa mendorong transformasi di sektor kehutanan, mencegah deforestasi dan degradasi hutan, yang akan berdampak pada pencegahan perubahan iklim," kata Dirjen Pengelolaan Hutan Lestari KLHK Agus Justianto.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menteri LH Tetapkan...
Menteri LH Tetapkan Status Darurat Sampah Nasional
KLHK Apresiasi Pihak...
KLHK Apresiasi Pihak yang Berkomitmen terhadap Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan
Menteri Raja Juli Ajak...
Menteri Raja Juli Ajak Jajaran Kementerian Kehutanan Jaga Alam dan Rutin Bawa Tumbler
Jaksa Agung: Ada Pejabat...
Jaksa Agung: Ada Pejabat KLHK Terlibat Dugaan Korupsi Sawit, Berpotensi Jadi Tersangka
Pemerintah Siap Menangani...
Pemerintah Siap Menangani Potensi Karhutla 2025
Bappenas Sebut 9.075...
Bappenas Sebut 9.075 Desa Rentan Terhadap Bencana dan Dampak Krisis Iklim
Indonesia Perkuat Integritas...
Indonesia Perkuat Integritas Pasar Karbon Nasional Melalui Kolaborasi Global
Genjot Penjualan Produk...
Genjot Penjualan Produk Kayu, Kemenhut Perkuat Pemasaran Domestik
Koperasi Pemulung Berdaya...
Koperasi Pemulung Berdaya Raih Kepercayaan Kelola Dana Layanan Pembiayaan Ekonomi Sirkular
Rekomendasi
Polisi Sudah Periksa...
Polisi Sudah Periksa 10 Saksi di Kasus Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan oleh Hotman Paris
Wali Kota Semarang:...
Wali Kota Semarang: Butuh Komitmen Bersama dalam Pemberantasan Korupsi
Nonton Latihan Pestapora...
Nonton Latihan Pestapora Makassar Lebih Murah Pakai BRImo, Begini Cara Dapat Promonya!
Berita Terkini
Breaking News! Febrie...
Breaking News! Febrie Adriansyah Ditahan Kejagung
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Selesai Diperiksa, 2 Mobil Tahanan Siaga di Kejagung
Pemeriksaan Febrie Adriansyah...
Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung, Eks Penyidik KPK: Penahanan Penting agar Penyidikan Tak Diintervensi
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Petani Tebu yang Belum...
Petani Tebu yang Belum Merdeka
Pemerintah Perkuat Pengelolaan...
Pemerintah Perkuat Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup via BPDLH
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved