Miliki Kemampuan sebagai Pemimpin, Pengamat: Airlangga Layak Jadi Capres 2024
Rabu, 16 November 2022 - 17:16 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, hasil temuan dalam penelitian ini menunjukkan tingkat keterpilihan Airlangga yang sangat tinggi dibandingkan tokoh lain, tidak lepas dari faktor rekam jejak kepemimpinannya selama dua periode di kabinet Jokowi.
Airlangga dinilai sangat berhasil kinerjanya dan banyak dirasakan oleh masyarakat dibandingkan tokoh lainnya. Hal ini juga terpotret dari hasil penelitian di mana hasil simulasi antara 5 tokoh, Airlangga unggul dengan tingkat keterpilihan 30,7%. Kemudian di urutan kedua Prabowo Subianto 27,1%, urutan ketiga Ganjar Pranowo 9,2%, Puan Maharani 5,3%, dan Anies Baswedan 5,2%, serta tidak memilih sebanyak 22,5%.
Direktur Eksekutif INES Nugraheni Kartika Dewi menjelaskan, metodelogi yang dilakukan dalam surevi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan tujuan agar hasil penelitian mendapatkan data komprehensif yang mampu memberikan gambaran dalam bentuk nominal yang terukur dan akurat. Teknik pengumpulan data antara lain menggunakan angket berupa kuesioner, kemudian dilakukan observasi
"Penelitian ini mengunakan jumlah sample sebanyak 2.180 responden di 400 kabupaten/kota yang sudah memiliki hak pilih saat penelitian dilakukan. Penarikan sample menggunakan metode multistage random sampling dan hasil penelitian ini memiliki tingkat kepercayaan 95% dengan margin of Error +/- 2,1%," ujar Nugraheni.
Berdasarkan respons yang diberikan oleh 2.180 responden , penelitian ini menemukan ada empat faktor yang memengaruhi perilaku memilih presiden dan wakil presiden. Memilih berdasarkan personal kandidat sebanyak 45,7 % yang meliputi rekam jejak kepemimpinan, kemampuan dalam menjalin relasi dengan masyarakat dan lawan politik, kharisma, kewibawaan, ketegasan, kemenarikan secara fisik, serta kelincahan.
Faktor tawaran kandidat presiden dan wakil presiden sebanyak 25,6% yang menekankan pada visi, misi, dan program kerja. Kemudian personal pemilih sebanyak 10,9 % berupa kesamaan identitas sosial dengan kandidat dan ketidaksukaan terhadap kandidat presiden dan wakil presiden yang lain.
Airlangga dinilai sangat berhasil kinerjanya dan banyak dirasakan oleh masyarakat dibandingkan tokoh lainnya. Hal ini juga terpotret dari hasil penelitian di mana hasil simulasi antara 5 tokoh, Airlangga unggul dengan tingkat keterpilihan 30,7%. Kemudian di urutan kedua Prabowo Subianto 27,1%, urutan ketiga Ganjar Pranowo 9,2%, Puan Maharani 5,3%, dan Anies Baswedan 5,2%, serta tidak memilih sebanyak 22,5%.
Direktur Eksekutif INES Nugraheni Kartika Dewi menjelaskan, metodelogi yang dilakukan dalam surevi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan tujuan agar hasil penelitian mendapatkan data komprehensif yang mampu memberikan gambaran dalam bentuk nominal yang terukur dan akurat. Teknik pengumpulan data antara lain menggunakan angket berupa kuesioner, kemudian dilakukan observasi
"Penelitian ini mengunakan jumlah sample sebanyak 2.180 responden di 400 kabupaten/kota yang sudah memiliki hak pilih saat penelitian dilakukan. Penarikan sample menggunakan metode multistage random sampling dan hasil penelitian ini memiliki tingkat kepercayaan 95% dengan margin of Error +/- 2,1%," ujar Nugraheni.
Berdasarkan respons yang diberikan oleh 2.180 responden , penelitian ini menemukan ada empat faktor yang memengaruhi perilaku memilih presiden dan wakil presiden. Memilih berdasarkan personal kandidat sebanyak 45,7 % yang meliputi rekam jejak kepemimpinan, kemampuan dalam menjalin relasi dengan masyarakat dan lawan politik, kharisma, kewibawaan, ketegasan, kemenarikan secara fisik, serta kelincahan.
Faktor tawaran kandidat presiden dan wakil presiden sebanyak 25,6% yang menekankan pada visi, misi, dan program kerja. Kemudian personal pemilih sebanyak 10,9 % berupa kesamaan identitas sosial dengan kandidat dan ketidaksukaan terhadap kandidat presiden dan wakil presiden yang lain.
Lihat Juga :