PPP-PAN Kompak Tak Haramkan Politik Identitas

Selasa, 15 November 2022 - 16:34 WIB
loading...
PPP-PAN Kompak Tak Haramkan...
Politik identitas dianggap sudah menjadi bagian budaya di Indonesia. Foto: MPI/Wiidya Michella
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani mengaku tak mengharamkan politik identitas . Sebab politik identitas telah masuk ke dalam konteks budaya di Indonesia.

"Politik identitas tidak mungkin diharamkan sama sekali, karena kita menunjukkan identitas kita," kata Asrul dalam Diskusi Media Road to Muktamar di Gedung Dakwah PP Muhamadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (15/11/2022).

Lantas dia mencontohkan UU di Indonesia pun bahkan mengartikulasikan politik identitas. Salah satunya adalah saat pemilihan panitia khusus (pansus) di daerah Papua.

Baca juga: Meluruskan Kesalahpahaman tentang Politik Identitas

"Pansus Papua, calonnya harus Papua itu kan identitas, tapi kita hormati,. Kita yakini akan membawa kemanfaatan juga," ujar dia.

Namun, politik identitas yang diharamkan adalah yang memecah belah bangsa dan keluar dari empat konsensus kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Yang tidak boleh politik identitas yang memecah bangsa, yang keluar dari empat konsensus bernegara," kata dia.

Hal senada disampaikan Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno. Dia mengatakan bahwa politik identitas tidak serta merta berdampak negatif.



"Yang namanya feminisme itu politik identitas, sukuisme, bahkan aluminisme, itu juga identitas alumni UI,Trisakti dan UGM," kata dia.

Namun dia menyebut politik identitas dapat berbahaya jika hal tersebut diinjeksikan dengan agama. Sebab menurutnya dapat memunculkan persetujuan dan perpecahan antar umat dan bangsa.

"Jangan dicampurkan, kalau hal ini dimasukkan ke dalam politk praktis pasti akan jadi perseteruan, perpecahan permusuhan. Itu perlu kita cegah ke depan dalam konteks politk identitas," tuturnya.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sidang Gugatan Muktamar...
Sidang Gugatan Muktamar PPP, Saksi Tergugat Dinilai Tidak Konsisten
Konflik PPP Banten Dinilai...
Konflik PPP Banten Dinilai Lebih dari Sekadar Pergantian Ketua
Sidang Gugatan PPP,...
Sidang Gugatan PPP, Ketua SC Mengaku Borong Kamar Hotel untuk Persidangan Muktamar
PN Jakpus Tolak Gugatan...
PN Jakpus Tolak Gugatan soal SK DPW PPP Jawa Barat, Kepengurusan UU-Agus Solihin Dinyatakan Sah
Pesta Babi dan Politik...
'Pesta Babi' dan Politik Identitas
Eks Pimpinan Sidang...
Eks Pimpinan Sidang Muktamar PPP Ungkap Fakta Mengejutkan
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
Sidang Gugatan PPP,...
Sidang Gugatan PPP, Saksi Sebut SK Plt Maluku Cacat Hukum
Gerakan Musyawarah Revitalisasi...
Gerakan Musyawarah Revitalisasi Pangan Lokal Digagas di Cinere
Rekomendasi
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
Berita Terkini
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved