BKSAP DPR RI Berharap Dana Perubahan Iklim Jangan Sekadar Janji
Selasa, 15 November 2022 - 12:10 WIB
loading...
Wakil Ketua BKSAP DPR RI, Putu Supadma Rudana terus menyuarakan isu perubahan iklim dalam setiap pertemuan Parlemen dunia (Inter-Parliamentary Union). Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Putu Supadma Rudana terus menyuarakan isu perubahan iklim dalam setiap pertemuan Parlemen dunia (Inter-Parliamentary Union). Kini, Putu kembali menyuarakan isu perubahan iklim dalam event COP27 (Conference of Parties) Badan PBB untuk Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim (UNFCCC), Sharm El Sheikh, Mesir.
Menurutnya, Parlemen harus memainkan peran penting melalui fungsinya, guna memastikan pencapaian kemajuan dan integritas lingkungan serta keselarasan dengan komitmen yang dibuat. Baca juga: Fadli Zon Dorong Parlemen Dunia Junjung Inklusivitas dan Tolak Standar Ganda dalam Aksi Iklim
“Apa yang dikatakan di ruang negosiasi harus mencerminkan kondisi nyata di lapangan. Untuk itu, kita harus bertindak sekarang, bersama-sama dan dengan komitmen penuh,” ujar Putu melalui keterangannya kepada wartawan, Selasa (15/11/2022).
Putu mengakui di tahun 2022 ini seluruh dunia memiliki tantangan yang berat untuk pendanaan iklim. Di COP26 tahun 2021 dan seluruh Parlemen dunia pasti menyaksikan bagaimana negara-negara maju gagal memenuhi janji mereka sebesar USD100 miliar per tahun mulai tahun 2020 dan seterusnya.
“Baru-baru ini pada COP27, kita menyaksikan rencana aksi ambisius dari Sekjen PBB yang menyerukan investasi awal yang ditargetkan sebesar USD3,1 miliar, antara tahun 2023-2027 untuk menyelamatkan nyawa dan melindungi mata pencaharian yang terdampak perubahan iklim,” terang Anggota Fraksi Partai Demokrat ini.
Menurutnya, Parlemen harus memainkan peran penting melalui fungsinya, guna memastikan pencapaian kemajuan dan integritas lingkungan serta keselarasan dengan komitmen yang dibuat. Baca juga: Fadli Zon Dorong Parlemen Dunia Junjung Inklusivitas dan Tolak Standar Ganda dalam Aksi Iklim
“Apa yang dikatakan di ruang negosiasi harus mencerminkan kondisi nyata di lapangan. Untuk itu, kita harus bertindak sekarang, bersama-sama dan dengan komitmen penuh,” ujar Putu melalui keterangannya kepada wartawan, Selasa (15/11/2022).
Putu mengakui di tahun 2022 ini seluruh dunia memiliki tantangan yang berat untuk pendanaan iklim. Di COP26 tahun 2021 dan seluruh Parlemen dunia pasti menyaksikan bagaimana negara-negara maju gagal memenuhi janji mereka sebesar USD100 miliar per tahun mulai tahun 2020 dan seterusnya.
“Baru-baru ini pada COP27, kita menyaksikan rencana aksi ambisius dari Sekjen PBB yang menyerukan investasi awal yang ditargetkan sebesar USD3,1 miliar, antara tahun 2023-2027 untuk menyelamatkan nyawa dan melindungi mata pencaharian yang terdampak perubahan iklim,” terang Anggota Fraksi Partai Demokrat ini.
Lihat Juga :