TGB Zainul Majdi Minta Politik Identitas Tak Dipakai Singkirkan Lawan
Senin, 14 November 2022 - 15:45 WIB
loading...
A
A
A
“Misalnya, memobilisasi dukungan mengatasnamakan gagasannya yang paling valid dari sisi agama. Sehingga yang berbeda dianggap bertentangan dengan agama,” ucapnya.
“Orang berbeda kemudian dituduh munafik, antek-antek kafir, dan bermacam-macam. Politik identitas dalam makna primordial untuk menyingkirkan lawan politik harus kita jauhkan, tidak boleh ada di Indonesia,” sambungnya.
Lebih lanjut, ketika politik identitas dibiarkan ini akan seperti kotak pandora. Saat ini dibuka, maka semua orang akan menggunakan politik identitas itu dan meminggirkan orang lain yang berbeda.
Di Indonesia sendiri, kata TGB, tidak semua daerah memiliki preferensi yang sama, ada satu daerah yang mayoritasnya umat Muslim, ada pula daerah lain mayoritas umat Kristiani, dan ada juga yang mayoritas umat Hindu.
“Maka ketika politik identitas digunakan untuk melabeli lawan politik atau menihilkan lawan politik ini dibiarkan, kita bisa hancur lebur sebagai bangsa,” urainya.
“Orang berbeda kemudian dituduh munafik, antek-antek kafir, dan bermacam-macam. Politik identitas dalam makna primordial untuk menyingkirkan lawan politik harus kita jauhkan, tidak boleh ada di Indonesia,” sambungnya.
Lebih lanjut, ketika politik identitas dibiarkan ini akan seperti kotak pandora. Saat ini dibuka, maka semua orang akan menggunakan politik identitas itu dan meminggirkan orang lain yang berbeda.
Di Indonesia sendiri, kata TGB, tidak semua daerah memiliki preferensi yang sama, ada satu daerah yang mayoritasnya umat Muslim, ada pula daerah lain mayoritas umat Kristiani, dan ada juga yang mayoritas umat Hindu.
“Maka ketika politik identitas digunakan untuk melabeli lawan politik atau menihilkan lawan politik ini dibiarkan, kita bisa hancur lebur sebagai bangsa,” urainya.
Lihat Juga :