Kisah Moerdani Jenderal Kopassus yang Dicap Anti Islam, Dikafani dan Diyasini saat Meninggal
Senin, 14 November 2022 - 05:37 WIB
loading...
A
A
A
Dalam berbagai kesempatan, mereka tidak segan tertawa terbahak-bahak berdua. Berdikusi selama berjam-jam. Mulai dari posisi duduk sampai tidur-tiduran.
Selama kurun waktu 1983-1992, keakrabannya dengan sejumlah kiai dan pesantren dapat dilihat secara nyata oleh orang-orang dekatnya, terutama anak buahnya. Namun, Benny memang tidak pernah mau berkoar-koar tentang kegiatannya tersebut kepada media massa.
Pada rentang waktu itu, Benny sangat sering memberikan bantuan materi untuk pembangunan pesantren dan masjid. Termasuk pesantren yang dipimpin Kiai Asyaad di Situbondo.
Bahkan pada suatu ketika, Kiai Asyaad pernah mengajak Benny untuk naik haji bersamanya, karena perhatian jenderal Kopassus ini yang luar biasa kepada pesantrennya. Salah seorang anak buah Benny, I Wayan Mendra menceritakan bahwa Benny kala itu menjawab: "Kiai, saya kan Katolik. Jadi tidak bisa ke Mekkah..."
Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) salah satu tokoh yang mematahkan anggapan Benny adalah musuh dari umat Islam. "Sebagian teman menyatakan bahwa Benny adalah musuh Islam yang sesungguhnya, tapi kesimpulan itu salah. Justru Benny adalah orang yang melaksanakan pola hubungan negara dengan agama yang seharusnya."
Pendapat Gus Dur ini diperkuat sebuah fakta yang berkaitan dengan agama Benny. Pada 1975, Soeharto menunjuk Benny memimpin Operasi Seroja ke Timor Timur. Mayoritas penduduk di sana beragama Katolik.
Namun, Benny bekerja dengan profesional. Atas nama pemerintah dan negara, dia melaksanakan tugasnya dengan baik di sana. Meski sama-sama Katolik, Benny tetap mampu bersikap tegas.
Dalam buku "Dari Gestapu Ke Reformasi", diceritakan bahwa Benny mengawal Soeharto dan keluarga ibadah umrah ke Arab Saudi. Benny sampai masuk ke kawasan Kakbah. Dia kagum dengan Masjidil Haram dan menganjurkan para anak buahnya yang muslim untuk menyempatkan diri berziarah (umrah atau haji) ke sana. Minimal sekali semur hidupnya. Baca juga: Misi Rahasia Jenderal LB Moerdani yang Mengharuskannya Jalin Hubungan Terlarang dengan Israel
Tuduhan anti Islam juga dibantah Benny Moerdani dalam berbagai kesempatan, termasuk ketika berkunjung ke sejumlah pondok pesantren. Salah satunya di hadapan para kiai Ponpes Lirboyo, Kediri Jawa Timur. "Saya ingin menegaskan, umat Islam Indonesia tidak dipojokkan. Dan tidak akan pernah dipojokkan," tegasnya.
Selama kurun waktu 1983-1992, keakrabannya dengan sejumlah kiai dan pesantren dapat dilihat secara nyata oleh orang-orang dekatnya, terutama anak buahnya. Namun, Benny memang tidak pernah mau berkoar-koar tentang kegiatannya tersebut kepada media massa.
Pada rentang waktu itu, Benny sangat sering memberikan bantuan materi untuk pembangunan pesantren dan masjid. Termasuk pesantren yang dipimpin Kiai Asyaad di Situbondo.
Bahkan pada suatu ketika, Kiai Asyaad pernah mengajak Benny untuk naik haji bersamanya, karena perhatian jenderal Kopassus ini yang luar biasa kepada pesantrennya. Salah seorang anak buah Benny, I Wayan Mendra menceritakan bahwa Benny kala itu menjawab: "Kiai, saya kan Katolik. Jadi tidak bisa ke Mekkah..."
Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) salah satu tokoh yang mematahkan anggapan Benny adalah musuh dari umat Islam. "Sebagian teman menyatakan bahwa Benny adalah musuh Islam yang sesungguhnya, tapi kesimpulan itu salah. Justru Benny adalah orang yang melaksanakan pola hubungan negara dengan agama yang seharusnya."
Pendapat Gus Dur ini diperkuat sebuah fakta yang berkaitan dengan agama Benny. Pada 1975, Soeharto menunjuk Benny memimpin Operasi Seroja ke Timor Timur. Mayoritas penduduk di sana beragama Katolik.
Namun, Benny bekerja dengan profesional. Atas nama pemerintah dan negara, dia melaksanakan tugasnya dengan baik di sana. Meski sama-sama Katolik, Benny tetap mampu bersikap tegas.
Dalam buku "Dari Gestapu Ke Reformasi", diceritakan bahwa Benny mengawal Soeharto dan keluarga ibadah umrah ke Arab Saudi. Benny sampai masuk ke kawasan Kakbah. Dia kagum dengan Masjidil Haram dan menganjurkan para anak buahnya yang muslim untuk menyempatkan diri berziarah (umrah atau haji) ke sana. Minimal sekali semur hidupnya. Baca juga: Misi Rahasia Jenderal LB Moerdani yang Mengharuskannya Jalin Hubungan Terlarang dengan Israel
Tuduhan anti Islam juga dibantah Benny Moerdani dalam berbagai kesempatan, termasuk ketika berkunjung ke sejumlah pondok pesantren. Salah satunya di hadapan para kiai Ponpes Lirboyo, Kediri Jawa Timur. "Saya ingin menegaskan, umat Islam Indonesia tidak dipojokkan. Dan tidak akan pernah dipojokkan," tegasnya.
(kri)
Lihat Juga :