Jumlah Tes Covid-19 Indikator Utama Penentuan Zona Suatu Daerah

Rabu, 08 Juli 2020 - 10:45 WIB
loading...
Jumlah Tes Covid-19...
Petugas medis mengambil sampel dahak dari pedagang yang mengikuti tes usap (swab test) Covid-19 di Pasar Sayur Buah Cipulir, Jakarta, Kamis (25/6/2020). Foto/SINDOnews/Isra Triansyah
A A A
JAKARTA - Segala kebijakan dan tindakan pemerintah dan masyarakat di masa transisi menuju kenormalan baru ini sangat krusial dalam pencegahan dan penanganan penyebaran virus Sars Cov-II. Jumlah tes polymerase chain reaction (PCR) harus menjadi indikator dalam penetapan zona atau aman Covid-19 dari suatu daerah.

Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) menyatakan, cara yang paling efektif meredam penyebaran virus Sars Cov-II adalah pelacakan terhadap mereka yang kontak dan berinteraksi dengan orang positif Covid-19. Dengan demikian, besarnya gelombang penularan bisa dicegah secepat mungkin dan rantai penularan bisa dihentikan.

"Selain itu, tes massal menjadi metode paling efektif untuk melacak dan mencegah orang tanpa gejala (OTG) untuk menularkan ke orang lain. OTG saat ini menjadi salah satu sumber penularan terbesar baik ke keluarga maupun lingkungan sekitar," tutur anggota DPD RI Fahira Idris dalam keterangan tertulisnya, Rabu (8/7/2020).

Fahira mengapresiasi kerja keras dan usaha dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan semua pemerintah daerah (pemda). Menurutnya, tantangan pemerintah pusat dan daerah adalah melakukan tes PCR sesuai standar World Health Organization (WHO). Organisasi kesehatan itu mengharuskan jumlah tes 1.000 orang per 1 juta penduduk.

"Kurva kita bisa melandai jika target tes Covid-19 sesuai dengan yang ditetapkan WHO. Tentu akan lebih lagi jika melebihi. Berkaca dari pengalaman negara lain, kurva mereka bisa melandai setelah melakukan tes massal yang diikuti tindakan medis dan melakukan pelacakan, seperti China dan Korea Selatan," terang Fahira. (Baca juga: Yuri: Angka Kesembuhan di 19 Provinsi di Atas Rata-Rata Global ).

Senator asal DKI Jakarta ini meminta penetapan sebuah daerah dalam berbagai zona, seperti hijau, kuning, merah, dan hitam selama pandemi Covid-19 idealnya menggunakan jumlah tes Covid-19 sebagai parameter utama. China dan Korea Selatan di awal masa pandemi Covid-19 melakukan tes massal ke warganya. Setelah itu, kedua negara itu melakukan identifikasi daerah-daerah mana yang sudah hijau, kuning, dan merah.

Fahira menerangkan zona-zona itu sebaiknya ditentukan bukan karena belum atau tidak ada ditemukan kasus Covid-19. Namun, harus berpatokan pada tes massal yang masif sehingga akurasi penentuan zonanya benar-benar berdasarkan data. "Intinya adalah semakin cepat pemerintah meningkatkan kapasitas tes Covid-19 secara massal, penanggulangan Covid-19 akan lebih efektif dan efisien. Kita bisa segera keluar dari kondisi yang tidak pasti ini," pungkasnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DPD RI Gelar DPD Award...
DPD RI Gelar DPD Award 2025 Perdana, Sultan Najamudin: Saatnya Temukan Pahlawan Lokal di Daerah
Ribuan Kantong Darah...
Ribuan Kantong Darah Terkumpul, Aksi DPD RI Selaras Asta Cita Presiden Prabowo
Ketua DPD Tekankan Pentingnya...
Ketua DPD Tekankan Pentingnya Kerja Sama Bareng Ombudsman
3 Anggota DPD Termuda...
3 Anggota DPD Termuda Periode 2024-2029, 2 di Antaranya Lulusan Kedokteran
Istimewanya FGD Penguatan...
Istimewanya FGD Penguatan Peran DPD di Yogyakarta
Waspadai Lagi Covid-19,...
Waspadai Lagi Covid-19, Kemenkes Imbau Tetap Prokes dan Hidup Sehat
Eipstein Files : Covid-19,...
Eipstein Files : Covid-19, Konspirasi Tingkat Atas?
Epstein Files Singgung...
Epstein Files Singgung Bill Gates dan Simulasi Pandemi, Benarkah Covid-19 Sengaja Dibuat?
Rekor! Pria Ini Terinfeksi...
Rekor! Pria Ini Terinfeksi Covid-19 selama 2 Tahun Nonstop
Rekomendasi
5 Fakta Krisis Timur...
5 Fakta Krisis Timur Tengah Membara, Apache Ditembak Jatuh hingga 3 Negara Arab Dirudal Iran
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
Berita Terkini
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Infografis
Penyebab Kasus Covid-19...
Penyebab Kasus Covid-19 di Indonesia Naik, Salah Satunya Mutasi Virus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved