Stafsus Presiden Apresiasi Inovasi BRIN terkait Ramah Lingkungan
Sabtu, 12 November 2022 - 07:31 WIB
loading...
A
A
A
Diaz Hendropriyono juga mengajak para pelaku industri consumer goods untuk beralih menggunakan produk-produk plastik yang ramah lingkungan.
Kepada Diaz, Peneliti Pusat Riset Kimia Maju Muhammad Ghozali menjelaskan piring berbahan pelepah pinang tersebut juga dapat diurai menjadi serat-serat dan diolah menjadi papan untuk keperluan furnitur ramah lingkungan. "Saya dan para peneliti kimia molekuler sudah merasakan riset kami digunakan industri, diberi royalti dan lisensi. Walaupun nilainya tidak seberapa, lisensi dan royalti menjadi kebanggaan untuk kami, berarti penelitian kami sudah diakui industri," ujar Ghozali yang didampingi Kepala Pusat Kimia Maju Yenny Meliana.
Ghozali mengatakan, hasil penelitiannya itu juga telah diproduksi massal oleh PT Greenie Indonesia untuk dijual bekerja sama dengan perusahaan furnitur asal Swedia. Hasil produksinya, kata Ghozali, juga bermanfaat untuk tunjangan peneliti.
Menurutnya, presiasi terhadap riset dan produk inovasi dari para peneliti di Indonesia saat ini sudah lebih baik dengan adanya royalti dan lisensi yang diterimanya dari produk inovasi. Sementara itu, Periset Ahli Madya Pusat Riset Sistem Produksi Berkelanjutan BRIN Nadhirah menyambut baik kunjungan tersebut guna mendukung target Presiden Jokowi.
"Perlu dibiasakan adanya breakthrough pemutus sekat baik antar institusi maupun semua pihak termasuk industri untuk mencapai target net zero emission dari Presiden," ucapnya.
Kepada Diaz, Peneliti Pusat Riset Kimia Maju Muhammad Ghozali menjelaskan piring berbahan pelepah pinang tersebut juga dapat diurai menjadi serat-serat dan diolah menjadi papan untuk keperluan furnitur ramah lingkungan. "Saya dan para peneliti kimia molekuler sudah merasakan riset kami digunakan industri, diberi royalti dan lisensi. Walaupun nilainya tidak seberapa, lisensi dan royalti menjadi kebanggaan untuk kami, berarti penelitian kami sudah diakui industri," ujar Ghozali yang didampingi Kepala Pusat Kimia Maju Yenny Meliana.
Ghozali mengatakan, hasil penelitiannya itu juga telah diproduksi massal oleh PT Greenie Indonesia untuk dijual bekerja sama dengan perusahaan furnitur asal Swedia. Hasil produksinya, kata Ghozali, juga bermanfaat untuk tunjangan peneliti.
Menurutnya, presiasi terhadap riset dan produk inovasi dari para peneliti di Indonesia saat ini sudah lebih baik dengan adanya royalti dan lisensi yang diterimanya dari produk inovasi. Sementara itu, Periset Ahli Madya Pusat Riset Sistem Produksi Berkelanjutan BRIN Nadhirah menyambut baik kunjungan tersebut guna mendukung target Presiden Jokowi.
"Perlu dibiasakan adanya breakthrough pemutus sekat baik antar institusi maupun semua pihak termasuk industri untuk mencapai target net zero emission dari Presiden," ucapnya.
Lihat Juga :