Mengenal Sosok Pahlawan Nasional Abdulrachman Saleh, Pelopor AURI

Rabu, 09 November 2022 - 19:10 WIB
loading...
A A A
Setelah siaran RRI lancar, Maman merasa sudah tiba saatnya memelopori perjuangan di bidang lain. Ia lalu mengundurkan diri dari bidang radio dan masuk ke dalam Tentara Republik Indonesia untuk membentuk Angkatan Udara Nasional bersama-sama dengan Adi Sutjipto, seorang bekas murid Pak Karbol di Perguruan Tinggi Kedokteran Jakarta.

Setelah Indonesia merdeka, Maman mengalihkan perhatiannya pada perjuangan di bidang kedirgantaraan, dengan memilih berjuang ke AURI. Pada saat AURI masih dalam pertumbuhan, Maman bersama perintis Angkatan Udara lainnya terus berupaya untuk mengembangkan kejayaan Angkatan Udara. Bersamaan dengan itu, berdasarkan Maklumat Pemerintah tertanggal 5 Oktober 1945 telah membentuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR).

Menjelang Juli 1947, Maman bersama-sama dengan Adisutjipto mendapat tugas dari pemerintah untuk pergi ke India guna mencari bantuan obat-obatan. Seorang industrialis India bernama PatNaik meminjamkan pesawatnya jenis Dakota untuk tugas mengangkut obat-obatan bagi PMI.

Namun pada 29 Juli 1947 sore, saat bertolak dari Singapura ke Yogyakarta, pesawat itu ditembak pesawat Kitty Hawk miliki Belanda dan jatuh di Desa Tamanan, Kecamatan Banguntapan, dekat Desa Ngoto, Bantul, Yogyakarta. Padahal, pemberangkatan pesawat Dokota VT-CLA tersebut telah mendapat persetujuan pemerintah Inggris dan pemerintah Belanda. Maman dan sejumlah tokoh lainnya pun gugur dan dimakamkan di pemakaman Kuncen, Yogyakarta.

Sebagai penghargaan, tempat jatuhnya pesawat Dakota VT-CLA didirikan monumen tugu peringatan Monumen Perjuangan TNI AU. Pada 14 Juli 2000, atas prakarsa Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Hanafi Asnan, kerangka jenazah Abdulrachman Saleh dan Adisutjipto beserta istri dipindahkan ke lokasi tempat jatuhnya pesawat tersebut. Selain itu nama, Abdulrachman Saleh diabadikan sebagai pengganti nama Pangkalan Udara Bugis berdasarkan Surat Penetapan Kasau nomor Kep/76/48/Pen.2/KS/1952 pada 17 Agustus 1952.

Untuk penghargaan, penghormatan, dan pengabdian nama pahlawan udara tersebut, berdasarkan Surat Keputusan Komandan Akademi Angkatan Udara Nomor: 145/KPTS/AAU/1965 tertanggal 3 Agustus 1965 dianggap perlu nama "Karbol" yang merupakan julukan Abdulrachman Saleh digunakan untuk menyebut Taruna Akademi yang sebelumnya dipanggil Kadet.

Dalam perjalanan sejarahnya, panggilan Karbol sempat berubah menjadi Taruna. Namun sebutan Karbol dikukuhkan kembali sebagai panggilan Taruna Akademi Angkatan Udara berdasarkan Surat Keputusan Kasau Nomor: Skep/179/VII/2000 tanggal 18 Juli 2000. Lalu Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor: 071/TK/1974 tanggal 9 November 1974 almarhum Marsda TNI (Anumerta) Prof Dr Abdulrachman Saleh ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
30 Pati TNI AU Naik...
30 Pati TNI AU Naik Pangkat, Danlanud Sultan Hasanuddin Pecah Bintang
Gus Ipul Dukung Usulan...
Gus Ipul Dukung Usulan Sutan Takdir Alisjahbana Jadi Pahlawan: Pejuang Bahasa Indonesia
Berjasa Besar bagi Bahasa...
Berjasa Besar bagi Bahasa dan Budaya, Sutan Takdir Alisjahbana Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
3 Lanud Naik Jadi Tipe...
3 Lanud Naik Jadi Tipe B, Ini Daftar Kolonel TNI AU yang Dilantik sebagai Danlanud
Tongkat Komando di Kopasgat...
Tongkat Komando di Kopasgat Berganti, Ada Kasiintel hingga Wadansatbravo 90 Pasgat
Di Seskoau, Sjafrie:...
Di Seskoau, Sjafrie: Kepemimpinan Adaptif Penting Hadapi Tantangan Pertahanan Masa Depan
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Rekomendasi
Nonton Latihan Pestapora...
Nonton Latihan Pestapora Makassar Lebih Murah Pakai BRImo, Begini Cara Dapat Promonya!
Ducati Tidak Tertarik...
Ducati Tidak Tertarik dengan Reli Dakar, Ini Alasannya
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pimpin Pengembangan Ekosistem SAF di ASEAN
Berita Terkini
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Selesai Diperiksa, 2 Mobil Tahanan Siaga di Kejagung
Pemeriksaan Febrie Adriansyah...
Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung, Eks Penyidik KPK: Penahanan Penting agar Penyidikan Tak Diintervensi
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Petani Tebu yang Belum...
Petani Tebu yang Belum Merdeka
Pemerintah Perkuat Pengelolaan...
Pemerintah Perkuat Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup via BPDLH
Hormati Putusan MK,...
Hormati Putusan MK, Komdigi Siap Kaji Aturan Kuota Internet
Infografis
Mengenal Child Grooming:...
Mengenal Child Grooming: Bahaya Manipulasi Psikologis yang Dialami Aurelie Moeremans
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved