Ini Alasan Jokowi Anugerahi Soeharto hingga Raden Rubini Gelar Pahlawan Nasional

Kamis, 03 November 2022 - 14:42 WIB
loading...
Ini Alasan Jokowi Anugerahi...
Presiden Jokowi saat menerima Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan di Istana Negara, Kamis (3/11/2022). Tahun ini lima tokoh dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. FOTO/BIRO PERS SETPRES
A A A
JAKARTA - Pemerintah pada tahun ini akan menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada lima tokoh yang dianggap berjasa besar pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Penyerahan gelar Pahlawan Nasional akan lakukan pada 7 November 2022.

Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan Mahfud MD mengatakan, pemberian gelar Pahlawan Nasional dimajukan dari semestinya 10 November 2022 karena Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus menghadiri KTT ASEAN di Kamboja. Presiden dijadwalkan berangkat pada 8 November 2022.

"Waktu penyerahan akan disampaikan oleh Presiden di Istana Negara pada 7 November. Kalau tahun lalu dilaksanakan persis pada Hari Pahlawan sesudah dari Kalibata, upacara, biasanya ke Istana Negara mengumpulkan keluarga dan Pemda yang bersangkutan, tapi kali ini Presiden mengambil 7 November seperti dulu 2018 karena Presiden tanggal 10 akan hadir ke KTT ASEAN di Kamboja. Presiden harus hadir untuk menerima tongkat ketetuaan secara bergilir ASEAN itu. Tanggal 8 November sudah berangkat sehingga tanggal 7 November itu penyerahannya," kata Mahfud dalam konferensi pers secara virtual di Youtube Kemenkopolhukam, Kamis (3/11/2022).

Baca juga: Pemerintah Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional Kepada 5 Tokoh Ini

Mahfud meminta masyarakat asal daerah penerima Pahlawan Nasional agar menyambut dengan penuh kegembiraan. Ia menyebut akan mengundang keluarga kelima Pahlawan Nasional secara terbatas ke Istana Negara untuk prosesi penganugerahan.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) itu kemudian memaparkan kelima tokoh yang akan dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.

Pertama, Dr dr HR Soeharto dari Jawa Tengah, dokter yang merawat dan mendampingi Presiden Soekarno dan para pejuang bangsa di BPUPKI. Dia juga ikut berjuang di lapangan memberikan pengobatan terhadap para pejuang yang jatuh sakit dan cacat di dalam perjuangan melawan Belanda dan Jepang.

Kedua, KGPAA Paku Alam VIII dari DIY. Ia merupakan Raja Paku Alam dari tahun 1937-1989. Beberapa jasa yang telah diberikan almarhum antara lain bersama Sultan Hamengkubowono IX dari Keraton Yogyakarta mengintegrasikan diri pada awal kemerdekaan Republik Indonesia, sehingga Negara Kesatuan Republik Indonesia menjadi utuh hingga saat ini.

Baca juga: Buya Syafii Maarif Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Ketiga, dr Raden Rubini Natawisastra dari Kalimantan Barat. Ia memberikan pelayanan pengobatan bagi para pejuang di hutan-hutan. Rubini dan istrinya dibunuh pada zaman penjajahan Jepang, sehingga Presiden menganggapnya layak untuk dijadikan Pahlawan Nasional.

Keempat, H Salahuddin bin Talabuddin dari Maluku Utara. Ia meneriakkan perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia sampai pernah diasingkan ke Boven Digul dan Nusakambangan.

Kelima, KH Ahmad Sanusi dari Sukabumi, Jawa Barat. Ia adalah anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK) seangkatan dengan Bung Karno dan Bung Hatta, KH Wahid Hasyim, KH Kahar Muzakir, Ki Bagus Hadi Kusumo yang semuanya sudah menjadi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. Ahmad Sanusi merupakam tokoh Islam yang memperjuangkan dasar negara yang menghasilkan kompromi lahirnya negara Pancasila.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Buku Laku Spiritual...
Buku Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia, dan Kejawen Diluncurkan, Kupas Cara Soeharto Tunjuk Pembantunya
Peristiwa Bersejarah...
Peristiwa Bersejarah 21 Mei 1998, Soeharto Berhenti dari Jabatan Presiden
Bahlil Soal Masih Ada...
Bahlil Soal Masih Ada Penolakan Gelar Pahlawan Soeharto: Mudah-mudahan Mereka Bisa Ikhlaskan
Soeharto Diberi Gelar...
Soeharto Diberi Gelar Pahlawan, Idrus: Mari Kita Hormati Kebijakan Ini
Rahmah El Yunusiyyah...
Rahmah El Yunusiyyah sang Pahlawan Nasional
Kisah Benny Moerdani...
Kisah Benny Moerdani Jalin Hubungan Terlarang dengan Israel demi Lindungi Nyawa Soeharto
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Ditangkap Gakkum Kehutanan,...
Ditangkap Gakkum Kehutanan, Pelaku Tambang Ilegal di Bukit Soeharto Segera Diadili
Kisah Jenderal Rudini,...
Kisah Jenderal Rudini, KSAD Pilihan Soeharto yang Bikin Kecewa Ibu Tien
Rekomendasi
Sensasi Merayakan Cinta...
Sensasi Merayakan Cinta di Kapel Tebing Bali 70 Meter di Atas Samudera Hindia
Flying Flea C6 Motor...
Flying Flea C6 Motor Listrik Pertama Royal Enfield Diperkenalkan
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
Berita Terkini
Koalisi Masyarakat Sipil...
Koalisi Masyarakat Sipil Desak Pemerintah Hentikan Latsarmil KDMP setelah 5 Peserta Meninggal
Kapolri: Hari Bhayangkara...
Kapolri: Hari Bhayangkara Jadi Momentum Evaluasi dan Mendengar Masukan Masyarakat
Prabowo Terima Usulan...
Prabowo Terima Usulan Rektor, Keuntungan BUMN untuk Riset dan Inovasi
Hadiri Pekan Olahraga...
Hadiri Pekan Olahraga Polri dan CFD, Kapolri: Momentum Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat
Jokowi Injak Kepala...
Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat, PDIP: Bagian Adat atau Simbol Perendahan Politik?
MUI Susun Naskah Akademik...
MUI Susun Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Dorong Masuk Prolegnas
Infografis
Pilot Jet Tempur F-16...
Pilot Jet Tempur F-16 Ukraina Pavlo Ivanov Dapat Gelar Pahlawan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved