5 Kasus Korupsi Terbesar di Indonesia, Terakhir Capai Ratusan Triliun
Rabu, 02 November 2022 - 15:46 WIB
loading...
A
A
A
2. PT Jiwasraya
Akibat kasus ini Indonesia telah mengalami kerugian sebesar Rp 16,8 triliun. Kasus yang melibatkan PT Asuransi Jiwasraya ini baru terungkap usai gagal melakukan pembayaran polis kepada nasabah terkait investasi Saving Plan sebesar Rp 12,4 triliun.
Kasus yang baru diungkap pada 2022 ini telah memvonis enam orang, di antaranya Hary Prasetyo (Direktur Keuangan Jiwasraya), Hendrisman Rahim (mantan Direktur Utama Jiwasraya), Syahmirwan (mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya), Joko Hartono Tirto (Direktur PT Maxima Integra), Benny Tjokrosaputro (Direktur Utama PT Hanson International) dan Heru Hidayat (Direktur PT Trada Alam Minera dan Direktur PT Maxima Integra).
Baca juga : Peradin Soroti Perkembangan Penanganan Kasus Korupsi
3. PT Asabri
Indonesia merugi hingga Rp 22,7 triliun akibat kasus yang melibatkan PT Asuransi Angkatan Bersenjata Indonesia atau Asabri (Persero).
Jajaran manajemen PT Asabri ini diketahui telah melakukan pengaturan transaksi berupa investasi saham dan reksa dana bersama dengan pihak swasta. Sebanyak tujuh orang telah divonis termasuk Adam Rachmat Damiri (Dirut Asabri 2011-2016).
Akibat kasus ini Indonesia telah mengalami kerugian sebesar Rp 16,8 triliun. Kasus yang melibatkan PT Asuransi Jiwasraya ini baru terungkap usai gagal melakukan pembayaran polis kepada nasabah terkait investasi Saving Plan sebesar Rp 12,4 triliun.
Kasus yang baru diungkap pada 2022 ini telah memvonis enam orang, di antaranya Hary Prasetyo (Direktur Keuangan Jiwasraya), Hendrisman Rahim (mantan Direktur Utama Jiwasraya), Syahmirwan (mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya), Joko Hartono Tirto (Direktur PT Maxima Integra), Benny Tjokrosaputro (Direktur Utama PT Hanson International) dan Heru Hidayat (Direktur PT Trada Alam Minera dan Direktur PT Maxima Integra).
Baca juga : Peradin Soroti Perkembangan Penanganan Kasus Korupsi
3. PT Asabri
Indonesia merugi hingga Rp 22,7 triliun akibat kasus yang melibatkan PT Asuransi Angkatan Bersenjata Indonesia atau Asabri (Persero).
Jajaran manajemen PT Asabri ini diketahui telah melakukan pengaturan transaksi berupa investasi saham dan reksa dana bersama dengan pihak swasta. Sebanyak tujuh orang telah divonis termasuk Adam Rachmat Damiri (Dirut Asabri 2011-2016).
Lihat Juga :