Kapolri Akan Kaji Ulang Penggunaan Pelat RF
Selasa, 01 November 2022 - 16:20 WIB
loading...
A
A
A
Untuk meraih kembali kepercayaan publik pada Polri, kata Sigit, upaya dan langkah konkret yang dilakukan adalah dengan menghilangkan persepsi serta stigma negatif di masyarakat. Sigit menuturkan, ketika berbicara persepsi, tentunya harus mendengar dan menyerap secara langsung aspirasi dan hal apa yang membuat masyarakat resah atau tidak nyaman.
"Termasuk persepsi. Apa yang saat ini diharapkan oleh masyarakat tentang pelayanan Kepolisian, itu tentunya yang terus kami perbaiki. Termasuk juga apa yang kira-kira membuat masyarakat kesal dengan hal-hal yang terkait dengan kepolisian tentunya kita perbaiki, ini yang sedang kita dalami," kata Sigit.
Sigit meyakini, seluruh personel Korps Bhayangkara memiliki satu pandangan yang sama, yakni ingin membawa Polri menjadi institusi yang dicintai dan diharapkan oleh khalayak luas. Menurutnya, 450.000 lebih personel kepolisian dewasa ini, terus beraktualisasi diri dan berjuang demi bisa mengukir prestasi agar dapat mengharumkan nama baik bangsa Indonesia serta institusi Polri.
"Saya meyakini bahwa anggota semuanya memiliki semangat untuk itu, melakukan prestasi, melakukan yang baik, karena ini memang bagian dari pertaruhan. Memilih yang baik atau buruk dengan risiko," kata Sigit.
"Termasuk persepsi. Apa yang saat ini diharapkan oleh masyarakat tentang pelayanan Kepolisian, itu tentunya yang terus kami perbaiki. Termasuk juga apa yang kira-kira membuat masyarakat kesal dengan hal-hal yang terkait dengan kepolisian tentunya kita perbaiki, ini yang sedang kita dalami," kata Sigit.
Sigit meyakini, seluruh personel Korps Bhayangkara memiliki satu pandangan yang sama, yakni ingin membawa Polri menjadi institusi yang dicintai dan diharapkan oleh khalayak luas. Menurutnya, 450.000 lebih personel kepolisian dewasa ini, terus beraktualisasi diri dan berjuang demi bisa mengukir prestasi agar dapat mengharumkan nama baik bangsa Indonesia serta institusi Polri.
"Saya meyakini bahwa anggota semuanya memiliki semangat untuk itu, melakukan prestasi, melakukan yang baik, karena ini memang bagian dari pertaruhan. Memilih yang baik atau buruk dengan risiko," kata Sigit.
(abd)
Lihat Juga :