Prabowo Puji Diplomasi Jokowi sebagai Juru Damai Dunia
Minggu, 30 Oktober 2022 - 14:01 WIB
loading...
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memuji diplomasi yang ditunjukkan Presiden Jokowi dengan tidak memihak dan mengedepankan perdamaian dalam berbagai dinamika global. Foto/MNC Media
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memuji diplomasi yang ditunjukkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan tidak memihak dan mengedepankan perdamaian dalam berbagai dinamika global.
"Perang Rusia dan Ukraina itu membawa dampak luas pada kenaikan BBM, energi, pupuk. Presiden kita menerapkan politik dan filosofi yang baik untuk tidak memihak. Seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak," ujar Prabowo saat menghadiri PKB Road to Election di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Minggu (30/10/2022). Baca juga: Prihatin dengan Politik Saling Menjelekkan, Prabowo: Mari Belajar Menghormati
Pria yang menjabat sebagai Menhan ini menyebutkan banyak hal yang dapat dicontoh dari sikap negarawan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Khususnya dalam mendorong perdamaian dunia.
"Wong Solo ini luar biasa, ilmunya bisa dipelajari dari beliau. Beliau ingin mendamaikan. Indonesia ingin menjadi juru damai. Semua negara ingin meleraikan agar tidak terjadi perang besar. Kalau terjadi perang besar kita akan banyak mengalami penderitaan," jelas Prabowo.
"Semakin kita bersatu, rukun, berkomunikasi dengan baik, kita angkat yang baik, yang tidak baik kita selesaikan dengan arif dan bijaksana. Jangan mencaci maki dan menjelekkan siapa pun," imbuh dia.
Prabowo Subianto kemudian membacakan sebuah pantun penutup dalam orasi pidatonya di acara tersebut.
Buah nanas buah ceri
Dicampur gula enak sekali
Pertemuan yang indah ini
Semoga bisa bertemu kembali di kemudian hari.
"Hidup PKB, Hidup PKB dan Gerindra, Hidup Gus Imin, Maju Terus pantang mundur," pungkas Prabowo. Baca juga: Sebut PKB Kawan Seperjuangan, Prabowo: Deklarasi Gampang, yang Penting Kita Menang
Sebagaimana diketahui sebelumnya, Partai Gerinda dan PKB telah menadatangani piagam deklarasi koalisi di Sentul International Convention Center (SICC) Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada 13 Agustus 2022 lalu.
"Perang Rusia dan Ukraina itu membawa dampak luas pada kenaikan BBM, energi, pupuk. Presiden kita menerapkan politik dan filosofi yang baik untuk tidak memihak. Seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak," ujar Prabowo saat menghadiri PKB Road to Election di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Minggu (30/10/2022). Baca juga: Prihatin dengan Politik Saling Menjelekkan, Prabowo: Mari Belajar Menghormati
Pria yang menjabat sebagai Menhan ini menyebutkan banyak hal yang dapat dicontoh dari sikap negarawan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Khususnya dalam mendorong perdamaian dunia.
"Wong Solo ini luar biasa, ilmunya bisa dipelajari dari beliau. Beliau ingin mendamaikan. Indonesia ingin menjadi juru damai. Semua negara ingin meleraikan agar tidak terjadi perang besar. Kalau terjadi perang besar kita akan banyak mengalami penderitaan," jelas Prabowo.
"Semakin kita bersatu, rukun, berkomunikasi dengan baik, kita angkat yang baik, yang tidak baik kita selesaikan dengan arif dan bijaksana. Jangan mencaci maki dan menjelekkan siapa pun," imbuh dia.
Prabowo Subianto kemudian membacakan sebuah pantun penutup dalam orasi pidatonya di acara tersebut.
Buah nanas buah ceri
Dicampur gula enak sekali
Pertemuan yang indah ini
Semoga bisa bertemu kembali di kemudian hari.
"Hidup PKB, Hidup PKB dan Gerindra, Hidup Gus Imin, Maju Terus pantang mundur," pungkas Prabowo. Baca juga: Sebut PKB Kawan Seperjuangan, Prabowo: Deklarasi Gampang, yang Penting Kita Menang
Sebagaimana diketahui sebelumnya, Partai Gerinda dan PKB telah menadatangani piagam deklarasi koalisi di Sentul International Convention Center (SICC) Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada 13 Agustus 2022 lalu.
(kri)
Lihat Juga :