Bola, Maulid Nabi, dan Pendidikan Karakter

Sabtu, 29 Oktober 2022 - 16:37 WIB
loading...
A A A
Dalam pernyataan lain Fergie menyampaikan: "Once you bid farewell to discipline you say goodbye to success". (Begitu Anda mengucapkan selamat tinggal pada kedisiplinan, Anda mengucapkan selamat tinggal pada kesuksesan).

Jelas sekali apa yang diajarkan oleh Fergie itu menunjukkan bahwa bermain bola tidak cukup hanya bermodal otot. Bermain bola butuh kendali emosi yang cukup. Juga perlu disiplin, strategi dan kemampuan analisis yang memadai. Perpaduan antara kontrol emosi dan kemampuan analisis akan membentuk karakter individu yang utuh.

Tentu, sepak bola bukan hanya milik para pemainnya. Semua pihak yang terlibat (stake holders), khususnya pada suporternya, juga harus memiliki cara pandang yang sama, sehingga saat terjadi kekalahan bisa dipahami dengan baik.

Tidak saling menyalahkan, apalagi memunculkan kekerasan fisik. Sehingga, dalam sepak bola diperlukan evaluasi yang holistik untuk memetakan kelemahan dan membangun kekuatan.

Apa saja unsur pendidikan karakter dalam sepak bola itu? Hujjatul Islam, Imam Al-Ghazali, dalam magnum opusnya kitab Ihya Ulumiddin, mengatakan bahwa pendidikan karakter hendaknya mampu mengembangkan karakter individu diantaranya: terdorong untuk berpikir, merenung (muhasabah), ikhlas, sabar, syukur, murah hati, jujur, cinta, dan lain-lain sebagainya.

Jika diurai lebih dalam, permainan sepak bola jelas mengajarkan kepada stake holders-nya, pertama, untuk terus berpikir dengan membangun dan mengembangkan strategi. Pemain dan pelatih bola dituntut mampu mengoptimalkan peluang agar dapat mengalahkan lawan dengan strategi yang jitu.

Di sini sangat dibutuhkan kemampuan analisis dalam memetakan kelemahan dan kekuatan tim dan juga lawan, sehingga akan memperoleh hasil yang maksimal.

Kedua, sepak bola juga mengajarkan pembentukan sikap agar terbuka untuk evaluasi tim (muhasabah). Kemenangan, apalagi kekalahan harus dilakukan evaluasi agar tim mampu membaca dari dalam apa kekurangan dan kelebihannya.

Evaluasi merupakan "jembatan" moral agar kita tidak menjadi orang sombong saat menang, dan tidak putus asa saat terpuruk.

Ketiga, sikap ikhlas. Sepak bola mengajarkan para pemainnya untuk ikhlas jika terjadi kekalahan pada timnya. Kekecewaan dan frustasi atas kekalahan adalah awal mula dari kehancuran.

Sikap ikhlas telah mengajarkan kepada para pemain, official, pelatih, dan juga supporter agar tidak mudah marah dan tersulut provokasi untuk melakukan tindakan kekerasan yang dapat mengancam fairness.

Keempat, sikap sabar. Dalam permainan bola, kesabaran menjadi sangat penting. Betapa pertarungan (duel) di lapangan kedua tim sering menimbulkan kesalahpahaman karena ketidaksengajaan dari lawan, sehingga sangat sering terjadi kericuhan antarpemain, pemain dengan wasit, pemain dengan suporter, atau suporter dengan suporter.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lima Korban SPPI dan...
Lima Korban SPPI dan Momentum Membenahi Program Bela Negara bagi Sipil
5 Peserta Meninggal...
5 Peserta Meninggal Dunia, Kemhan Evaluasi Latsarmil Calon Manajer Kopdes Merah Putih
Peserta SPPI Meninggal...
Peserta SPPI Meninggal Akibat TBC, Tim Seleksi Ungkap Pemeriksaan Awal hanya Terdeteksi Infeksi Paru
5 Peserta SPPI Meninggal...
5 Peserta SPPI Meninggal saat Latsarmil, Ini Kronologi Tiap Kasus
Kembali Bertambah, 5...
Kembali Bertambah, 5 Orang Meninggal Dunia saat Latsarmil Calon Manajer KDKMP/KNMP
1 Lagi Calon Manajer...
1 Lagi Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal Dunia saat Latsarmil, Total 3 Orang
Cetak Generasi Berkarakter,...
Cetak Generasi Berkarakter, PHG Dirikan Sekolah Dian Harapan di Bandung
Resmikan SDH Global...
Resmikan SDH Global di Bali, PHG: Perkuat Pendidikan Pencetak Generasi Berkarakter
SDH Depok Komitmen Bangun...
SDH Depok Komitmen Bangun Pendidikan Karakter hingga Pengembangan Kepemimpinan
Rekomendasi
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pimpin Pengembangan Ekosistem SAF di ASEAN
Berita Terkini
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Selesai Diperiksa, 2 Mobil Tahanan Siaga di Kejagung
Pemeriksaan Febrie Adriansyah...
Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung, Eks Penyidik KPK: Penahanan Penting agar Penyidikan Tak Diintervensi
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Petani Tebu yang Belum...
Petani Tebu yang Belum Merdeka
Pemerintah Perkuat Pengelolaan...
Pemerintah Perkuat Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup via BPDLH
Hormati Putusan MK,...
Hormati Putusan MK, Komdigi Siap Kaji Aturan Kuota Internet
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved