Mantan Menkes Siti Fadilah Ungkap 3 Penyebab Gangguan Ginjal Akut Selain EG dan DEG

Kamis, 27 Oktober 2022 - 18:15 WIB
loading...
Mantan Menkes Siti Fadilah...
Mantan Menkes Siti Fadilah Supari menyatakan gangguan ginjal akut bisa disebabkan hal lain selain EG dan DEG. Foto/rctiplus
A A A
JAKARTA - Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mengatakan penyebab gangguan ginjal akut pada anak sebetulnya bukan hanya zat kimia etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG). Jika diduga penyebabnya tercemar EG dan DEG biasanya bayi terkena karena minum obat sirup. Yang terjadi di Gambia, Afrika Barat, bayi meninggal setelah tiga hari minum obat sirup tersebut.

“Yang saya tahu, pemerintah mengumumkan sejak ada pasien di RSCM. Kemudian kematiannya meningkat sampai 5-6 kali menunjukkan satu, KLB (kejadian luar biasa). Tetapi tidak diumumkan berapa banyak korban yang benar-benar dari sirup yang diminum,” kata Siti Fadilah dalam Gelora Talk bertajuk “Gagal Ginjal Akut Mengkhawatirkan Negeri, Bisakah Dihentikan?” yang dikutip Kamis (27/10/2022).

Siti Fadilah menyebutkan, munculnya gangguan ginjal akut ini awalnya di Gambia, Afrika Barat. Diketahui, ada 66 bayi meninggal terkena gangguan ginjal akut karena tercemar zat kimia EG dan DEG, sebagaimana yang disampaikan oleh WHO. Kemudian di Indonesia, terjadi peningkatan gangguan ginjal akut pada anak sejak Oktober 2022.

Baca juga: Jurus Pemerintah Percepat Penanganan Kasus Gagal Ginjal Akut

Dia menjelaskan, pemerintah yang menginformasikan jika penyebab karena tercemar EG dan DEG merupakan hal yang kurang tepat. Seharusnya pemerintah mengumpulkan para ahli untuk mencari penyebab tersebut, karena ada potensi penyakit tersebut disebabkan faktor lainnya.

“Jadi belum tentu karena itu (EG dan DEG) saja dan tidak diumumkan berapa persen pasien yang minum obat sirup dan beberapa persen karena yang lain,” terangnya.

Menurut Siti Fadilah, ada empat hal menyebabkan seseorang bisa terkena gagal ginjal akut. Pertama, tercemar EG dan DEG; kedua, umumnya karena infeksi biasa atau infeksi luar biasa, misalnya bakteri virus dan lainnya. Penyebab infeksi ini juga ada angka kematian. Sementara kematian gangguan ginjal saat ini meningkat 5 kali lipat. “Ini jangan dilupakan begitu saja,” ujarnya.

Ketiga, dia melanjutkan, Multisystem Inflammatory Syndrome in Children (MIS-C), yang mana MIS-C berkepanjangan akibat long Covid-19; dan keempat, ada hubungannya dengan vaksin Covid-19 atau booster yang diberikan. Menurutnya, secara tidak langsung ibu dari balita yang sudah mendapat booster Covid-19 bisa menjadi perantara untuk menularkan gangguan ginjal akut pada bayinya.

Apalagi, dia menambahkan, ada beberapa kejanggalan terkait gangguan ginjal akut ini. Ia lantas menyoroti keputusan pemerintah langsung menyebutkan penyebabnya adalah tercemar EG dan DEG, tanpa melakukan penelitian terlebih dahulu. Seharusnya pemerintah mengumumkan jumlah orang yang terkena gangguan ginjal akibat minum obat sirup, juga harus menyampaikan secara rinci jenis sirup apa saja yang diminum pasien tersebut.



Siti Fadilah juga menyoroti pernyataan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) yang menyampaikan tidak pernah memeriksa kadar EG dan DEG. Padahal, sirup disebut tercemar jika kadar EG maupun DEG lebih dari 0,1%. Hal tersebut tertuang dalam kompendium informasi obat (farmakope) Amerika Serikat maupun Indonesia.

“Kalau satu kemasan obat kemudian kita tidak tahu EG dan DEG berapa, kita tidak bisa menyalahkan dia dong. Kemudian semua obat sirup disetop. Padahal yang tidak boleh yang ada kandungannya EG dan DEG melebihi 0,1%,” paparnya.

Oleh karena itu, Siti menyayangkan bila ada tersangka dari kasus gangguan ginjal diduga akibat kandungan EG dan DEG pada obat sirup. Menurutnya, seharusnya tidak seperti itu karena yang terjadi saat ini merupakan kelalaian dalam tata kelola. Dia pun membandingkan ketika eranya menjadi Menkes.

“Zaman saya dulu masih andai, masih nurut dengan UU 1945 yang asli, belum kapitalistis, belum liberalistis, belum banget walaupun sudah mulai,” ungkapnya.

Ketika menjabat menteri, Siti Fadilah mengatakan ada perubahan yang sangat luar biasa pada BPOM. Liberalisasi yang ditandai dengan masuknya bidang kesehatan ke pasar bebas, peran BPOM hanya untuk registrasi.

“BPOM harus nurut saja pada yang tertera dari pabrik-pabrik obat yang meregister. Kalau ada masalah baru diteliti. Ini kan masuknya kebobolan, bukan salahnya BPOM, bukan salahnya Menkes, tetapi kesalahan sistem, barangkali itu,” pungkasnya.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eks Menkes Siti Fadilah...
Eks Menkes Siti Fadilah Supari Usul Tiap Kelurahan/Desa Pajang Daftar PBI BPJS Kesehatan
Eks Menkes Siti Fadilah...
Eks Menkes Siti Fadilah Supari Bongkar Penyebab PBI BPJS Kesehatan Salah Sasaran
Tolak Amendemen IHR...
Tolak Amendemen IHR oleh WHO, Mantan Menkes Siti Fadilah: Kurangi Kedaulatan Negara
Siti Fadilah Supari:...
Siti Fadilah Supari: Program Menkes Desa Siaga TBC Berjalan Baik, Indonesia Tidak Butuh Vaksin!
Eks Menkes Siti Fadilah:...
Eks Menkes Siti Fadilah: Angka TBC Bisa Turunkan dengan Cara Eradikasi
Menkes Akan Fasilitasi...
Menkes Akan Fasilitasi Siti Fadilah dengan Epidemiolog Bahas Vaksin TBC Bill Gates
Perlukah Indonesia Vaksin...
Perlukah Indonesia Vaksin TBC? Ini Penjelasan Siti Fadilah Supari dan Guru Besar FKUI
Pria Ini Alami Gagal...
Pria Ini Alami Gagal Ginjal Akut usai Squat 2.000 Kali, Gejalanya Kaki Bengkak
Jenderal Rusia Igor...
Jenderal Rusia Igor Kirillov yang Dibunuh Mengingatkan pada Lab Rahasia AS di Indonesia
Rekomendasi
Comeback Lewat Film...
Comeback Lewat Film Seni Merayu Tuhan, Onad Ungkap Kekagumannya pada Habib Jafar
Tak Lagi Sekadar Hiburan,...
Tak Lagi Sekadar Hiburan, Industri Entertainment Kini Jadi Ladang Investasi Baru
Satu Sendok, Sejuta...
Satu Sendok, Sejuta Mitos: Sasa Luruskan Fakta MSG yang Benar
Berita Terkini
MNC Digital Entertainment...
MNC Digital Entertainment Raih Penghargaan Bisnis Indonesia Awards 2026 Kategori Media dan Hiburan
Kuasa Hukum Dokter Tifa...
Kuasa Hukum Dokter Tifa Tuding Dakwaan JPU Diskriminatif dan Ada Rekayasa Prosedur
Tim Hotman 911 Laporkan...
Tim Hotman 911 Laporkan Oknum Aparat yang Siksa Perempuan ke Bareskrim
Roy Suryo Ajukan Praperadilan...
Roy Suryo Ajukan Praperadilan di PN Jaksel, Kubu Jokowi Sebut Mengulur Waktu
HUT ke-80 Bhayangkara...
HUT ke-80 Bhayangkara Momentum Perkuat Transformasi dan Pelayanan Masyarakat
Pakar Hukum Tegaskan...
Pakar Hukum Tegaskan Karya Jurnalistik Tak Bisa Dijadikan Barang Bukti Persidangan Dokter Tifa
Infografis
3 Fakta Hubungan Amerika...
3 Fakta Hubungan Amerika Serikat dan Ukraina Sudah Memburuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved