Wanita Bawa Pistol Coba Terobos Istana Negara, Ini Penjelasan BNPT
Selasa, 25 Oktober 2022 - 21:40 WIB
loading...
Direktur Pencegahan BNPT R Ahmad Nurwakhid mengatakan tengah menyelidiki keterkaitan wanita yang membawa pistol di depan Istana Negara dengan jaringan terorisme. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Seorang wanita membawa pistol ditangkap karena mencoba menerobos Istana Negara , Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, tadi pagi. Pelaku sudah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan intensif di Subdit Keamanan Negara Ditreskrimun Polda Metro Jaya.
Terkait kejadian tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) sedang melakukan koordinasi dengan aparat keamanan untuk menghimpun data adanya keterkaitan dengan jaringan terorisme.
“Kami BNPT sesuai tugas pokok dan fungsinya sedang melakukan koordinasi intensif dengan aparat penegak hukum untuk memastikan apakah pelaku bagian dari jaringan terorisme atau pelaku tunggal (lone wolf),” ujar Direktur Pencegahan BNPT R Ahmad Nurwakhid, Selasa (25/10/2022).
Baca juga: Kapolda Metro Jaya Sebut Situasi Istana Negara Kondusif
Dalam penelusuran sementara yang dilakukan, profil pelaku Siti Elina memang memiliki pemahaman yang radikal serta pendukung salah satu ormas radikal HTI, yang telah dibubarkan pemerintah. Siti Elina juga diketahui sering memposting propaganda khilafah melalui akun media sosialnya.
“Pendalaman terhadap profil dan motif pelaku terus dilakukan untuk mendapatkan informasi yang akurat adanya keterkaitan dengan aktor-aktor yang lain,” tegasnya.
Baca juga: Ini Identitas Diduga Perempuan Bercadar Penerobos Istana Presiden
Terkait kejadian tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) sedang melakukan koordinasi dengan aparat keamanan untuk menghimpun data adanya keterkaitan dengan jaringan terorisme.
“Kami BNPT sesuai tugas pokok dan fungsinya sedang melakukan koordinasi intensif dengan aparat penegak hukum untuk memastikan apakah pelaku bagian dari jaringan terorisme atau pelaku tunggal (lone wolf),” ujar Direktur Pencegahan BNPT R Ahmad Nurwakhid, Selasa (25/10/2022).
Baca juga: Kapolda Metro Jaya Sebut Situasi Istana Negara Kondusif
Dalam penelusuran sementara yang dilakukan, profil pelaku Siti Elina memang memiliki pemahaman yang radikal serta pendukung salah satu ormas radikal HTI, yang telah dibubarkan pemerintah. Siti Elina juga diketahui sering memposting propaganda khilafah melalui akun media sosialnya.
“Pendalaman terhadap profil dan motif pelaku terus dilakukan untuk mendapatkan informasi yang akurat adanya keterkaitan dengan aktor-aktor yang lain,” tegasnya.
Baca juga: Ini Identitas Diduga Perempuan Bercadar Penerobos Istana Presiden
Lihat Juga :