Sudirman Said: Penegakan Hukum Harus Menjadi Prioritas Seluruh Elemen Bangsa
Selasa, 25 Oktober 2022 - 21:01 WIB
loading...
A
A
A
“Keadaan ini sangat berbahaya bagi keutuhan dan kelangsungan kehidupan bangsa. Karena suasana adil lah yang menjaga persatuan kita," ucapnya.
Baca juga: Soal Penegakan Hukum, Jokowi: Jangan Sampai Pemerintah dan Polri Dianggap Lemah
Sudirman mengingatkan, tujuan bernegara adalah mencapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Penegakan hukum adalah instrumen utama untuk menciptakan rasa adil. Pembangunan ekonomi tentu sangat diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan. Dengan pembangunan rakyat lebih berkemampuan, lebih sehat, dan lebih cerdas.
"Agar hasil-hasil pembangunan ini dirasakan berkeadilan maka diperlukan tata kelola yang baik (good governance) dan penegakan hukum di dalamnya termasuk pemberantasan korupsi," ujarnya.
Mantan menteri ESDM ini menilai, Indonesia memerlukan pemimpin yang mampu menyatukan dengan tindakan. Sedikitnya, ada tiga hal yang diperlukan oleh pemimpin Indonesia ke depan. Pertama, kapasitas menggerakkan ke arah tujuan bersama. "Kapasitas ini hanya ada bila pemimpin itu mampu menyentuh dan berinteraksi dengan semua komponen bangsa, dari ujung timur ke ujung barat, dengan segala warna suku, agama, dan kebudayaannya," jelasnya.
Baca juga: Soal Penegakan Hukum, Jokowi: Jangan Sampai Pemerintah dan Polri Dianggap Lemah
Sudirman mengingatkan, tujuan bernegara adalah mencapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Penegakan hukum adalah instrumen utama untuk menciptakan rasa adil. Pembangunan ekonomi tentu sangat diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan. Dengan pembangunan rakyat lebih berkemampuan, lebih sehat, dan lebih cerdas.
"Agar hasil-hasil pembangunan ini dirasakan berkeadilan maka diperlukan tata kelola yang baik (good governance) dan penegakan hukum di dalamnya termasuk pemberantasan korupsi," ujarnya.
Mantan menteri ESDM ini menilai, Indonesia memerlukan pemimpin yang mampu menyatukan dengan tindakan. Sedikitnya, ada tiga hal yang diperlukan oleh pemimpin Indonesia ke depan. Pertama, kapasitas menggerakkan ke arah tujuan bersama. "Kapasitas ini hanya ada bila pemimpin itu mampu menyentuh dan berinteraksi dengan semua komponen bangsa, dari ujung timur ke ujung barat, dengan segala warna suku, agama, dan kebudayaannya," jelasnya.
Lihat Juga :