Sidang Lanjutan Bharada E, Pengacara Keluarga Brigadir J Ungkap Hasil Investigasi

Selasa, 25 Oktober 2022 - 11:39 WIB
loading...
Sidang Lanjutan Bharada...
Kuasa hukum keluarga Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat, Kamaruddin Simanjuntak saat tiba di PN Jakarta Selatan. Foto: MPI
A A A
JAKARTA - Kuasa hukum keluarga Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat, Kamaruddin Simanjuntak bersaksi di sidang lanjutan dengan terdakwa Bharada E atau Richard Eliezer. Dia menjelaskan mengenai hasil investigasi atas kejanggalan pembunuhan Brigadir J.

"Kapan melakukan investigasi?" tanya Jaksa Penuntut Umum (JPU) di persidangan, Selasa (25/10/2022).

"Sejak terima kuasa secara formal tanggal 13 Juli 2022, tapi saya sudah yakin ini pembunuhan berencana makanya dalam surat kuasa saya cantumkan Pasal 340 KUHP," jawab Kamaruddin.

Baca juga: Hakim Larang Siaran Langsung Sidang Terdakwa Bharada E



Kamaruddin menjelaskan, dalam surat kuasanya itu dia mencantumkan pasal berlapis atas kematian Brigadir J lantaran dia sudah menduga Brigadir J adalah korban dugaan kasus pembunuhan berencana. Dari hasil investigasi itu, ditemukan informasi dari kepolisian terjadi tembak-menembak antara Bharada E dengan Brigadir J.

"Almarhum diinformasikan melakukan pelecehan seksual pada Bu Putri Candrawathi di rumah dinas setelah itu Bu Putri teriak, almarhum panik dan keluar ketemu Bharada E yang di posisi lantai 2 turun ke tangga," tutur Kamaruddin.

Dia menambahkan, Bharada E bertanya ada apa pada Brigadir J hingga disebutkan adanya aksi tembak-menembak. Brigadir J melepaskan 7 tembakan tapi tak ada yang mengenai Bharada E, sedangkan Bharada E melepaskan 5 tembakan dan mengenai Brigadir J.

"Dari situ saya merasa ada yang janggal. Setelah ditelusuri lebih lanjut (ke polisi yang dikenalnya), ternyata itu hoaks, tak terjadi tembak-menembak, lalu saya dapat informasi CCTV disambar petir dan dilakukan pencopotan (penggantian)," kata Kamaruddin.

JPU menanyakan pada saksi yang pertama kali memberikan keterangannya itu apakah hasil investigasi itu ada dalam bentuk tertulis agar bisa diserahkan sebagai petunjuk lebih lanjut. Kamaruddin menjawab, hasil investigasi itu ada dalam bentuk wawancara secara lisan dan ada pula berupa pesan WhatsApp, yang mana dijadikan sebagai petunjuk untuk membuat laporan ke polisi terkait dugaan kasus pembunuhan.

"Ada sebagian pak Jaksa, tapi kebanyakan dari mereka minta dirahasiakan demi keselamatan mereka. Tak bisa diserahkan karena kami sudah berjanji melindungi mereka," ungkapnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ferdy Sambo Kuliah S2...
Ferdy Sambo Kuliah S2 di Lapas Cibinong, Ambil Magister Teologi
Putri Candrawathi Istri...
Putri Candrawathi Istri Ferdy Sambo di Kasus Brigadir J Dapat Remisi 9 Bulan
KSAD Jenderal TNI Maruli...
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak Pastikan Pecat Pelaku Penembakan 3 Polisi di Way Kanan
3 Polisi Tewas Lampung...
3 Polisi Tewas Lampung Ditembak, Komisi III DPR Desak Polisi Segera Tetapkan Tersangka
Isu Setoran Judi Sabung...
Isu Setoran Judi Sabung Ayam di Balik Kematian 3 Polisi, Kapolda Lampung: Perlu Bukti Data dan Fakta
Spesifikasi Pistol Pindad...
Spesifikasi Pistol Pindad G2 Combat, Senjata Kopka Basar sebelum Penembakan 3 Polisi di Lampung
Kapolri Naikkan Pangkat...
Kapolri Naikkan Pangkat Brigadir Arya Supena yang Gugur Ditembak Maling di Lampung
Polisi di Lampung Gugur...
Polisi di Lampung Gugur Ditembak Pelaku Curanmor, Sahroni: Penghinaan Atas Institusi Negara, Wajib Hukum Maksimal!
Detik-detik Kopda Basar...
Detik-detik Kopda Basar Tembak 3 Polisi yang Gerebek Sabung Ayam, Umbar 8 Kali Tembakan
Rekomendasi
Setelah Setahun Vakum,...
Setelah Setahun Vakum, D.O EXO Siap Comeback Solo Agustus 2026
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Berita Terkini
Aliansi BEM Bersatu...
Aliansi BEM Bersatu Endus Dugaan Keterlibatan Politikus PDIP dalam Aksi Tolak MBG
Budiman Sesalkan Pembubaran...
Budiman Sesalkan Pembubaran Diskusi di UGM: Seharusnya Kita Bisa Berdialog dengan Sehat
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Bonatua Silalahi Ungkap...
Bonatua Silalahi Ungkap Kejanggalan di Fotokopi Ijazah Jokowi: Tak Ada Tanggal Legalisir, Melanggar Peraturan
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Kemenag Susun Kosa Isyarat...
Kemenag Susun Kosa Isyarat Istilah Fikih dan Teologi Islam untuk Disabilitas
Infografis
Richard Eliezer Divonis...
Richard Eliezer Divonis 1,5 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Brigadir J
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved