Kisah Ahmad Yani, Jenderal TNI Pemegang Samurai Legendaris Jepang

Selasa, 25 Oktober 2022 - 06:11 WIB
loading...
Kisah Ahmad Yani, Jenderal...
Ahmad Yani dikenal sebagai jenderal TNI cerdas yang kemampuannya diakui militer Jepang. Foto/alcethron.com
A A A
JAKARTA - Jenderal TNI (Anumerta) Ahmad Yani adalah perwira tinggi TNI AD yang dikenal sangat cerdas. Dia adalah satu dari tujuh perwira tinggi TNI AD yang terbunuh dalam peristiwa G30S/PKI pada tahun 1965. Pada masa itu, dia adalah petinggi TNI AD paling berpengaruh selain AH Nasution.

Kisah Ahmad Yani, Jenderal TNI Pemegang Samurai Legendaris Jepang

Foto/Instagram Revolusi-1965

Ahmad Yani lahir di Purworejo, Jawa Tengah pada 19 Juni 1922. Pendidikan formalnya diawalinya di HIS atau sekolah setingkat Sekolah Dasar di Bogor. Setelah selesai pada 1935, Yani melanjutkan sekolah di MULO atau setingkat SMP lalu masuk ke AMS (setingkat SMA) pada 1938.

Dua tahun di AMS, Yani lalu mengikuti pendidikan militer pada Dinas Topografi Militer. Ia menempuh pendidikan militer di Malang, Jawa Timur selama enam bulan dan pertengahan tahun 1941 Sersan Cadangan Bagian Topografi Ahmad Yani ditugaskan di Bandung.

Baca juga: Anak Jenderal Ahmad Yani ke KSAD Dudung: Almarhum Begitu Cinta ke TNI AD

Tapi melihat potensi yang cukup besar, Yani pun dikirim ke Bogor, Jawa Barat untuk mengikuti pendidikan militer secara lebih intensif. Setelah kembali ke Bandung, Yani sempat menjadi guru bahasa sampai akhirnya Jepang masuk Indonesia.

Yani kemudian mengikuti pendidikan militer Heiho di Magelang, Jawa Tengah lalu bergabung dengan tentara Pembela Tanah Air (PETA). Selama masa pendidikan keras empat bulan itulah, kemampuan dan jiwa Ahmad Yani memperoleh pengakuan. Kapten Yanagawa Moichiro sebagai pengawas pelatihan memberikan Ahmad Yani sebuah katana (pedang samurai Jepang) sebagai pengakuan atas kompetensinya.

“Beliau memang seorang prajurit, ahli strategi perang sejak masuk PETA (Pembela Tanah Air) di Bogor. Dia juga pandai main ‘Sendai’, olahraga Jepang dengan pedang samurai. Karena pandainya itu, dia bisa lulus dengan baik dan diberi pedang (gunto) yang paling panjang. Itu diakui Pak Sarwo Edhie (Wibowo),” ujar Amelia A Yani beberapa waktu lalu, dikutip dari Okezone, Selasa (25/10/2022).

Setelah terbentuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR), Ahmad Yani diangkat sebagai Komandan TKR Purwokerto. Tahun 1948 dirinya ikut beroperasi dalam menumpas pemberontakan PKl Muso di Madiun. Pada Agresi Militer Belanda II dia diangkat sebagai Komandan Wehrkreise II daerah Kedu.



Ahmad Yani juga membentuk pasukan istimewa dengan nama Banteng Raiders selama bertugas daJam menumpas pengacau Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) di Jawa Tengah. Selesai tugas itu, dia mendapat tugas belajar pada Command and General Staff College di Amerika Serikat. Ini membuat Ahmad Yani kerap mendapat isu sebagai antek-antek Amerika Serikat oleh kubu anti-barat.

“Hampir setiap hari (PKI) bikin aksi terus di Stadion Senayan (kini Gelora Bung Karno), bikin rapat raksasa. Tentara seperti ayah saya ini yang sekolah komando di Amerika, disebut Jenderal Pentagon yang berkulit sawo matang,” paparnya lagi.

Pada tahun 1958 ia diangkat sebagai Komandan Komando Operasi 17 Agustus di Padang Sumatera Barat untuk menumpas pemberontakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI). Selain PRRI, Ahmad Yani juga turut andil dalam perebutan Irian Barat, membuat Presiden Soekarno senang akan keberadaan dirinya.

Tahun 1962, dirinya diangkat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Ahmad Yani difitnah dan dituduh ingin menjatuhkan Presiden Soekarno oleh PKJ. Pada 1 Oktober 1965 dinihari ia diculik oleh gerombolan PKI, lalu dibunuh. Jasadnya ditemukan di daerah Lubang Buaya. Ahmad Yani dimakamkan di Taman Pahlawan Kalibata Jakarta.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kelakar Prabowo: Nanti...
Kelakar Prabowo: Nanti Ada Pertandingan Jenderal-Jenderal, Saya Wasitnya
TNI AD Bentuk Tim Investigasi...
TNI AD Bentuk Tim Investigasi Usut Ledakan Gudang Amunisi di Madiun
1 Prajurit Tewas dan...
1 Prajurit Tewas dan 6 Orang Terluka Akibat Ledakan Gudang Amunisi TNI AD di Madiun
5 Pangdam Lulusan Akmil...
5 Pangdam Lulusan Akmil 1997 Teman Satu Angkatan Danpaspampres Mayjen Edwin Adrian Sumantha
Kolonel Inf Achmad Fikri...
Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe, Prajurit TNI Pertama yang Lulus National Defence College Yordania
Harumkan Nama Bangsa,...
Harumkan Nama Bangsa, Kolonel Cpn Jimmy Sirait Raih Gelar Master di US Army War College
Kostrad Run 2026 di...
Kostrad Run 2026 di Monas, Warga Senang Lihat Alutsista
Gandeng TNI, Kemendikdasmen...
Gandeng TNI, Kemendikdasmen Percepat Rekonstruksi Sekolah Terdampak Bencana di Aceh
Kisah Haru Warga Sragen,...
Kisah Haru Warga Sragen, Dulu BAB Numpang di Rumah Tetangga Kini Punya Jamban TMMD
Rekomendasi
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Heboh! Sejumlah Artis...
Heboh! Sejumlah Artis Tagih Honor Miliaran Rupiah ke TV Swasta
Berita Terkini
Kejagung Periksa Febrie...
Kejagung Periksa Febrie Adriansyah sebagai Saksi terkait Sprindik Baru Kasus TPPU, Kok Bisa?
KPK Dalami Pertemuan...
KPK Dalami Pertemuan Bupati Kuansing Suhardiman Amby dengan Menhut Raja Juli
KPK Sita Catatan Keuangan...
KPK Sita Catatan Keuangan usai Geledah Rumah Dinas hingga Kantor Bupati Lombok Barat
7 Kasus Pencucian Uang...
7 Kasus Pencucian Uang Terbesar di Indonesia, Nilainya Tembus Belasan Triliun hingga Penjara Seumur Hidup
Gugatan terhadap Waketum...
Gugatan terhadap Waketum dan Sekjen PPP Dicabut, Kader Pilih Fokus Konsolidasi Partai
Hari Bhayangkara ke-80,...
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Hadiahi Istri Arist Merdeka Sirait Ziarah Holyland
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved