Menag: Santri Bisa Jadi Menteri, Wapres, hingga Presiden

Minggu, 23 Oktober 2022 - 01:44 WIB
loading...
Menag: Santri Bisa Jadi...
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengungkapkan bahwa santri bisa menjadi pengusaha, menteri, wakil presiden (wapres), hingga presiden. Foto: Kemenag
A A A
JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengungkapkan bahwa santri bisa menjadi pengusaha, menteri, wakil presiden (wapres), hingga presiden. Namun, kata dia, santri harus berusaha kalau mau berdaya.

“Santri bisa menjadi apa saja, bisa menjadi pengusaha, menteri, wakil presiden, hingga jadi presiden," katanya dalam acara malam puncak Peringatan Hari Santri di Ballroom Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran Jakarta, Sabtu (22/10/2022) malam.

Dia memberikan contoh santri yang menjadi seorang presiden adalah Gus Dur atau KH Abdurrahman Wahid. Sedangkan santri yang menjadi wapres, kata dia, adalah KH Ma’ruf Amin.

Baca juga: Wapres Ma’ruf Amin: Santri Tak Berhenti Mengabdi sampai Hari Ini



Dia mengatakan, tugas pertama para santri masa kini adalah tekun belajar dan mengaji. “Santri jadi presiden, ada Gus Dur, santri jadi Wapres ada KH Ma’ruf Amin,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, peringatan Hari Santri juga mengingatkan perjuangan para santri terdahulu dalam memerdekakan bangsa dan negara. Menurutnya, hal tersebut harus dipertahankan.

“Siapa pun yang akan mengganggu kemerdekaan negeri yang dimerdekaan para kiai dan santri, para santri wajib berada pada garda terdepan untuk melawannya,” katanya.

Dia menuturkan, tema ‘Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan’ juga memberi pesan kepada para santri untuk mempertahankan martabat dengan menjaga negara dari setiap gangguan dan rongrongan yang ingin mengganggunya. “Selamat merayakan Hari Santri. Jadikan peringatan Hari Santri ini pengingat bagi kita semua bahwa perjuangan kita masih panjang. Negeri ini membutuhkan para santri,” pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KPK Periksa Mantan Stafsus...
KPK Periksa Mantan Stafsus Menag Gus Yaqut terkait Kasus Kuota Haji
Nasaruddin Umar Ingin...
Nasaruddin Umar Ingin Indonesia Jadi Epicentrum Peradaban Dunia Islam Modern
Menag: Tahun Baru Islam...
Menag: Tahun Baru Islam 1 Muharram Momentum Transformasi Diri dan Sosial
Sari Yuliati Minta Kasus...
Sari Yuliati Minta Kasus Pembakaran Santri di Lombok Diusut Tuntas
Masa Penahanan Gus Yaqut...
Masa Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang selama 30 Hari
Pemeriksaan Lanjutan...
Pemeriksaan Lanjutan Kasus Kuota Haji, Pengacara Gus Yaqut Sebut Tak Ada Konfirmasi Aliran Dana
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
Menag: Pembubaran Ibadah...
Menag: Pembubaran Ibadah di Bantul Tak Boleh Terulang Lagi
Bidik Basis Santri Jawa...
Bidik Basis Santri Jawa Timur, Partai Perindo Resmi Lantik Cak Jaz sebagai Ketua DPW
Rekomendasi
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan...
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan di HR Asia Awards 2026
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Cornelio Sunny Ungkap...
Cornelio Sunny Ungkap Alasan Somasi Keluarga Ratu Sofya, Singgung Pelanggaran Privasi
Berita Terkini
Ajukan Tambahan Anggaran...
Ajukan Tambahan Anggaran Rp762 Miliar, KPK: Kami Tidak Muluk-muluk
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Dharma Pongrekun Rombak...
Dharma Pongrekun Rombak 85% Gugatan UU Kesehatan di MK
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Kebebasan Berpendapat,...
Kebebasan Berpendapat, Rembuk Pemuda Ajak Generasi Muda Rawat Nilai Intelektual
KPK Periksa Mantan Stafsus...
KPK Periksa Mantan Stafsus Menag Gus Yaqut terkait Kasus Kuota Haji
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved