Soal Reshuffle Kabinet, Bamsoet Ngaku Tidak Berminat Jadi Menteri

Senin, 06 Juli 2020 - 14:28 WIB
loading...
Soal Reshuffle Kabinet,...
Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan bahwa reshuffle menjadi wewenang penuh presiden. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Wacana perombakan (reshuffle) kabinet menyeruak menyusul pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengisyaratkan tidak puas terhadap kinerja para menterinya, terutama dalam menangani persoalan pandemi Corona (COVID-19) dan dampaknya.

Dimintai tanggapan mengenai isu reshuffle, Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan bahwa reshuffle menjadi wewenang penuh presiden. ”Itu kewenangan presiden,” ujar Bamsoet kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/7/2020). (Baca juga: Pengamat Nilai Dua Menteri dalam Posisi Rawan Kena Reshuffle)

Bamsoet juga menyatakan bahwa dirinya tidak tertarik untuk menduduki posisi menteri. “Saya tidak berminat untuk menjadi menteri,” katanya singkat.

Diketahui, Istana mempublikasikan rekaman video Jokowi membuka Sidang Kabinet Paripurna pada 18 Juni 2020. Pada video berdurasi kurang lebih 10 menit itu, Jokowi dengan nada tinggi memperingatkan anak buahnya.

Bahkan, dia mengatakan, bisa saja melakukan pembubaran lembaga hingga melakukan reshuffle. ”Bisa saja, membubarkan lembaga. Bisa saja reshuffle. Sudah kepikiran ke mana-mana saya,” katanya dalam video tersebut.

Jokowi menyebut tak ada progres signifikan dalam penanganan COVID-19. Hal ini bisa dilihat dari realisasi anggaran Kementerian Kesehatan yang masih 1,53%. Lalu penyaluran Bansos yang belum 100%. (Baca juga: Prabowo Rapikan Kerah Enzo di Akmil Magelang)

“Saya harus ngomong apa adanya enggak ada progres yang signifikan. Enggak ada,” ujarnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Kelompok Studi Mahasiswa...
Kelompok Studi Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta Antusias Ikuti Edukasi Pasar Modal dari MNC Sekuritas
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Berita Terkini
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved