Serikat Pekerja Indonesia-Malaysia Sepakat Beri Pelatihan Advokasi Bagi Buruh Migran

Senin, 17 Oktober 2022 - 21:51 WIB
loading...
Serikat Pekerja Indonesia-Malaysia...
KSPSI AGN bersama Serikat Pekerja Malaysia sepakat menyelesaikan permasalahan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Andi Gani (KSPSI AGN) bersama Serikat Pekerja Malaysia sepakat menyelesaikan permasalahan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Ketua Umum Serikat Pekerja Informal dan Pekerja Profesional Indonesia (IMMPI) William Yani Wea menjelaskan, kesepakatan itu ditandai dengan penandatanganan kerja sama pelatihan dalam bidang vokasi dan advokasi untuk buruh migran Indonesia yang bekerja di Malaysia.

”Kami bertekad dan berkomitmen akan terus memperjuangkan nasib para pekerja migran. IMMPI akan mengimplementasikan kerja sama tersebut dengan melaksanakan pelatihan vokasi dan advokasi bagi pekerja - pekerja migran," kata William, Senin (17/10/2022).

Baca juga: Pekerja Migran Indonesia Diminati Banyak Negara, Menaker Perhatikan Kompetensi

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), jumlah PMI di Malaysia mencapai 1,6 juta pekerja prosedural. Sementara itu, jika dijumlah dengan pekerja unprosedural, mencapai lebih dari dua juta orang. Bahkan menurut catatan Kemlu, terjadi peningkatan keberangkatan PMI illegal hingga 146% dari 2020 hingga 2021.

Baca juga: Putri Candrawathi Ucapkan Terima Kasih Setelah Pembunuhan Brigadir J

Dari data tersebut, kata William, tak sedikit PMI yang belum mendapatkan hak-hak dan perlindungan sebagai pekerja di Malaysia. Seperti yang dialami seorang pekerja, Maria Oktaviana Leoklaran yang mengaku ditahan hingga dua bulan di rumah agensi penyalur tenaga kerja di Johor Baru, Malaysia.

“Maria bersama tiga perempuan PMI asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang telah memperpanjang paspor tidak juga dipulangkan oleh agensi. Padahal, mereka telah mengeluarkan uang hingga Rp20 juta,” ucapnya.

Selain itu, ada juga kasus imigran bernama Ririen Antonius asal NTT yang meninggal dunia di RSUD Nunukan, Kalimantan Utara, Jumat 14 Oktober 2022, pukul 04.37.

Dalam dokumen paspornya, Ririen diketahui lahir di Flores Timur pada 1979 dan berdomisili di Desa Maluriwu, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Ririen merupakan satu dari ratusan korban deportasi dari Kota Kinabalu, Sabah. Total korban deportasi adalah 232 orang. Mereka dipulangkan melalui Pelabuhan Tawau pada Kamis 13 Oktober 2022, dan tiba sore hari di Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan. “Itu salah satu contoh kasus yang terungkap disejumlah media. Masih banyak yang belum terungkap dan IMPPI akan mengatsi hal tersebut,” katanya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Frans Antoni Pengendali...
Frans Antoni Pengendali Uang Fredy Pratama Digiring ke Bareskrim usai Ditangkap di Malaysia
SOKSI dan P2MI Teken...
SOKSI dan P2MI Teken MoU Dorong Pekerja Migran Terampil
ART asal Indonesia Dianiaya...
ART asal Indonesia Dianiaya di Malaysia, DPR Minta Kemlu Lobi agar Pelaku Dihukum Berat
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Forum ILC Jenewa, Delegasi...
Forum ILC Jenewa, Delegasi Indonesia Dorong Payung Hukum Global bagi Pekerja Digital
Pemerintah Kawal Penanganan...
Pemerintah Kawal Penanganan Insiden Kapal yang Libatkan WNI di Perairan Perak Malaysia
Malaysia Prediksi Gejolak...
Malaysia Prediksi Gejolak Harga Energi Berlanjut Dua Tahun ke Depan
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
Rekomendasi
Maroko Ciptakan Sejarah...
Maroko Ciptakan Sejarah Baru di Piala Dunia 2026
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,63 Juta per Gram Hari Ini
Persoalan Dana Talangan...
Persoalan Dana Talangan Membebani Industri Otomotif China
Berita Terkini
Profil Kolonel Marinir...
Profil Kolonel Marinir Profs Dhegratmen Syah Akbara, Perwira Petarung yang Jabat Dandenjaka
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Jangan Sampai Ciptakan Ketidakpastian Baru
Latihan Menembak Dihapus...
Latihan Menembak Dihapus dari Pembekalan Calon Manajer Kopdes, Puan: Sebaiknya Fokus Manajerial Saja
Kejari Jaksel Sebut...
Kejari Jaksel Sebut Praperadilan Roy Suryo Salah Alamat
Nadiem Makarim Hadapi...
Nadiem Makarim Hadapi Sidang Vonis Korupsi Chromebook, Puluhan Ojol Gelar Aksi di Luar Pengadilan
Dito Ariotedjo Lebih...
Dito Ariotedjo Lebih Langsing saat Penuhi Panggilan KPK Hari Ini: Finish Hyrox Under 2 Jam
Infografis
Head to Head Timnas...
Head to Head Timnas Indonesia U-23 vs Malaysia U-23
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved