Muslimat NU Ajak Masyarakat Budayakan Tabayyun di Era Digital
Kamis, 13 Oktober 2022 - 18:35 WIB
loading...
A
A
A
"Kenapa tanggung jawabnya besar? Karena menebar suatu informasi yang belum jelas kebenarannya, ibarat menebar bulu, lalu mengumpulkannya kembali, maka tidak akan utuh kembali karena sudah tertiup angin. Ketika sudah tersebar, maka tidak akan kembali dan tidak tahu sudah sampai mana bulu (informasi) tersebut," paparnya.
Informasi palsu atau hoaks sangat berbahaya karena bisa menimbulkan perpecahan. Si pembuat dan penyebar hoaks harus bisa menanggung akibatnya, tidak hanya di dunia tapi juga kepada Tuhan karena telah membuat keonaran dan kerusakan di muka bumi.
Baca juga: Bareskrim Tangkap Bambang Tri Mulyono Diduga Terkait Hoaks Ijazah Palsu Jokowi
"Di Al-Qur'an dalam surah Al Hujurat ayat 6, dalam Islam anjuran untuk tabayun sendiri sudah sangat jelas, jelas sekali. Karena itu juga, para ulama kita menyarankan untuk berhati-hati ketika menyebarkan informasi dengan kroscek dulu sumbernya benar atau tidak, untuk menjaga dari hal yang tidak kita inginkan, termasuk perpecahan," kata anggota Gugus Tugas Pemuka Agama BNPT perwakilan dari Muslimat NU ini.
Arifah kembali mengingatkan tentang betapa pentingnya membangun kesadaran bersama, membudayakan tabayun agar menjadi norma, etika dan bahkan gaya hidup.
"Ini butuh proses, untuk membangkitkan kesadaran bahwa kita ini dalam menyebarkan informasi harus hati hati, harus belajar dari diri sendiri dan menyadari serta mengingatkan untuk berhati-hati. Kita harus berperan (untuk mengingatkan lingkungan sekitar) sesuai kapasitas kita di masyarakat," kata istri budayawan, Ngatawi Al Zastrouw ini.
Informasi palsu atau hoaks sangat berbahaya karena bisa menimbulkan perpecahan. Si pembuat dan penyebar hoaks harus bisa menanggung akibatnya, tidak hanya di dunia tapi juga kepada Tuhan karena telah membuat keonaran dan kerusakan di muka bumi.
Baca juga: Bareskrim Tangkap Bambang Tri Mulyono Diduga Terkait Hoaks Ijazah Palsu Jokowi
"Di Al-Qur'an dalam surah Al Hujurat ayat 6, dalam Islam anjuran untuk tabayun sendiri sudah sangat jelas, jelas sekali. Karena itu juga, para ulama kita menyarankan untuk berhati-hati ketika menyebarkan informasi dengan kroscek dulu sumbernya benar atau tidak, untuk menjaga dari hal yang tidak kita inginkan, termasuk perpecahan," kata anggota Gugus Tugas Pemuka Agama BNPT perwakilan dari Muslimat NU ini.
Arifah kembali mengingatkan tentang betapa pentingnya membangun kesadaran bersama, membudayakan tabayun agar menjadi norma, etika dan bahkan gaya hidup.
"Ini butuh proses, untuk membangkitkan kesadaran bahwa kita ini dalam menyebarkan informasi harus hati hati, harus belajar dari diri sendiri dan menyadari serta mengingatkan untuk berhati-hati. Kita harus berperan (untuk mengingatkan lingkungan sekitar) sesuai kapasitas kita di masyarakat," kata istri budayawan, Ngatawi Al Zastrouw ini.
Lihat Juga :