Pilpres 2024, Pengamat: Pada Akhirnya Parpol Akan Kompromi dan Pragmatis
Kamis, 13 Oktober 2022 - 06:21 WIB
loading...
Pengamat Politik dari UI, Cecep Hidayat mengatakan, pertarungan Pilpres 2024 akan membuat semua partai politik berkompromi dan menunjukkan pragmatismenya. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pertarungan Pilpres 2024 akan membuat semua partai politik (parpol) berkompromi dan menunjukkan pragmatismenya. Pandangan ini disampaikan oleh Pengamat Politik dari Universitas Indonesia, Cecep Hidayat.
Menurut Cecep, saat ini sejumlah partai masih berupaya untuk meningkatkan daya tawar untuk bernegosiasi dengan partai lain. Namun pada akhirnya Pilpres 2024 , partai-partai tersebut akan berkompromi dalam urusan pengusungan capres-cawapres.
"Mereka akan pragmatis. Mereka tentu ingin berada di barisan pemenang," kata Cecep kepada wartawan dikutip Kamis (13/10/2022).
Baca juga: Bursa Capres 2024
Hal ini kata Cecep, terlihat bahwa Golkar dari pemilu ke pemilu selalu ingin ketumnya menjadi capres. Tapi pada akhirnya, mereka akan menggeser dukungannya saat dinamika politik terjadi.
"Kalau mengikuti perkembangan pemilu, misalnya dari Golkar, mereka tentu ketum-nya ingin diusung sebagai capres. Tapi nanti ketika hendak memasuki masa pendaftaran pasangan capres-cawapres ke KPU, biasanya ada move, pergerakan, dinamika politik yang terjadi. Mungkin tidak sesuai dengan apa yang disampaikan ke publik sebelumnya," ucap Cecep.
Baca juga: Menebak Komposisi Capres 2024
Bahkan, Cecep memprediksi Golkar akan mengalihkan dukungan jelang masa pendaftaran capres-cawapres ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada akhir 2023 mendatang.
"Kemungkinan Golkar akan mengalihkan dukungan bukan memaksakan Airlangga sebagai capres di tengah tahun 2023 saya kira bisa berubah," ujarnya.
Apalagi Cecep menambahkan, rekam jejak politik Golkar yang hampir selalu berada dalam lingkar kekuasaan.
"Kalau kita lihat strategi politik Golkar selalu bermain di banyak kaki. Dalam beberapa hal juga selalu masuk dalam kekuasaan. Jadi barisan pendukung pemerintah," pungkasnya.
Menurut Cecep, saat ini sejumlah partai masih berupaya untuk meningkatkan daya tawar untuk bernegosiasi dengan partai lain. Namun pada akhirnya Pilpres 2024 , partai-partai tersebut akan berkompromi dalam urusan pengusungan capres-cawapres.
"Mereka akan pragmatis. Mereka tentu ingin berada di barisan pemenang," kata Cecep kepada wartawan dikutip Kamis (13/10/2022).
Baca juga: Bursa Capres 2024
Hal ini kata Cecep, terlihat bahwa Golkar dari pemilu ke pemilu selalu ingin ketumnya menjadi capres. Tapi pada akhirnya, mereka akan menggeser dukungannya saat dinamika politik terjadi.
"Kalau mengikuti perkembangan pemilu, misalnya dari Golkar, mereka tentu ketum-nya ingin diusung sebagai capres. Tapi nanti ketika hendak memasuki masa pendaftaran pasangan capres-cawapres ke KPU, biasanya ada move, pergerakan, dinamika politik yang terjadi. Mungkin tidak sesuai dengan apa yang disampaikan ke publik sebelumnya," ucap Cecep.
Baca juga: Menebak Komposisi Capres 2024
Bahkan, Cecep memprediksi Golkar akan mengalihkan dukungan jelang masa pendaftaran capres-cawapres ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada akhir 2023 mendatang.
"Kemungkinan Golkar akan mengalihkan dukungan bukan memaksakan Airlangga sebagai capres di tengah tahun 2023 saya kira bisa berubah," ujarnya.
Apalagi Cecep menambahkan, rekam jejak politik Golkar yang hampir selalu berada dalam lingkar kekuasaan.
"Kalau kita lihat strategi politik Golkar selalu bermain di banyak kaki. Dalam beberapa hal juga selalu masuk dalam kekuasaan. Jadi barisan pendukung pemerintah," pungkasnya.
(maf)
Lihat Juga :