Pakar Kimia Unhan: Gas Air Mata Kedaluwarsa Tidak Berbahaya
Selasa, 11 Oktober 2022 - 19:30 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Mas Ayu, gas air mata (CS) hanya bersifat menyebabkan iritasi pada mata, kulit, dan saluran nafas. Dampak dari paparan dapat dikurangi dengan menerapkan hierarki pengendalian risiko.
"Hierarki pengendalian risiko dalam bentuk terendah adalah penggunaan masker. konsentrasi ambang batas aman untuk penggunaan gas air mata adalah 0,05 ppm atau setara dengan 0,04 mg per m3," tuturnya.
Penggunaan gas air mata oleh pihak kepolisian di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu 1 Oktober 2022, kata Mas Ayu, tidak berbahaya. Pasalnya, penggunaan gas air mata di ruang terbuka membuat konsentrasi formulanya menyebar tidak terhingga. Jadi, dampak paparan zat akan lebih berkurang fatalitasnya atau tidak mematikan.
"Gas air mata akan dimetabolismekan oleh tubuh dan menghasilkan senyawa turunan yang dapat diterima tubuh. Zat kimia yang telah melewati masa kadaluarsa tidak dapat berfungsi secara optimal," tutupnya.
"Hierarki pengendalian risiko dalam bentuk terendah adalah penggunaan masker. konsentrasi ambang batas aman untuk penggunaan gas air mata adalah 0,05 ppm atau setara dengan 0,04 mg per m3," tuturnya.
Penggunaan gas air mata oleh pihak kepolisian di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu 1 Oktober 2022, kata Mas Ayu, tidak berbahaya. Pasalnya, penggunaan gas air mata di ruang terbuka membuat konsentrasi formulanya menyebar tidak terhingga. Jadi, dampak paparan zat akan lebih berkurang fatalitasnya atau tidak mematikan.
"Gas air mata akan dimetabolismekan oleh tubuh dan menghasilkan senyawa turunan yang dapat diterima tubuh. Zat kimia yang telah melewati masa kadaluarsa tidak dapat berfungsi secara optimal," tutupnya.
(cip)
Lihat Juga :