Situasi Bali Kondusif, KTT G20 Diyakini Aman dari Gangguan Terorisme
Sabtu, 08 Oktober 2022 - 21:18 WIB
loading...
A
A
A
"Kami berkumpul di Sentul melakukan jambore dari Jateng, Jatim, Jabar, dan Jabodetabek. Kami buat Jambore Pejuang Damai, ini tekad bagi kami yang pernah berbuat kesalahan tapi ingin menebusnya dengan menciptakan kedamaian di negeri ini," tuturnya.
Haris menyebut, tahun ini sudah ada ribuan eks anggota kelompok radikal berikrar menyatakan kembali patuh pada konstitusi dan NKRI, di antaranya 1.300 eks kelompok radikal Negara Islam Indonesia di Sumatera Barat dan 300 orang lainnya dari kelompok JI dan JAD.
"Saya punya data satu tahun terakhir itu, mereka berbondong-bodong kembali dan punya tekad yang sama dengan kita. Kami optimis betul bahwa insyaAllah tidak ada kelompok-kelompok yang ingin mengganggu," ujarnya.
"Kalau ada gangguan, kami merasa tercoreng juga, bukan hanya wajah kami, eks napi, tapi wajah islam dan penduduk negeri ini," katanya.
Haris menyebut, tahun ini sudah ada ribuan eks anggota kelompok radikal berikrar menyatakan kembali patuh pada konstitusi dan NKRI, di antaranya 1.300 eks kelompok radikal Negara Islam Indonesia di Sumatera Barat dan 300 orang lainnya dari kelompok JI dan JAD.
"Saya punya data satu tahun terakhir itu, mereka berbondong-bodong kembali dan punya tekad yang sama dengan kita. Kami optimis betul bahwa insyaAllah tidak ada kelompok-kelompok yang ingin mengganggu," ujarnya.
"Kalau ada gangguan, kami merasa tercoreng juga, bukan hanya wajah kami, eks napi, tapi wajah islam dan penduduk negeri ini," katanya.
(rca)
Lihat Juga :