Ketum PBNU: Pelibatan Aktor Problematis dalam R20 Upaya Konkret Selesaikan Masalah Agama
Senin, 03 Oktober 2022 - 13:29 WIB
loading...
A
A
A
Karena itu, Forum R20 didesain sedemikian rupa agar pemimpin komunitas-komunitas agama berdiskusi secara terbuka, jujur, terus terang, dan langsung mengarah kepada masalah pokok tanpa adanya pengingkaran. Ini perlu dilakukan secara konstruktif demi menemukan jalan keluar dari segala masalah yang dibicarakan.
Diskusi pertama akan membahas tentang hakikat masalah yang melibatkan agama-agama atau komunitas-komunitas agama yang berbeda di dunia saat ini. Sebab kenyataannya memang ada dinamika yang sangat memprihatinkan terkait hubungan agama-agama di berbagai belahan dunia.
"Maka, kita nanti akan arahkan, mendorong di dalam forum itu agar para pemimpin agama berbicara akar masalah tersebut," kata ulama kelahiran Rembang, Jawa Tengah, 56 tahun lalu itu.
Selanjutnya, para pemimpin komunitas agama ini juga mendiskusikan langkah yang perlu diambil secara bersama-sama dan di komunitas agama masing-masing untuk menangani akar masalah itu. "Kalau ini sudah ada jalan dan ada titik terang, para pemimpin agama akan berada dalam posisi untuk menawarkan kontribusi agama bagi peradaban," ujarnya.
Selama ini, Gus Yahya melihat dialog di antara para tokoh agama terlalu formal, sehingga kurang terbuka. Di forum-forum agama sebelumnya, ia melihat kurang ada keberanian secara jujur mengakui dan membicarakan masalah yang ada. Apalagi, masalah agama juga bersumber dari pengalaman sejarah.
Diskusi pertama akan membahas tentang hakikat masalah yang melibatkan agama-agama atau komunitas-komunitas agama yang berbeda di dunia saat ini. Sebab kenyataannya memang ada dinamika yang sangat memprihatinkan terkait hubungan agama-agama di berbagai belahan dunia.
"Maka, kita nanti akan arahkan, mendorong di dalam forum itu agar para pemimpin agama berbicara akar masalah tersebut," kata ulama kelahiran Rembang, Jawa Tengah, 56 tahun lalu itu.
Selanjutnya, para pemimpin komunitas agama ini juga mendiskusikan langkah yang perlu diambil secara bersama-sama dan di komunitas agama masing-masing untuk menangani akar masalah itu. "Kalau ini sudah ada jalan dan ada titik terang, para pemimpin agama akan berada dalam posisi untuk menawarkan kontribusi agama bagi peradaban," ujarnya.
Selama ini, Gus Yahya melihat dialog di antara para tokoh agama terlalu formal, sehingga kurang terbuka. Di forum-forum agama sebelumnya, ia melihat kurang ada keberanian secara jujur mengakui dan membicarakan masalah yang ada. Apalagi, masalah agama juga bersumber dari pengalaman sejarah.
Lihat Juga :