17 Anak Meninggal Dunia dalam Tragedi Kanjuruhan

Senin, 03 Oktober 2022 - 08:18 WIB
loading...
17 Anak Meninggal Dunia...
Petugas medis memeriksa jenazah korban kerusuhan di RS Saiful Anwar menyusul kerusuhan usai pertandingan sepak bola Liga 1 antara Arema vs Persebaya di Malang, Jawa Timur, Minggu (2/10/2022). FOTO/REUTERS/Rizki Dwi Putra
A A A
JAKARTA - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti menyebutkan sebanyak 17 anak meninggal dan 7 lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat tragedi Kanjuruhan , Sabtu (1/10/2022) malam. Tragedi ini terjadi usai pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

Retno Listyarti menyampaikan duka mendalam atas jatuhnya ratusan korban jiwa dan luka-luka tragedi Kanjuruhan. Menurutnya, dari jumlah korban jiwa tersebut, 17 di antaranya adalah anak-anak.

"17 di antaranya masih usia anak dan 7 anak lainnya masih menjalani perawatan di rumas sakit," kata Retno Listyarti ketika dikonfirmasi, Senin (3/10/2022).



Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan sebanyak 125 orang meninggal dunia dalam tragedi Stadion Kanjuruhan. Pendataan jumlah korban tewas tersebut berdasarkan identifikasi dari tim Disaster Victim Identification (DVI) dan Dinas Kesehatan pemerintah Kabupaten dan Kota Malang.

"Konfirmasi saat ini terverifikasi meninggal dunia dari awal informasi 129 saat ini data terakhir hasil pengecekan DVI dan Dinkes jumlahnya 125 orang," ujar Listyo Sigit Prabowo di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Minggu (2/10/2022).

Sebelumnya sempat disebut-sebut jumlah yang meninggal dunia 127 orang, kemudian bertambah menjadi 130 orang. Belakangan terbaru jumlah yang meninggal dunia berkurang menjadi 125 orang. Berkurangnya jumlah korban meninggal dunia disebut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dikarenakan ada data ganda.

Baca juga: Jangan Ada Lagi Korban Setelah Tragedi Kanjuruhan

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan terjadi usai kekalahan Arema FC 2-3 saat bertanding dengan Persebaya dalam perhelatan Liga 1 BRI 2022/2023 pada Sabtu (1/10/2022) malam. Massa pendukung klub sepak bola Arema memasuki lapangan karena tidak terima dengan hasil pertandingan yang memenangkan Persebaya.

Insiden tersebut kemudian membuat aparat kemanan (Polisi dan TNI) berupaya melakukan penghalauan massa yang memasuki lapangan dengan menggunakan tameng dan pemukul pentungan. Setelahnya sejumlah aparat kepolisian menembakkan gas air mata.

Gas air mata itu ditembakkan tidak hanya kepada massa supporter yang memasuki lapangan sepak bola, tetapi juga ke arah tribun penonton. Akibatnya penonton panik dan berlari dari tribun untuk menghindari sesak napas, mata dan hidung pedas. Dalam situasi chaos itu banyak yang jatuh dan terinjak-injak hingga akhirnya meninggal dunia.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KPAI Dorong Polri Dalami...
KPAI Dorong Polri Dalami Penghasilan Eks Kapolres Ngada AKBP Fajar dari Mengunggah Konten Pornografi Anak
KPAI Sebut Indonesia...
KPAI Sebut Indonesia Darurat Filisida, Tercatat 60 Kasus Orang Tua Bunuh Anak Sepanjang 2024
KPAI Tegaskan Adopsi...
KPAI Tegaskan Adopsi Ilegal Bisa Dijerat UU TPPO Jika Ambil Keuntungan Jual Beli Bayi
KPAI Catat Ada 59 Kasus...
KPAI Catat Ada 59 Kasus Penculikan hingga TPPO Anak dengan Modus Adopsi Ilegal Sepanjang 2023
KPAI Bongkar Modus TPPU...
KPAI Bongkar Modus TPPU Melibatkan Anak, Ini Indikasinya
KPAI: Tingkatkan Kepedulian...
KPAI: Tingkatkan Kepedulian Masyarakat demi Cegah Kekerasan Anak
Sepanjang 2023, KPAI...
Sepanjang 2023, KPAI Terima 3.883 Laporan terkait Pelanggaran Hak Anak
Ricuh Suporter di Gresik,...
Ricuh Suporter di Gresik, DPR: Evaluasi Penggunaan Gas Air Mata
MA Batalkan Vonis Bebas...
MA Batalkan Vonis Bebas 2 Polisi Terdakwa Kasus Tragedi Kanjuruhan
Rekomendasi
Serambi MyPertamina...
Serambi MyPertamina Hadir di Bandara Ngurah Rai, Beri Layanan Gratis bagi Pemudik
Sinopsis Sinetron Terbelenggu...
Sinopsis Sinetron Terbelenggu Rindu Eps 187: Tekad Biru Laporkan Vernie ke Polisi
Puncak Arus Mudik di...
Puncak Arus Mudik di Pelabuhan Merak, 671.000 Orang Tinggalkan Jawa Menuju Sumatera
Berita Terkini
Peserta Program Mudik...
Peserta Program Mudik Gratis BUMN Tahun Ini Lampaui Target
5 menit yang lalu
Prabowo dan Gibran Akan...
Prabowo dan Gibran Akan Salat Idulfitri di Masjid Istiqlal
31 menit yang lalu
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan Lebaran 2025 Senin 31 Maret
1 jam yang lalu
Penentuan Lebaran 2025...
Penentuan Lebaran 2025 Istimewa, Berbarengan Gerhana Matahari
1 jam yang lalu
Kemenag: Secara Hisab...
Kemenag: Secara Hisab 1 Syawal 1446 H Jatuh Pada 31 Maret 2025
1 jam yang lalu
Kronologi Imigrasi Tangkap...
Kronologi Imigrasi Tangkap 2 Buron asal China Pelaku Kejahatan Ekonomi
1 jam yang lalu
Infografis
Jusuf Muda Dalam, Menteri...
Jusuf Muda Dalam, Menteri yang Dihukum Mati karena Korupsi
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved