Tragedi Kanjuruhan, PMII: Iwan Bule Harus Mundur!
Minggu, 02 Oktober 2022 - 19:13 WIB
loading...
Polisi menembakkan gas air mata ke arah penonton di tribun Stadion Kanjuruhan, Malang. Akibatnya, ratusan orang tewas akibat sesak napas, terinjak-injak, dan gagal menyelamatkan diri ke luar stadion. Foto: Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ( PB PMII ) mendesak Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan alias Iwan Bule mundur sebagai imbas terjadinya tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang.
Wasekjen Kaderisasi PB PMII Ragil Setyo Cahyono yang berasal dari Cabang PMII Kota Malang menilai PSSI yang notabene induk sepak bola nasional tak becus mengurus sepak bola.
Menurut lembaga penelitian Save Our Soccer (SOS), setidaknya sudah ada 78 suporter bola yang tewas sejak Januari 1995 sampai Juni 2022. Tragedi Kanjuruhan ini menjadi pilu mendalam bagi dunia sepak bola Tanah Air.
Baca juga: Anies Posting Layar Hitam Kanjuruhan 1 Oktober 2022, Netizen: Penuh Makna
"Sepak bola Indonesia belum memperlihatkan tren positif dalam aspek keamanan dan keselamatan penonton. Maka itu, Iwan Bule harus mundur dari jabatannya," tegas Ragil, Minggu (2/10/2022).
Alumnus Universitas Negeri Malang ini menyatakan tragedi Kanjuruhan bukan bentrok suporter antara Aremania versus Bonek. Karena itu, investigasi kepolisian harus memperoleh hasil yang akurat dan transparan.
Wasekjen Kaderisasi PB PMII Ragil Setyo Cahyono yang berasal dari Cabang PMII Kota Malang menilai PSSI yang notabene induk sepak bola nasional tak becus mengurus sepak bola.
Menurut lembaga penelitian Save Our Soccer (SOS), setidaknya sudah ada 78 suporter bola yang tewas sejak Januari 1995 sampai Juni 2022. Tragedi Kanjuruhan ini menjadi pilu mendalam bagi dunia sepak bola Tanah Air.
Baca juga: Anies Posting Layar Hitam Kanjuruhan 1 Oktober 2022, Netizen: Penuh Makna
"Sepak bola Indonesia belum memperlihatkan tren positif dalam aspek keamanan dan keselamatan penonton. Maka itu, Iwan Bule harus mundur dari jabatannya," tegas Ragil, Minggu (2/10/2022).
Alumnus Universitas Negeri Malang ini menyatakan tragedi Kanjuruhan bukan bentrok suporter antara Aremania versus Bonek. Karena itu, investigasi kepolisian harus memperoleh hasil yang akurat dan transparan.
Lihat Juga :