Mari Dukung Partisipasi Taiwan di ICAO

Rabu, 28 September 2022 - 16:47 WIB
loading...
Mari Dukung Partisipasi...
Wang Kwo-tsai (Foto: Ist)
A A A
Wang Kwo-tsai
Menteri Perhubungan Republic of China (Taiwan)

ORGANISASI Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) mengembangkan peraturan dan standar umum untuk penerbangan sipil. Arahan dari ICAO ini dipatuhi oleh seluruh negara di dunia untuk memastikan pertumbuhan penerbangan sipil internasional yang aman dan teratur.

Sidang tiga tahunan ke-41 Majelis ICAO yang diadakan mulai 27 September hingga 7 Oktober tahun ini di Montreal, Kanada, akan menjadi acara terbesar organisasi tersebut sejak mulainya pandemi Covid-19.

Pertemuan tersebut akan menjadi simbol untuk mendukung pemulihan sektor penerbangan. Kami menyerukan ICAO untuk mengikutsertakan Taiwan demi terwujudnya penerbangan yang lancar.

Menghubungkan Kembali Dunia
ICAO merupakan forum penting di sektor penerbangan dan perkembangannya. Organisasi ini merupakan wadah otoritas penerbangan sipil yang membahas isu-isu, seperti keselamatan penerbangan, layanan navigasi udara, keamanan penerbangan, perlindungan lingkungan, dan ekonomi penerbangan.

Semua hal itu berdampak pada perkembangan sektor penerbangan sipil di setiap negara. Oleh karena industri penerbangan global sangat terdampak oleh pandemi, kolaborasi di antara semua pihak maskapai dalam mendukung kesehatan penumpang dan perjalanan yang aman menjadi lebih penting dibanding sebelumnya, sehingga tidak boleh ada otoritas penerbangan sipil yang diabaikan.

Baca berita menarik lainnya di e-paper koran-sindo.com

ICAO akan mengadakan sesi Majelis ke-41 dengan tujuan untuk menghubungkan kembali dunia, dan partisipasi Taiwan akan membantu dunia memenuhi tujuan tersebut.

Taiwan’s Taipei Flight Information Region (Taipei FIR) adalah bagian dari jaringan ICAO yang memiliki lebih dari 300 FIR.

Administrasi Penerbangan Sipil Taiwan (CAA Taiwan) adalah satu-satunya entitas yang mengawasi dan bertanggung jawab atas manajemen lalu lintas udara yang aman di seluruh Taipei FIR.

Entitas ini menawarkan layanan informasi yang lengkap dan merampingkan rute udara untuk memastikan keselamatan semua pesawat dan penumpang yang tiba, berangkat, dan transit di Taipei FIR.

Namun, upaya Taipei FIR terhambat oleh tindakan China baru-baru ini, ketika pada Agustus 2022, China secara sepihak melakukan latihan militer di sekitar Taiwan. Hal ini memengaruhi rute udara internasional dan membahayakan keselamatan penerbangan di Taipei FIR serta FIR negara tetangga.

Dalam upaya untuk menghindari bahaya dan mengatasi masalah keselamatan, CAA Taiwan harus mengambil tindakan cepat untuk menyusun rencana, dan memandu pesawat, termasuk sejumlah pesawat asing yang berangkat, tiba, atau transit di Taipei FIR.

Situasi tersebut telah membebani maskapai penerbangan dengan biaya tambahan, karena mereka harus menempuh perjalanan yang lebih lama dan mahal, serta meningkatnya risiko keamanan yang tidak terduga.

Dari perspektif manajemen risiko dan keselamatan, ICAO perlu mengizinkan CAA Taiwan untuk berpartisipasi dalam ICAO sehingga dapat berkomunikasi dengan FIR lain secara tepat waktu melalui organisasi internasional ini.

Berbagi Pengalaman Penerbangan
Terlepas dari pandemi parah yang telah berdampak terhadap perkembangan dunia selama dua tahun terakhir ini, CAA Taiwan telah melakukan segala upaya untuk mempertahankan rekor keamanan yang kuat dari Taipei FIR sembari mematuhi langkah-langkah antipandemi dan mematuhi standar dan rekomendasi praktik ICAO.

Dengan upaya bersama oleh pihak penerbangan sipil dan pemerintah, maskapai nasional Taiwan menjadi satu dari sedikit maskapai di seluruh dunia yang tetap menguntungkan dan tidak melakukan pemutusan hubungan kerja.

Selain itu, menurut statistik Airports Council International untuk tahun 2020 dan 2021, Bandara Internasional Taoyuan Taiwan adalah bandara tersibuk keempat di dunia untuk kargo udara internasional.

Kemajuan teknologi telah menyebabkan perkembangan dan perubahan yang belum pernah terjadi dalam sejarah penerbangan. Drone (pesawat terbang nirawak) adalah salah satu contohnya. Penggunaan drone yang lebih luas dan menimbulkan risiko potensial terhadap keselamatan penerbangan serta operasi bandara, telah mendorong ICAO untuk merevisi ketentuan dalam materi panduan terkait sistem pesawat tak berawak.

Namun, akses untuk memperoleh informasi dari ICAO sangat terbatas bagi CAA Taiwan. Meskipun demikian, CAA Taiwan telah membentuk mekanisme manajemen secara tepat waktu guna menjaga keselamatan penerbangan di dalam FIR Taipei.

Bab khusus tentang drone dalam Undang-Undang Penerbangan Sipil Taiwan mulai berlaku sejak 31 Maret 2020. Sistem aplikasi berbasis web yang disebut Sistem Informasi Manajemen Operasi Drone juga dimulai pada saat yang bersamaan.

Selanjutnya, untuk menjaga keamanan pengoperasian bandara dan mendeteksi aktivitas drone ilegal, CAA Taiwan menyiapkan sistem pertahanan drone di berbagai bandara.

Selain itu, CAA Taiwan juga telah merencanakan sistem pengaturan otomatis lalu lintas udara generasi berikutnya untuk memastikan sistem manajemen lalu lintas udaranya memenuhi kebutuhan operasional Taipei FIR di masa depan.

Taiwan bersedia berbagi pengalaman penerbangannya dengan negara lain dan berharap dapat mempelajari pengalaman mereka untuk meningkatkan keselamatan penerbangan.

Mendukung Partisipasi Taiwan di ICAO
Seruan Taiwan untuk masuk dalam ICAO semakin mendapat perhatian dunia internasional. Sebagai bagian penting dalam komunitas penerbangan internasional, Taiwan bertanggung jawab untuk menjaga keselamatan penerbangan. Partisipasi dalam ICAO akan memungkinkan Taiwan bersama dengan semua negara lain berkontribusi dalam penerbangan global dan kesejahteraan seluruh umat manusia.

Selama bertahun-tahun, CAA Taiwan telah mempertahankan standar layanan dan keamanan terbaik untuk Taipei FIR demi mematuhi Standar dan Rekomendasi Praktik dari ICAO.

Tema dari ICAO, "Menghubungkan Kembali Dunia", pada Majelis tahun ini bertujuan untuk mempromosikan pemulihan penerbangan global.

Sekarang saatnya ICAO berhubungan kembali dengan Taiwan. Agar lebih berkontribusi dalam penerbangan sipil internasional, CAA Taiwan berharap dapat berbagi pengalaman dan praktik terbaiknya dan berpartisipasi dalam Majelis ke-41 ICAO secara bermakna dan profesional untuk membantu dunia memenuhi tujuan ICAO, yakni terwujudnya jaringan yang lancar demi keselamatan penerbangan.
(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Legislator PDIP Minta...
Legislator PDIP Minta Pemerintah Awasi Fuel Surcharge, Jangan Sampai Tiket Pesawat Makin Mahal
Antara “One China...
Antara One China Policy dan Dua Realitas Politik
Menhaj Tegaskan Kenaikan...
Menhaj Tegaskan Kenaikan Biaya Penerbangan Haji Pakai Keuangan Negara
China-Taiwan: Ilusi...
China-Taiwan: Ilusi Dialog Lintas Selat
Menhaj Ungkap Skenario...
Menhaj Ungkap Skenario Haji 2026: Penerbangan via Afrika hingga Pembatalan Haji
Perang Israel-Iran,...
Perang Israel-Iran, Anggota DPR Evita: Keselamatan Penerbangan Harus Jadi Prioritas
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
Taiwan Luncurkan Robot...
Taiwan Luncurkan Robot Anjing Bersenjata untuk Berbagai Misi
Rekomendasi
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
TikTok Dorong Pertumbuhan...
TikTok Dorong Pertumbuhan Industri Kecantikan Malalui ForYouBeauty 2026
Berita Terkini
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved