Haedar Nashir Ajak Ulama dan Kader Muda Islam Ikuti Jejak Syaikh Yusuf Al Qardhawi
Selasa, 27 September 2022 - 23:03 WIB
loading...
A
A
A
“Kecuali untuk hal-hal yang abstrak, sosial, dan ranah hidup yang metafisika. Jika ingin merebut masa depan lebih-lebih pebgetahuan alam semesta perlu ilmu pengetahuan yang pasti dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara lebih objektif,” jelas Haedar.
Yusuf Qaradhawi lewat karya-karya terbarunya banyak mempromosikan pandangan keislaman yang wasathiyyah atau tengahan, tidak fanatik dan ekstrem. Ini juga menyangkut aspek ideologi dan politik. “Karyanya tentang jihad yang sangat tebal juga memahamkan tentang jihad multiaspek yang memerlukan pemahaman dan konteks yang luas,” kata Haedar.
Bersama dengan itu, Haedar mengatakan Yusuf Qardhawi juga mengajak umat Islam untuk hadir dan menjawab tantangan zaman yang kompleks saat ini. Beliau ulama klasik yang mampu membaca dan berwawasan maju di tengah kehidupan modern dengan pandangan inklusif dan kosmopolitan.
“Ulama dan kader Islam muda di manapun saat ini penting belajar dan mengikuti jejak hidup dan pemikiran ulama besar ini. Bila ulama sepuh berpikir keislaman yang maju dan tengahan, maka terasa jumud manakala ulama-ulama muda Islam saat ini masih ada yang berpikiran konservatif dan ekslusif,” tutup Haedar.
Yusuf Qaradhawi lewat karya-karya terbarunya banyak mempromosikan pandangan keislaman yang wasathiyyah atau tengahan, tidak fanatik dan ekstrem. Ini juga menyangkut aspek ideologi dan politik. “Karyanya tentang jihad yang sangat tebal juga memahamkan tentang jihad multiaspek yang memerlukan pemahaman dan konteks yang luas,” kata Haedar.
Bersama dengan itu, Haedar mengatakan Yusuf Qardhawi juga mengajak umat Islam untuk hadir dan menjawab tantangan zaman yang kompleks saat ini. Beliau ulama klasik yang mampu membaca dan berwawasan maju di tengah kehidupan modern dengan pandangan inklusif dan kosmopolitan.
“Ulama dan kader Islam muda di manapun saat ini penting belajar dan mengikuti jejak hidup dan pemikiran ulama besar ini. Bila ulama sepuh berpikir keislaman yang maju dan tengahan, maka terasa jumud manakala ulama-ulama muda Islam saat ini masih ada yang berpikiran konservatif dan ekslusif,” tutup Haedar.
(muh)
Lihat Juga :