Mengenal Resimen Cakrabirawa, Pelindung Presiden yang Terlibat G30S/PKI

Kamis, 22 September 2022 - 18:34 WIB
loading...
Mengenal Resimen Cakrabirawa,...
Cakrabirawa, resimen yang dibentuk Presiden Ir. Soekarno untuk melindungi dari berbagai ancaman atau teror. Foto DOK Ist
A A A
JAKARTA - Cakrabirawa, resimen yang dibentuk Presiden Ir. Soekarno untuk melindungi dari berbagai ancaman atau teror. Sebab, pasca kemerdekaan marak terjadi gerakan separatis di berbagai wilayah oleh beberapa golongan masyarakat yang tidak setuju terhadap keputusan pemerintah.

Dilansir dari repository.unair.ac.id, beberapa gerakan percobaan pembunuhan bahkan sempat ditujukan untuk sang presiden. Puncaknya pada peristiwa penembakan disaat Hari Raya Idul Adha 14 Mei 1962 di halaman Istana Negara.

Baca juga : Bang Pi'ie Jawara Senen yang Menolak Diangkat Menjadi Komandan Cakrabirawa

Peristiwa inilah yang melatar belakangi terbentuknya Resimen Cakrabirawa. Sebelumnya tugas pengawal presiden ini dipercayakan pada Detasemen Kawal Pribadi (DKP) yang beranggotakan satuan-satuan kecil dari Kepolisian dan DPC (Detasemen Pengawal Chusus).

Resimen Cakrabirawa mulai terbentuk pada 6 Juni 1962 berdasar Surat Keputusan Presiden/Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia No. 211/ Plt/ 1962.

Anggotanya terdiri dari semua unsur ABRI meliputi Angkatan Darat, Udara, dan Laut, serta Kepolisian. Proses seleksi juga dilakukan dengan ketat mulai dari tes tulis, fisik hingga mental.

Kolonel Sabur saat itu ditunjuk sebagai Komandan Resimen Cakrabirawa. Resimen ini kemudian dibagi menjadi 3 bagian diantaranya :

1. Detasemen Kawal Pribadi (DKP) dipimpin oleh Ajun Komisaris Besar Polisi Mangil

2. Detasemen Pengawal Chusus (DPC) dipimpin oleh Letnan Kolonel CPM Djokosuyatno

3. Batalyon Kawal Kehormatan yang terdiri dari 4 Batalyon yaitu :

- Batalyon I KK (Angkatan Darat) dipimpin oleh Letnan Kolonel Untung
- Batalyon II KK (Angkatan Laut) dipimpin oleh dipimpin oleh Letnan Kolonel Saminu
- Batalyon III KK (Angkatan Udara) dipimpin oleh dipimpin oleh Letnan Kolonel Sutoro
- Batalyon II KK (Kepolisian) dipimpin oleh dipimpin oleh Ajun Komisaris Besar Polisi M. Satoto

Baca juga : Kisah Jenderal Benny Moerdani Hentikan Baku Hantam Pasukan RPKAD dengan Cakrabirawa

Setelah pembentukan Resimen Cakrabirawa, berbagai ancaman dan teror mampu ditumpas habis. Sehingga tidak ada lagi ancaman pembunuhan pada presiden.

Pasca kejadian pemberontakan G-30S/PKI pada 30 September 1965 tugas berat berada di pundak Resimen Pengawal Presiden ini.

Sempat berdengung kabar bahwa Batalyon I KK, yang beranggotakan personil dari Angkatan Darat, terlibat dan ikut serta dalam kudeta dan penculikan atas beberapa Jenderal.

Buntut dari hal tersebut membuat pengamanan Istana Merdeka dan Istana Negara diserahkan dari Batalyon I KK kepada Batalyon II KK.

Nama Resimen Cakrabirawa telah tercoreng karena aksi penculikan Jenderal yang didalangi oleh Letkol Untung dan Lettu Dul Arif pada masa G30S/PKI.

Hal inilah yang membuat Resimen Cakrabirawa dibubarkan pada 28 Maret 1966 yang juga tercantum dalam Surat Perintah II Maret 1966 atau biasa disebut dengan Supersemar.

Tanggungjawab pengawalan presiden ini akhirnya diberikan pada Polisi Militer Angkatan Darat atau Satgas Pomad. Selanjutnya pada masa pemerintahan Soeharto, Satgas Pomad diganti dengan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).
(bim)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Kenang Hari...
Prabowo Kenang Hari Lahir Soekarno Lewat Potret Sang Proklamator
Buku Sejarah Gerakan...
Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa Diluncurkan, Rekam Perjuangan Sebelum Reformasi 1998
Kronologi Sahroni Diperas...
Kronologi Sahroni Diperas KPK Gadungan Rp300 Juta
Ahmad Sahroni Lapor...
Ahmad Sahroni Lapor ke Polisi setelah Diperas Rp300 Juta dan Diancam
Kenang KH Abdul Wahab...
Kenang KH Abdul Wahab Hasbullah, Kiai Ma'ruf Amin: Ulama, Negarawan, dan Politisi
KPK Diminta Usut Dugaan...
KPK Diminta Usut Dugaan Pengancaman Pengusaha dan Monopoli Impor Daging
Gubernur Pramono Anung...
Gubernur Pramono Anung Bersama Megawati Resmikan Taman Bendera Pusaka
Terungkap Alasan Erika...
Terungkap Alasan Erika Carlina Sepakat Damai dengan DJ Panda
DJ Panda Bungkam usai...
DJ Panda Bungkam usai Diperiksa selama 4 Jam
Rekomendasi
Pemerintah Bakal Data...
Pemerintah Bakal Data Barang-Karyawan Hotel Sultan, Wamensesneg: Tak Ada yang Dikorbankan
Kenapa Hari Asyura Dijuluki...
Kenapa Hari Asyura Dijuluki Lebaran Anak Yatim? Begini Sejarahnya di Indonesia
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Berita Terkini
Soroti Masalah Bangsa,...
Soroti Masalah Bangsa, Jaringan Cendekiawan Muda Ajukan 7 Tuntutan
Periksa Sony Sonjaya,...
Periksa Sony Sonjaya, Kejagung Dalami Pengajuan Justice Collaborator
Sony Sonjaya Bungkam...
Sony Sonjaya Bungkam Jelang Diperiksa Kejagung soal Dugaan Korupsi MBG
Kabar Duka, Mantan KSAL...
Kabar Duka, Mantan KSAL Laksamana TNI Purn Achmad Sutjipto Meninggal Dunia
Kontras Ungkap Update...
Kontras Ungkap Update Kondisi Andrie Yunus, Sudah Pulang dan Jalani Fisioterapi
Resmi Masuk Daftar Belanja...
Resmi Masuk Daftar Belanja TNI AU, Ini Spesifikasi Chengdu J-10C Buatan China yang Akan Perkuat Langit Indonesia
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved