Wacana Duet Prabowo-Jokowi Tak Direstui Publik
Kamis, 22 September 2022 - 14:57 WIB
loading...
Survei Charta Politika menunjukkan bahwa wacana menduetkan Prabowo Subianto dan Joko Widodo di Pilpres 2024 ditolak oleh publik. FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Wacana menduetkan Prabowo Subianto dan Joko Widodo menjadi salah satu isu yang mengemuka di kancah perpolitikan Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. Wacana itu ternyata mendapatkan penolakan dari publik.
Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya menyampaikan, pihaknya tidak hanya menyoroti elektoral tokoh jelang Pemilu 2024. Charta juga menyinggung sejumlah isu yang menyedot perhatian publik, seperti wacana penambahan masa jabatan presiden menjadi 3 periode hingga menduetkan Prabowo-Jokowi dalam kontestasi Pilpres 2024.
"Ternyata mayoritas, 57% dari responden menyatakan menolak (wacana duet Prabowo-Jokowi)," kata Yunarto dalam paparan hasil survei Charta Politika Indonesia pada September 2022, Kamis (22/9/2022).
Jika wacana duet tersebut benar-benar berlenggang di kontestasi Pilpres 2024, Yunarto berpendapat, usaha itu kemungkinan besar hanya sia-sia. "Menurut saya kemungkinan besar akan kalah. Berat dengan angka penolakan sebesar 57 persen," ujarnya.
Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya menyampaikan, pihaknya tidak hanya menyoroti elektoral tokoh jelang Pemilu 2024. Charta juga menyinggung sejumlah isu yang menyedot perhatian publik, seperti wacana penambahan masa jabatan presiden menjadi 3 periode hingga menduetkan Prabowo-Jokowi dalam kontestasi Pilpres 2024.
"Ternyata mayoritas, 57% dari responden menyatakan menolak (wacana duet Prabowo-Jokowi)," kata Yunarto dalam paparan hasil survei Charta Politika Indonesia pada September 2022, Kamis (22/9/2022).
Jika wacana duet tersebut benar-benar berlenggang di kontestasi Pilpres 2024, Yunarto berpendapat, usaha itu kemungkinan besar hanya sia-sia. "Menurut saya kemungkinan besar akan kalah. Berat dengan angka penolakan sebesar 57 persen," ujarnya.
Lihat Juga :