Konsistensi Koperasi Koerintji Barokah Merajut Asa Petani Kopi
Rabu, 21 September 2022 - 09:26 WIB
loading...
A
A
A
Sebanyak 290 karung kopi (15,9 ton) Arabika Spesialti dalam 5 varian proses ke ‘Sucafina Specialty’, perusahaan kopi berbasis di Antwerp, Belgia, yang menghubungkan kopi berkualitas dari organisasi petani dengan roaster di kawasan Asia Pasifik, Amerika, Eropa, Timur Tengah, dan Afrika.
“Meskipun ekspor kali ini merupakan ekspor perdana yang dilakukan secara mandiri oleh Koperasi Koerintji Barokah, namun koperasi kami telah berhasil menjual kopi ke pasar internasional sejak 2017, yaitu sebanyak tiga kali ke Belgia, serta ke Amerika Serikat dan Hong Kong. Di tahun ini, selain ke Belgia, kami juga akan mengekspor kopi ke Australia,” kata Triyono.
baca juga: Baik Buruk Kopi untuk Kesehatan
Peluang ekspor kopi Kerinci juga didukung dengan adanya sertifikat Indikasi Geografis Kopi Arabika Sumatera Koerintji. Sertifikat ini membantu menjamin keaslian produk sehingga meningkatkan kepercayaan pembeli terutama yang berasal dari luar negeri.Pertama didirikan pada 2017, Koperasi Koerintji Barokah Bersama telah menjadi pemenang dalam Specialty Coffee Contest Indonesia serta dalam acara Jakarta Coffee Week.
Saat ini, Koperasi Koerintji Barokah Bersama memiliki fasilitas yang lengkap untuk membuat kopi berkualitas baik, seperti tempat pengolahan untuk pengeringan kopi, gudang, mesin sortasi, sangrai kopi, lab mini untuk evaluasi kopi dengan mesin penyangrai mini dan lain-lain. “Produk unggulan kami Green Bean Arabika Specialty Natural dan Hazelnut Coffee with Cinnamon dan Durian,” katanya.
Triyono juga menyampaikan, bahwa LSM Rikolto yang mendampingi Koperasi Koerintji Barokah, senantiasa mengembangkan kapasitas petani dalam budidaya pangan dengan memperkenalkan sistem pertanian yang ramah lingkungan, di antaranya melalui inisiatif Pembayaran Jasa Lingkungan atau Payment for Ecosystem Services (PES).
baca juga: Konsumsi Kopi Jadi Tren Masyarakat Urban
Program ini diterapkan di Jambi bersama dengan Koperasi Koerintji Barokah di mana Rikolto mengintegrasikan pengembangan budidaya kopi dengan upaya konservasi Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).Melalui program tersebut, Rikolto mengajak pihak pembeli untuk berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan pendukung budidaya kopi.
Bagi organisasi petani, program ini dapat membantu meningkatkan kualitas perkebunan mereka dan menjadi nilai tambah dalam memenuhi standar kualitas pasar internasional.
Pada Oktober nanti, akan ada penanaman 600 bibit pohon hasil penggalangan dana dari Sucafina, yang akan berfungsi sebagai pohon naungan di perkebunan kopi Koperasi Koerintji Barokah. Hal ini merupakan wujud upaya baik Sucafina dalam menjaga kelestarian di lingkungan kebun kopi.
“Meskipun ekspor kali ini merupakan ekspor perdana yang dilakukan secara mandiri oleh Koperasi Koerintji Barokah, namun koperasi kami telah berhasil menjual kopi ke pasar internasional sejak 2017, yaitu sebanyak tiga kali ke Belgia, serta ke Amerika Serikat dan Hong Kong. Di tahun ini, selain ke Belgia, kami juga akan mengekspor kopi ke Australia,” kata Triyono.
baca juga: Baik Buruk Kopi untuk Kesehatan
Peluang ekspor kopi Kerinci juga didukung dengan adanya sertifikat Indikasi Geografis Kopi Arabika Sumatera Koerintji. Sertifikat ini membantu menjamin keaslian produk sehingga meningkatkan kepercayaan pembeli terutama yang berasal dari luar negeri.Pertama didirikan pada 2017, Koperasi Koerintji Barokah Bersama telah menjadi pemenang dalam Specialty Coffee Contest Indonesia serta dalam acara Jakarta Coffee Week.

Saat ini, Koperasi Koerintji Barokah Bersama memiliki fasilitas yang lengkap untuk membuat kopi berkualitas baik, seperti tempat pengolahan untuk pengeringan kopi, gudang, mesin sortasi, sangrai kopi, lab mini untuk evaluasi kopi dengan mesin penyangrai mini dan lain-lain. “Produk unggulan kami Green Bean Arabika Specialty Natural dan Hazelnut Coffee with Cinnamon dan Durian,” katanya.
Triyono juga menyampaikan, bahwa LSM Rikolto yang mendampingi Koperasi Koerintji Barokah, senantiasa mengembangkan kapasitas petani dalam budidaya pangan dengan memperkenalkan sistem pertanian yang ramah lingkungan, di antaranya melalui inisiatif Pembayaran Jasa Lingkungan atau Payment for Ecosystem Services (PES).
baca juga: Konsumsi Kopi Jadi Tren Masyarakat Urban
Program ini diterapkan di Jambi bersama dengan Koperasi Koerintji Barokah di mana Rikolto mengintegrasikan pengembangan budidaya kopi dengan upaya konservasi Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).Melalui program tersebut, Rikolto mengajak pihak pembeli untuk berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan pendukung budidaya kopi.

Bagi organisasi petani, program ini dapat membantu meningkatkan kualitas perkebunan mereka dan menjadi nilai tambah dalam memenuhi standar kualitas pasar internasional.
Pada Oktober nanti, akan ada penanaman 600 bibit pohon hasil penggalangan dana dari Sucafina, yang akan berfungsi sebagai pohon naungan di perkebunan kopi Koperasi Koerintji Barokah. Hal ini merupakan wujud upaya baik Sucafina dalam menjaga kelestarian di lingkungan kebun kopi.
(hdr)
Lihat Juga :