Airlangga Hartarto: Tradisi Yaa Qowiyyu, Dakwah Damai Memperkuat Rakyat
Minggu, 18 September 2022 - 13:58 WIB
loading...
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto turut serta memeriahkan Saparan Apem Yaa Qowiyyu di Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Jumat (16/9/2022). FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Gelaran budaya tahunan Saparan Apem Yaa Qowiyyu yang sempat terhenti saat pandemi Covid-19 kembali diselenggarakan pada tahun ini di Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Jumat (16/9/2022). Dalam rangkaian kunjungan ke Provinsi Jawa Tengah, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto turut serta memeriahkan Saparan Apem Yaa Qowiyyu sebagai bentuk penghormatan dan upaya merawat peninggalan leluhur yang sudah dimulai sejak 403 tahun lalu.
Sebagaimana diketahui, Menko Airlangga merupakan keturunan langsung dari Kiai Ageng Gribig. "Karena ini amanat orang tua, jadi ayah saya yang masih keturunan Kiai Ageng Gribig, kemudian diminta kepada kami untuk melanjutkan tradisi ini," tutur Airlangga dalam keterangan tertulis, Minggu (18/9/2022).
Sejarah panjang Yaa Qowiyu berawal saat Kiai Ageng Gribig pulang menunaikan ibadah haji dari Tanah Suci Mekkah membawa oleh-oleh kue untuk dibagikan kepada murid-muridnya di Jatinom. Namun karena jumlah murid yang sangat banyak, akhirnya beliau membuat kue dari bahan tepung beras yang kemudian dikenal dengan kue apem.
Baca juga: Airlangga Hartarto Bersama Ganjar Pranowo Bagikan Apem di Haul KH Ageng Gribig
Aktivitas tersebut berkembang menjadi tradisi yang dilakukan secara turun-temurun oleh masyarakat Jatinom dengan menyebarkan ribuan apem di selatan masjid kompleks pemakaman Kiai Ageng Gribig.
Sebagaimana diketahui, Menko Airlangga merupakan keturunan langsung dari Kiai Ageng Gribig. "Karena ini amanat orang tua, jadi ayah saya yang masih keturunan Kiai Ageng Gribig, kemudian diminta kepada kami untuk melanjutkan tradisi ini," tutur Airlangga dalam keterangan tertulis, Minggu (18/9/2022).
Sejarah panjang Yaa Qowiyu berawal saat Kiai Ageng Gribig pulang menunaikan ibadah haji dari Tanah Suci Mekkah membawa oleh-oleh kue untuk dibagikan kepada murid-muridnya di Jatinom. Namun karena jumlah murid yang sangat banyak, akhirnya beliau membuat kue dari bahan tepung beras yang kemudian dikenal dengan kue apem.
Baca juga: Airlangga Hartarto Bersama Ganjar Pranowo Bagikan Apem di Haul KH Ageng Gribig
Aktivitas tersebut berkembang menjadi tradisi yang dilakukan secara turun-temurun oleh masyarakat Jatinom dengan menyebarkan ribuan apem di selatan masjid kompleks pemakaman Kiai Ageng Gribig.
Lihat Juga :