Praktisi Ungkap Pentingnya Penggunaan Bibit Unggul Ubi Jalar

Sabtu, 17 September 2022 - 02:21 WIB
loading...
Praktisi Ungkap Pentingnya Penggunaan Bibit Unggul Ubi Jalar
Penggunaan bibit unggul ubi jalar dinilai penting agar hasil panen yang berkualitas. Foto: Dok.MPI/Ali Masduki
A A A
JAKARTA - Penggunaan bibit unggul ubi jalar dinilai penting agar hasil panen yang berkualitas. Jika dijual di pasar internasional, ubi jalar berkualitas bakal memiliki daya saing yang kuat.

“Berdasarkan pengalaman, yang harus diperhatikan adalah dimulai dari pertanamannya bahwa pengetahuan untuk menggunakan bibit unggul itu sangat penting sekali,” ujar CEO Reputed Agriculture for Development Stichting and Foundation Putri Ernawati Abidin dalam diskusi daring beberapa waktu lalu dikutip Jumat (16/9/2022).

Dirinya pun membagikan pengalaman pada acara yang digelar Direktorat Jenderal Tanaman Pangan pada Kementerian Pertanian (Kementan). Penggunaan bibit unggul ubi jalar, kata dia, bakal membuat hasil panen bebas penyakit tanaman, seperti serangan virus dan hama.

Baca juga: 8 Alasan Menakjubkan Makan Ubi Jalar



Dia mengatakan, umbi hasil panen bukan hanya memiliki ukuran yang baik, tapi juga berkualitas. “Ini sangat perlu diperhatikan. Good Agricultural Practices, gunakan pathogen free planting materials,” imbuhnya.

Dirinya juga menyarankan para pelaku usaha agar lebih berhati-hati dalam menyeleksi umbi hasil panen sebelum dikemas. Perlu dipastikan apakah umbi-umbi itu mulus atau tidak ketika hendak mengemas.

“Kadang-kadang ada tanda bulat-bulat lingkaran. Itu adalah serangan dari millipedes (kaki seribu/ luing/wuling) atau nematodes (nematoda, sejenis cacing parasit),” ungkapnya.

Berdasarkan pengalamannya ketika di Afrika, banyak umbi asal benua tersebut tidak layak ekspor karena rusak dalam perjalanan. Umbi tidak layak dikomersialkan di pasar Eropa.

Hal itu terjadi karena budidaya ubi jalar tersebut tidak menggunakan bibit unggul. “Tidak hanya size (ukuran), tapi benar-benar good quality of the roots. Itu sangat penting. Itu yang harus kita perhatikan (bila akan ekspor),” katanya.

Sekadar diketahui sebelumnya, Direktur Jenderal Tanaman Pangan pada Kementan Suwandi menjelaskan bahwa ubi jalar adalah komoditas pangan lokal yang punya potensi untuk dikembangkan dari aspek budidaya maupun hilirisasi. Ubi jalar bisa menjadi salah satu komoditas andalan ekspor Indonesia.

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan melalui stimulan bantuan pemerintah mengalokasikan pengembangan budidaya ubi jalar di lahan seluas 2.000 hektare di beberapa lokasi di Indonesia pada tahun ini.
(rca)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1791 seconds (10.177#12.26)