Jadi Mitra Strategis BNPT, LPOI Diharapkan Bisa Mengglorifikasi Narasi Perdamaian

Jum'at, 16 September 2022 - 21:06 WIB
loading...
Jadi Mitra Strategis...
Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol. R. Ahmad Nurwakhid menghadiri Mukernas LPOI di Jakarta. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Keberadaan Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) dinilai cukup penting dan menjadi mitra strategis bagi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ( BNPT ). Karena terorisme adalah musuh agama dan musuh negara. Terutama terorisme yang dilatar belakangi radikalisme dalam konteks ini adalah radikalisme yang mengatasnamakan agama.

Hal tersebut dikatakan Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol. R. Ahmad Nurwakhid dalam sambutannya pada acara Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) LPOI dengan mengambil tema “Memperkuat Persahabatan untuk Memperkokoh NKRI” yang berlangsung di Hotel Santika Premier, Jakarta, Kamis 15 September 2022.

“Harapan saya LPOI ini akan menjadi mitra strategis dan insyaallah abadi. Kenapa? Karena LPOI ini kalau di dalam konteks kebijakan BNPT masuk dalam kebijakan pentahelix, yaitu dalam penanggulangan radikal terorisme harus melibatkan multipihak, seluruh elemen masyarakat bangsa dan negara,” ujar Brigjen Pol Ahmad Nurwakhid, Jumat (16/9/2022).

Baca juga: BNPT dan Kantor Kontra Terorisme PBB Perkuat Kerja Sama Cegah Ekstremisme

Dijelaskannya, dalam menerapkan kebijakan pentahelix ini pihak yang pertama tentunya adalah pemerintah yaitu Kementerian lembaga maupun Pemda. Lalu pihak kedua adalah akademisi, ketiga adalah pelaku usaha, keempat adalah media, dan yang kelima adalah masyarakat.atau ormas seperti LPOI ini.

“Karena masyarakat sebagai salah satu pilar yang kami utamakan adalah ormas-ormas keagamaan dalam konteks ini adalah LPOI. Dan di dalam gugus tugas pemuka agama juga ada Lembaga Persahabatan Ormas Keagamaan (LPOK). Tentunya ini yang kami sinergis kan untuk itu,” ujar alumni Akpol 1989 ini.

Baca juga: LPOI Keluarkan 9 Seruan Sikapi Situasi Terkini Negara

Oleh karena itu dirinya menyampaikan LPOI ini sangat berperan penting di dalam mengglorifikasikan narasi-narasi cinta terhadap bangsa dan Tanah Air, perdamaian, persatuan, serta narasi mengenai pentingnya bagi masyarakat untuk mencintai sekaligus menghormati segala perbedaan yang ada di negeri ini demi menjaga keutuhan NKRI.

Oleh sebab itu mantan Kabagbanops Detasemen Khusus (Densus) 88/ Antiteror Polri berharap agar para ketua umum masing-masing ormas dan juga para tokoh agama yang tergabung di dalam LPOI ini bersedia memberikan masukan ataupun nasihat kepada BNPT dan Densus 88/AT Polri terkait dengan pencegahan dan pemberantasan terorisme.

"Diharapkan para tokoh agama, terutama di LPOI, bersedia memberi masukan, nasihat, atau wejangan kepada BNPT. Di mana BNPT ini adalah hulunya untuk melakukan pencegahannya. Sedangkan Densus adalah eksekutor di dalam law enforcement atau penegakan hukum di bidang tindak pidana terorisme,” ucap mantan Kapolres Gianyar ini..

Selain itu dirinya juga berharap agar LPOI ini dapat memberikan kontribusi yang produktif dan signifikan terhadap bangsa dan negara Indonesia. “Tentunya juga LPOI ini akan kami libatkan untuk menjadi narasumber di dalam mengglorifikasi Islam yang rahmatan lil alamin.. Dalam Glorifikasi untuk hubbul watton minal iman dalam mengglorifikasi untuk membangun harmonisasi Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Umum LPOI KH Said Aqil Siradj dalam sambutannya meminta kepada umat untuk waspada terhadap ancaman politisasi agama dan politik identitas. Caranya, dengan membangun kesiapsiagaan nasional, deteksi dini dan mewaspadai gerakan dan atau organisasi yang melakukan perekrutan dan penggalangan suara yang membawa-bawa nama agama demi tujuan politik. “Demikian halnya dengan menindak secara tegas berbagai bentuk dan upaya politisasi agama,” ujarnya Kiai Said yang juga Ketua Umum LPOK ini.

Diakuinya, virus radikalisme, terorisme dan intoleransi masih terus berusaha menjebol rasa kesatuan dan persatuan juga kemanusiaan sebagai anak bangsa. Namun, dengan membangun sistem kewaspadaan nasional, sistem deteksi dini, pengawasan berbasis Indeks Potensi Radikal secara kolaboratif berbasis multi pihak, maka dirinya yakin virus tersebut sulit menembus jantung NKRI.

“Mencegah, membangun imunitas ideologi dan edukasi wawasan kebangsaan, menindak segala bentuk rencana dan aksi penggalangan dana, rekrutmen, ideologisasi, organisasi radikal, intoleran dan organisasi teroris,” ucap mantan Ketua Umum PBNU ini.

Dalam kesempatan tersebut diriya juga mengatakan LPOI sendiri sudah melakukan MoU dengan BNPT pada 2020 lalu. Di mana MoU ini berangkat dari asas yang sama, historical yang sama dan prinsip-prinsip yang sama untuk membangun kekuatan bersama dalam menghadapi transnasional yang mengakibatkan ekstremisme, radikalisme dan puncaknya adalah terorisme.

“Jadi kita ormas Islam ini juga berperan dalam melakukan deradikalisasi. Adapun kalau di teroris yang bertindak adalah Densus. Kalau kami deradikalisasi, bersama BNPT. Misalkan kepada mereka yang ingin bertobat dan ingin kembali ke NKRI , sadar dari keluar dari kelompok radikal kita terima kembali dengan baik dan kita berikan pencerahan dan kesadaran bagi mereka prinsip-prinsip Islam yang beradab dan yang berbudaya,” ujarnya.

Seperti diketahui, ormas-ormas Islam yang hadir pada acara tersebut yakni Nahdlatul Ulama (NU), Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Al~Irsyad Al Islamiyah, Al~Washliyah, Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI), Syarikat Islam Indonesia (SII), Persatuan Umat Islam (PUI), Mathla’ul Anwar, Al-Ittihadiyah, Persatuan Islam (Persis), Himpunan Bina Mualaf Indonesia (HBMI), Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) dan Nahdatul Wathan yang mana masing-masing ormas ini dihadiri ketua umum, wakil ataupun sekjennya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Nahdlatul Ulama: Pesantren...
Nahdlatul Ulama: Pesantren dan Kedaulatan Masyarakat Sipil
Paradoks NU: Ketika...
Paradoks NU: Ketika Membesar, Jangan Sampai Kehilangan Akar
Di Forum Internasional...
Di Forum Internasional Malaysia, PUI Tegaskan Dukungan Pembebasan Ghannouchi
Aliansi 40 Ormas Islam...
Aliansi 40 Ormas Islam Tolak Kasus Ade Armando, Grace Natalie, dan Abu Janda Dilimpahkan ke Polda Metro
Aliansi 40 Ormas Islam...
Aliansi 40 Ormas Islam yang Laporkan Ade Armando Cs Siap Hadirkan Saksi dan Ahli Terkait Ceramah JK
Yordania Gantung 6 Orang...
Yordania Gantung 6 Orang atas Tuduhan Terorisme
13 Kiai Berkumpul di...
13 Kiai Berkumpul di Ponpes Al Falah Ploso, Serukan Muktamar NU Digelar di Pesantren
Calon Ketum PBNU Gus...
Calon Ketum PBNU Gus Salam Sowan ke Rais Syuriyah dan Ketua PWNU Sulsel
Rekomendasi
Jelang Tahun Ajaran...
Jelang Tahun Ajaran Baru, Orang Tua Utamakan Sepatu Sekolah yang Nyaman dan Awet
Ilmuwan Temukan Penyebab...
Ilmuwan Temukan Penyebab Baru di Balik Peningkatan Lemak Perut Seiring Bertambahnya Usia
Kepala UPTD Diciptabintar...
Kepala UPTD Diciptabintar Pemkot Bandung Dorong Penegakan Aturan Pemanfaatan Ruang
Berita Terkini
5 Calon Manajer Kopdes...
5 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal, Kemhan Ganti Nama Latsarmil
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Anggaran Pelatihan SPPI Lebih Besar untuk Latsarmil ketimbang Substansi Koperasi
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
Wamensesneg: Presiden...
Wamensesneg: Presiden Sangat Paham dan Menghargai Kebebasan Akademik di Kampus
Modus Judi Online di...
Modus Judi Online di Hayam Wuruk Samarkan Aktivitas sebagai Perusahaan Teknologi
Tito Dorong Penguatan...
Tito Dorong Penguatan BNPP RI untuk Percepatan Pembangunan dan Keamanan Perbatasan
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved